<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Bakal Ada Perpres Perbaikan Harga Energi Baru Terbarukan</title><description>Pengembangan energi baru terbarukan (EBT) merupakan salah satu komponen penting dalam mewujudkan energi berkelanjutan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/10/320/2128007/bakal-ada-perpres-perbaikan-harga-energi-baru-terbarukan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/11/10/320/2128007/bakal-ada-perpres-perbaikan-harga-energi-baru-terbarukan"/><item><title>   Bakal Ada Perpres Perbaikan Harga Energi Baru Terbarukan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/10/320/2128007/bakal-ada-perpres-perbaikan-harga-energi-baru-terbarukan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/11/10/320/2128007/bakal-ada-perpres-perbaikan-harga-energi-baru-terbarukan</guid><pubDate>Minggu 10 November 2019 19:47 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/10/320/2128007/bakal-ada-perpres-perbaikan-harga-energi-baru-terbarukan-7ziHksmqbB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perpres Perbaikan Harga EBT (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/10/320/2128007/bakal-ada-perpres-perbaikan-harga-energi-baru-terbarukan-7ziHksmqbB.jpg</image><title>Perpres Perbaikan Harga EBT (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Pengembangan energi baru terbarukan (EBT) merupakan salah satu komponen penting dalam mewujudkan energi berkelanjutan sekaligus menjaga ketahanan energi nasional.
&amp;nbsp;Baca Juga: Manfaatkan Panel Surya untuk Turunkan Emisi Karbon
Tercapainya ketahanan energi nasional selanjutnya akan mendukung peningkatan pertumbuhan dan pengembangan ekonomi nasional. Investasi EBT harus terus ditingkatkan secara masif guna mencapai target bauran EBT 23% pada tahun 2025 sebagaimana Rencana Umum Energi Nasional.

&quot;Indonesia mempunyai peluang dalam pengembangan ekonomi yang sekarang masuk 10 besar dunia. Pada tahun 2020 kita berpotensi untuk meningkat menjadi 5 besar dunia. Selanjutnya pada tahun 2050 kita akan meningkat lagi menjadi 4 besar dunia. Ini adalah peluang yang harus kita kejar dalam pengembangan ekonomi,&quot; tutur Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE), FX Sutijastoto dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Minggu (10/11/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Bisnis Energi Terbarukan yang Lagi Tren
Menurutnya untuk mendukung pengembangan ekonomi nasional tersebut, diperlukan pertumbuhan di sektor lain, seperti pengembangan infrastruktur, inovasi teknologi, kapasitas sumber daya manusia yang memadai, dan yang paling penting adalah ketahanan nasional terhadap air, pangan dan energi.

&quot;Di sinilah pentingnya, untuk mencapai pengembangan ekonomi tadi dibutuhkan ketahanan energi. Kita ketahui bersama salah satu permasalahan utama tingginya defisit neraca perdagangan kita 5 tahun terakhir adalah ketergantungan kita pada migas dan harga sawit yang jatuh. Nah inilah bagaimana kita mengurangi neraca perdangan dengan memanfaatkan sawit,&quot; imbuhnya.
&amp;nbsp;Untuk memastikan pengembangan EBT berjalan dengan baik khususnya  untuk mengurangi neraca perdagangan yang defisit, dia menyatakan bahwa  kebijakan energi ke depannya akan berlandaskan pada 3 pilar, yaitu  energy equity, environmental sustainability, dan energy security.

&quot;Kami (Pemerintah) sedang memperbaiki kebijakan harga yang nanti kita  wujudkan dalam Peraturan Presiden. Kita targetkan awal tahun depan kita  sudah mempunyai Perpres yang menjabarkan ini semua,&quot; katanya.

Pihaknya pun mendengar masukan dari berbagai stakeholder. Beberapa  asosiasi sudah melakukan diskusi yang kondusif dan sudah diwujudkan  dalam roadmap, yaitu roadmap panas bumi, roadmap tenaga surya, PLTA, dan  PLTMH.

&quot;Inilah yang dalam waktu singkat ini bisa mencermati kebijakan harga yang mencerminkan 3 pilar,&quot; katanya.
&amp;nbsp;Untuk memastikan EBT berkembang, Kementerian ESDM telah memiliki   target, yaitu bauran EBT sebesar 23% pada tahun 2025. Target ini optimis   dapat dicapai karena potensi EBT yang dimiliki Indonesia cukup besar.   Meski demikian dia menyadari pentingnya konsistensi semua pihak dalam   upaya percepatan pengembangan EBT ini.

Dia menyebutkan beberapa strategi yang akan ditempuh untuk   mempercepat pengembangan EBT antara lain mendorong pengembangan biofuel   melalui implementasi Mandatori Biodiesel 30 (B30), creating market, dan   pengembangan kendaraan bermotor listrik.

&quot;Pada intinya adalah potensi akan kita kembangkan kemudian kita akan   mengikutsertakan para stakeholder dalam mengembangkan energi baru   terbarukan. Konsep besarnya adalah mendorong investasi. Oleh karena itu   kita sedang mengupayakan agar kebijakan yang berkaitan dengan harga dan   hal terkait lainnya akan kita perbaiki sehingga investasi untuk   renewable energy itu bisa berkembang dengan cepat,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pengembangan energi baru terbarukan (EBT) merupakan salah satu komponen penting dalam mewujudkan energi berkelanjutan sekaligus menjaga ketahanan energi nasional.
&amp;nbsp;Baca Juga: Manfaatkan Panel Surya untuk Turunkan Emisi Karbon
Tercapainya ketahanan energi nasional selanjutnya akan mendukung peningkatan pertumbuhan dan pengembangan ekonomi nasional. Investasi EBT harus terus ditingkatkan secara masif guna mencapai target bauran EBT 23% pada tahun 2025 sebagaimana Rencana Umum Energi Nasional.

&quot;Indonesia mempunyai peluang dalam pengembangan ekonomi yang sekarang masuk 10 besar dunia. Pada tahun 2020 kita berpotensi untuk meningkat menjadi 5 besar dunia. Selanjutnya pada tahun 2050 kita akan meningkat lagi menjadi 4 besar dunia. Ini adalah peluang yang harus kita kejar dalam pengembangan ekonomi,&quot; tutur Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE), FX Sutijastoto dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Minggu (10/11/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Bisnis Energi Terbarukan yang Lagi Tren
Menurutnya untuk mendukung pengembangan ekonomi nasional tersebut, diperlukan pertumbuhan di sektor lain, seperti pengembangan infrastruktur, inovasi teknologi, kapasitas sumber daya manusia yang memadai, dan yang paling penting adalah ketahanan nasional terhadap air, pangan dan energi.

&quot;Di sinilah pentingnya, untuk mencapai pengembangan ekonomi tadi dibutuhkan ketahanan energi. Kita ketahui bersama salah satu permasalahan utama tingginya defisit neraca perdagangan kita 5 tahun terakhir adalah ketergantungan kita pada migas dan harga sawit yang jatuh. Nah inilah bagaimana kita mengurangi neraca perdangan dengan memanfaatkan sawit,&quot; imbuhnya.
&amp;nbsp;Untuk memastikan pengembangan EBT berjalan dengan baik khususnya  untuk mengurangi neraca perdagangan yang defisit, dia menyatakan bahwa  kebijakan energi ke depannya akan berlandaskan pada 3 pilar, yaitu  energy equity, environmental sustainability, dan energy security.

&quot;Kami (Pemerintah) sedang memperbaiki kebijakan harga yang nanti kita  wujudkan dalam Peraturan Presiden. Kita targetkan awal tahun depan kita  sudah mempunyai Perpres yang menjabarkan ini semua,&quot; katanya.

Pihaknya pun mendengar masukan dari berbagai stakeholder. Beberapa  asosiasi sudah melakukan diskusi yang kondusif dan sudah diwujudkan  dalam roadmap, yaitu roadmap panas bumi, roadmap tenaga surya, PLTA, dan  PLTMH.

&quot;Inilah yang dalam waktu singkat ini bisa mencermati kebijakan harga yang mencerminkan 3 pilar,&quot; katanya.
&amp;nbsp;Untuk memastikan EBT berkembang, Kementerian ESDM telah memiliki   target, yaitu bauran EBT sebesar 23% pada tahun 2025. Target ini optimis   dapat dicapai karena potensi EBT yang dimiliki Indonesia cukup besar.   Meski demikian dia menyadari pentingnya konsistensi semua pihak dalam   upaya percepatan pengembangan EBT ini.

Dia menyebutkan beberapa strategi yang akan ditempuh untuk   mempercepat pengembangan EBT antara lain mendorong pengembangan biofuel   melalui implementasi Mandatori Biodiesel 30 (B30), creating market, dan   pengembangan kendaraan bermotor listrik.

&quot;Pada intinya adalah potensi akan kita kembangkan kemudian kita akan   mengikutsertakan para stakeholder dalam mengembangkan energi baru   terbarukan. Konsep besarnya adalah mendorong investasi. Oleh karena itu   kita sedang mengupayakan agar kebijakan yang berkaitan dengan harga dan   hal terkait lainnya akan kita perbaiki sehingga investasi untuk   renewable energy itu bisa berkembang dengan cepat,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
