<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   KAI Terbitkan Obligasi Rp2 Triliun, Kisaran Kuponnya 7,45%-8,5%</title><description>PT Kereta Api Indonesia (Persero) alias KAI bakal menerbitkan obligasi senilai Rp2 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/11/320/2128342/kai-terbitkan-obligasi-rp2-triliun-kisaran-kuponnya-7-45-8-5</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/11/11/320/2128342/kai-terbitkan-obligasi-rp2-triliun-kisaran-kuponnya-7-45-8-5"/><item><title>   KAI Terbitkan Obligasi Rp2 Triliun, Kisaran Kuponnya 7,45%-8,5%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/11/320/2128342/kai-terbitkan-obligasi-rp2-triliun-kisaran-kuponnya-7-45-8-5</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/11/11/320/2128342/kai-terbitkan-obligasi-rp2-triliun-kisaran-kuponnya-7-45-8-5</guid><pubDate>Senin 11 November 2019 14:38 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/11/320/2128342/kai-terbitkan-obligasi-rp2-triliun-kisaran-kuponnya-7-45-8-5-URgafhH8yo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KAI Terbitkan Obligasi (Foto: Okezone.com/Yohana)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/11/320/2128342/kai-terbitkan-obligasi-rp2-triliun-kisaran-kuponnya-7-45-8-5-URgafhH8yo.jpg</image><title>KAI Terbitkan Obligasi (Foto: Okezone.com/Yohana)</title></images><description>JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) alias KAI bakal menerbitkan obligasi senilai Rp2 triliun dalam Penawaran Umum Obligasi II Kereta Api Indonesia Tahun 2019. Pendanaan dari aksi korporasi tersebut akan digunakan untuk pembayaran utang serta pengadaan sarana dan prasarana.

Obligasi ini akan diterbitkan dalam dua seri, yaitu Seri A berjangka waktu 5 tahun dengan dengan tingkat kupon antara 7,45%-8,10% per tahun. Kemudian Seri B berjangka waktu 7 tahun dengan tingkat kupon 7,80%-8,50% per tahun. Kupon dibayarkan pada kuartal 30/360, sesuai dengan tanggal pembayaran masing-masing bunga obligasi.
&amp;nbsp;Baca Juga: Sejarah Perkeretaapian Indonesia, Dimulai dari Pencangkulan Jalur di Daerah Ini
Direktur Keuangan KAI Didiek Hartantyo menyatakan, dana yang akan diperoleh dari penawaran umum obligasi tersebut setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi menjadi sebesar Rp1,2 triliun. Sebagian, dana itu akan digunakan untuk pembayaran sebagian pokok pinjaman pada PT Bank HSBC Indonesia.

&quot;Sisanya akan digunakan untuk pengadaan sarana baru dan pembaruan sarana,&quot; ujarnya dalam konferensi pers di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Senin (11/11/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Kereta Jakarta-Bandung Ini Punya Tarif Rp19 Juta, Berani Coba?
Dia menjelaskan, pengadaan sarana baru mayoritas untuk pembelian kereta baru, menggantikan 672 kereta yang sudah berusia diatas 30 tahun. Kereta-kereta tersebut berupa kereta penumpang, kereta makan, kereta bagasi, dan kereta pembangkit.
&amp;nbsp;Lalu untuk titik utama pembaruan sarana adalah melakukan repowering  yaitu peningkatan daya sarana kereta api. Repowering ini meliputi  pekerjaan penggantian mesin kereta penumpang, gerbong baIang, pembaruan  lokomotif, kereta rel diesel dan lainnya.

&quot;Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi serta  peningkatan layanan baik untuk angkutan penumpang maupun barang,&quot;  katanya.

Adapun obligasi tersebut mendapatkan peringkat idAAA (Triple A;  Stable Outlook) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). KAI  meyakini akan memperoleh Pernyataan Efektif dari Otoritas Jasa Keuangan  (OJK) pada tanggal 5 Desember 2019.

Sehingga dapat melakukan penawaran umum pada tanggal 6-9 Desember  2019. Sedangkan untuk tanggal penjatahan diperkirakan pada 10 Desember  2019 dan ditutup dengan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 13  Desember 2019.
</description><content:encoded>JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) alias KAI bakal menerbitkan obligasi senilai Rp2 triliun dalam Penawaran Umum Obligasi II Kereta Api Indonesia Tahun 2019. Pendanaan dari aksi korporasi tersebut akan digunakan untuk pembayaran utang serta pengadaan sarana dan prasarana.

Obligasi ini akan diterbitkan dalam dua seri, yaitu Seri A berjangka waktu 5 tahun dengan dengan tingkat kupon antara 7,45%-8,10% per tahun. Kemudian Seri B berjangka waktu 7 tahun dengan tingkat kupon 7,80%-8,50% per tahun. Kupon dibayarkan pada kuartal 30/360, sesuai dengan tanggal pembayaran masing-masing bunga obligasi.
&amp;nbsp;Baca Juga: Sejarah Perkeretaapian Indonesia, Dimulai dari Pencangkulan Jalur di Daerah Ini
Direktur Keuangan KAI Didiek Hartantyo menyatakan, dana yang akan diperoleh dari penawaran umum obligasi tersebut setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi menjadi sebesar Rp1,2 triliun. Sebagian, dana itu akan digunakan untuk pembayaran sebagian pokok pinjaman pada PT Bank HSBC Indonesia.

&quot;Sisanya akan digunakan untuk pengadaan sarana baru dan pembaruan sarana,&quot; ujarnya dalam konferensi pers di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Senin (11/11/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Kereta Jakarta-Bandung Ini Punya Tarif Rp19 Juta, Berani Coba?
Dia menjelaskan, pengadaan sarana baru mayoritas untuk pembelian kereta baru, menggantikan 672 kereta yang sudah berusia diatas 30 tahun. Kereta-kereta tersebut berupa kereta penumpang, kereta makan, kereta bagasi, dan kereta pembangkit.
&amp;nbsp;Lalu untuk titik utama pembaruan sarana adalah melakukan repowering  yaitu peningkatan daya sarana kereta api. Repowering ini meliputi  pekerjaan penggantian mesin kereta penumpang, gerbong baIang, pembaruan  lokomotif, kereta rel diesel dan lainnya.

&quot;Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi serta  peningkatan layanan baik untuk angkutan penumpang maupun barang,&quot;  katanya.

Adapun obligasi tersebut mendapatkan peringkat idAAA (Triple A;  Stable Outlook) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). KAI  meyakini akan memperoleh Pernyataan Efektif dari Otoritas Jasa Keuangan  (OJK) pada tanggal 5 Desember 2019.

Sehingga dapat melakukan penawaran umum pada tanggal 6-9 Desember  2019. Sedangkan untuk tanggal penjatahan diperkirakan pada 10 Desember  2019 dan ditutup dengan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 13  Desember 2019.
</content:encoded></item></channel></rss>
