<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Presiden Jokowi Mulai Pangkas Eselon IV di Kementerian</title><description>Menurut Presiden, reformasi birokrasi harus dilakukan besar-besaran, beriringan paralel dengan pemangkasan regulasi-regulasi yang ada</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/11/320/2128526/presiden-jokowi-mulai-pangkas-eselon-iv-di-kementerian</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/11/11/320/2128526/presiden-jokowi-mulai-pangkas-eselon-iv-di-kementerian"/><item><title>   Presiden Jokowi Mulai Pangkas Eselon IV di Kementerian</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/11/320/2128526/presiden-jokowi-mulai-pangkas-eselon-iv-di-kementerian</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/11/11/320/2128526/presiden-jokowi-mulai-pangkas-eselon-iv-di-kementerian</guid><pubDate>Senin 11 November 2019 19:48 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/11/320/2128526/presiden-jokowi-mulai-pangkas-eselon-iv-di-kementerian-gzps5YoerR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi Mulai Pangkas Eselon IV (Foto: Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/11/320/2128526/presiden-jokowi-mulai-pangkas-eselon-iv-di-kementerian-gzps5YoerR.jpg</image><title>Jokowi Mulai Pangkas Eselon IV (Foto: Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, sebaik apapun peraturan, sebaik apapun regulasi jika orientasi birokrasi belum berubah ini juga akan menjadi masalah yang berkaitan dengan kecepatan, yang berkaitan dengan sumbatan.

Oleh sebab itu, menurut Presiden, reformasi birokrasi harus dilakukan besar-besaran, beriringan paralel dengan pemangkasan regulasi-regulasi yang ada. Mengubah cara kerja yang manual/analog ke cara kerja digital, mengubah mindset dari dilayani menjadi melayani.

&amp;ldquo;Saya kira di Kementerian PANRB juga sudah menyiapkan yang nanti akan memangkas, yang pertama mungkin eselon 4 terlebih dahulu di setiap kementerian, meskipun ini juga harus dilihat secara cermat kajiannya,&amp;rdquo; kata Presiden Jokowi saat memberikan pengantar pada rapat terbatas mengenai Program Cipta Lapangan Kerja, di Kantor Presiden seperti dilansir setkab, Jakarta, Senin (11/11/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Bisakah Jumlah Eselon Dipangkas? Ini Faktanya!
Namun Presiden mengingatkan, yang tidak kalah pentingnya adalah mengubah orientasi prosedur ke orientasi hasil.

&amp;ldquo;Jangan sampai kita masih bertele-tele di prosedur tapi golnya, hasilnya justru itu tidak dilihat. Sekali lagi mengubah orientasi prosedur ke orientasi hasil,&amp;rdquo; tegasnya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Jokowi Mau Hapus Eselon, Jabatan Apa Saja yang Bisa Dipangkas?
Sebelumnya pada awal arahannya Presiden Jokowi menyampaikan, agar terjadi perbaikan ekosistem regulasi yang mendukung cipta lapangan kerja, seluruh kementerian harus mengidentifikasi regulasi-regulasi yang ada di kementerian yang menghambat.

&amp;ldquo;Jika ada yang menghambat, segera dipangkas atau diusulkan untuk dipangkas pada presiden,&amp;rdquo; pinta Presiden Jokowi.
&amp;nbsp;Khusus yang berkaitan dengan mandat dalam undang-undang, menurut  Presiden, akan dikumpulkan dan nanti akan dilakukan yang namanya omnibus  law yang akan dibahas bersama DPR.

&amp;ldquo;Ini perlu saya informasikan bahwa di Amerika, di sana sekarang kalau  ada menteri ingin mengeluarkan 1 Permen ia harus mencabut 2 Permen. Di  sini mestinya juga bisa kita lakukan itu, menteri kalau mau mengeluarkan  1 permen nyabutnya 40 permen, karena Permen kita di sini terlalu  banyak, banyak sekali. Tolong ini nanti dimulai dikaji lagi. Keluar 1  permen potong berapa Permen, kalau Amerika 1 memotong 2,&amp;rdquo; terang  Presiden Jokowi.

Tata Hubungan Pusat dan Daerah

Secara khusus Presiden Jokowi yang didampingi Wakil Presiden KH.  Ma&amp;rsquo;ruf Amin meminta kepada Mendagri untuk menata lagi tata hubungan  pemerintah pusat dan pemerintah daerah, pemerintah pusat dengan  pemerintah provinsi, dengan pemerintah kabupaten, dan pemerintah kota.

&amp;ldquo;Dilihat betul, supaya semuanya satu garis beriringan dalam cipta lapangan kerja,&amp;rdquo; tutur Presiden Jokowi.

Para gubernur, bupati, wali kota sampai DPRD, menurut Presiden, harus  semuanya paham dan satu garis tentang urgensinya cipta lapangan kerja.

Oleh sebab itu, lanjut Presiden, reformasi yang dilakukan di tingkat  pusat bergulir ke provinsi, ke kabupaten, dan kota, baik dari sisi  regulasi maupun kewenangan daerah dan juga sistem pelayanan birokrasi  yang ada di daerah.

Presiden juga meminta dilakukan reformasi besar-besaran dalam  penyiapan sumber daya manusia (SDM). Ia mengingatkan, reformasi  besar-besaran dalam penyiapan SDM nanti akan menjadi kunci negara kita  ini bisa melompat atau tidak bisa melompat.

&amp;ldquo;Pembenahan pendidikan vokasi SMK, politeknik betul-betul harus tereksekusi di lapangan,&amp;rdquo; tegasnya.
&amp;nbsp;Kartu pra kerja, sistem manajemen, menurut Presiden, semuanya   disiapkan sehingga nanti pada saat Januari dikeluarkan, betul-betul   sistem yang terintegrasi dan berbasis digital, mudah dikontrol, mudah   dimonitor.

Pelatihan vokasi, lanjut Presiden, juga tidak hanya dilakukan oleh   BLK (Balai Latihan Kerja). Perlu dilibatkan swasta, Kompas, dan   lain-lainnya, dan juga BUMN serta lembaga-lembaga kursus yang lainnya.

Tampak hadir dalam rapat terbatas itu antara lain Menko Polhukam   Mahfud MD, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko PMK Muhadjir   Effendy, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan, Mensesneg   Pratikno, Seskab Pramono Anung, Kepala Staf Presiden Moldoko, Menkeu  Sri  Mulyani Indrawati, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa,   Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah, Menperin Agus Gumiwang   Kartasasmita, Mendag Agus Suparmanto, Menteri ESDM Arifin Tasrif,   Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menhub Budi K. Sumadi.

Selain itu juga hadir Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri   BUMN Erick Thohir, Mendagri Tito Karnavian, Menlu Retno Marsudi,  Menteri  Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly, Mendikbud Nadiem Makarim,  Menkominfo  Johnny G. Plate, Menkop UKM Teten Masduki, Menteri Kelautan  dan  Perikanan Edhy Prabowo, dan Kepala BKPM Bahdil Lahadalia.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, sebaik apapun peraturan, sebaik apapun regulasi jika orientasi birokrasi belum berubah ini juga akan menjadi masalah yang berkaitan dengan kecepatan, yang berkaitan dengan sumbatan.

Oleh sebab itu, menurut Presiden, reformasi birokrasi harus dilakukan besar-besaran, beriringan paralel dengan pemangkasan regulasi-regulasi yang ada. Mengubah cara kerja yang manual/analog ke cara kerja digital, mengubah mindset dari dilayani menjadi melayani.

&amp;ldquo;Saya kira di Kementerian PANRB juga sudah menyiapkan yang nanti akan memangkas, yang pertama mungkin eselon 4 terlebih dahulu di setiap kementerian, meskipun ini juga harus dilihat secara cermat kajiannya,&amp;rdquo; kata Presiden Jokowi saat memberikan pengantar pada rapat terbatas mengenai Program Cipta Lapangan Kerja, di Kantor Presiden seperti dilansir setkab, Jakarta, Senin (11/11/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Bisakah Jumlah Eselon Dipangkas? Ini Faktanya!
Namun Presiden mengingatkan, yang tidak kalah pentingnya adalah mengubah orientasi prosedur ke orientasi hasil.

&amp;ldquo;Jangan sampai kita masih bertele-tele di prosedur tapi golnya, hasilnya justru itu tidak dilihat. Sekali lagi mengubah orientasi prosedur ke orientasi hasil,&amp;rdquo; tegasnya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Jokowi Mau Hapus Eselon, Jabatan Apa Saja yang Bisa Dipangkas?
Sebelumnya pada awal arahannya Presiden Jokowi menyampaikan, agar terjadi perbaikan ekosistem regulasi yang mendukung cipta lapangan kerja, seluruh kementerian harus mengidentifikasi regulasi-regulasi yang ada di kementerian yang menghambat.

&amp;ldquo;Jika ada yang menghambat, segera dipangkas atau diusulkan untuk dipangkas pada presiden,&amp;rdquo; pinta Presiden Jokowi.
&amp;nbsp;Khusus yang berkaitan dengan mandat dalam undang-undang, menurut  Presiden, akan dikumpulkan dan nanti akan dilakukan yang namanya omnibus  law yang akan dibahas bersama DPR.

&amp;ldquo;Ini perlu saya informasikan bahwa di Amerika, di sana sekarang kalau  ada menteri ingin mengeluarkan 1 Permen ia harus mencabut 2 Permen. Di  sini mestinya juga bisa kita lakukan itu, menteri kalau mau mengeluarkan  1 permen nyabutnya 40 permen, karena Permen kita di sini terlalu  banyak, banyak sekali. Tolong ini nanti dimulai dikaji lagi. Keluar 1  permen potong berapa Permen, kalau Amerika 1 memotong 2,&amp;rdquo; terang  Presiden Jokowi.

Tata Hubungan Pusat dan Daerah

Secara khusus Presiden Jokowi yang didampingi Wakil Presiden KH.  Ma&amp;rsquo;ruf Amin meminta kepada Mendagri untuk menata lagi tata hubungan  pemerintah pusat dan pemerintah daerah, pemerintah pusat dengan  pemerintah provinsi, dengan pemerintah kabupaten, dan pemerintah kota.

&amp;ldquo;Dilihat betul, supaya semuanya satu garis beriringan dalam cipta lapangan kerja,&amp;rdquo; tutur Presiden Jokowi.

Para gubernur, bupati, wali kota sampai DPRD, menurut Presiden, harus  semuanya paham dan satu garis tentang urgensinya cipta lapangan kerja.

Oleh sebab itu, lanjut Presiden, reformasi yang dilakukan di tingkat  pusat bergulir ke provinsi, ke kabupaten, dan kota, baik dari sisi  regulasi maupun kewenangan daerah dan juga sistem pelayanan birokrasi  yang ada di daerah.

Presiden juga meminta dilakukan reformasi besar-besaran dalam  penyiapan sumber daya manusia (SDM). Ia mengingatkan, reformasi  besar-besaran dalam penyiapan SDM nanti akan menjadi kunci negara kita  ini bisa melompat atau tidak bisa melompat.

&amp;ldquo;Pembenahan pendidikan vokasi SMK, politeknik betul-betul harus tereksekusi di lapangan,&amp;rdquo; tegasnya.
&amp;nbsp;Kartu pra kerja, sistem manajemen, menurut Presiden, semuanya   disiapkan sehingga nanti pada saat Januari dikeluarkan, betul-betul   sistem yang terintegrasi dan berbasis digital, mudah dikontrol, mudah   dimonitor.

Pelatihan vokasi, lanjut Presiden, juga tidak hanya dilakukan oleh   BLK (Balai Latihan Kerja). Perlu dilibatkan swasta, Kompas, dan   lain-lainnya, dan juga BUMN serta lembaga-lembaga kursus yang lainnya.

Tampak hadir dalam rapat terbatas itu antara lain Menko Polhukam   Mahfud MD, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko PMK Muhadjir   Effendy, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan, Mensesneg   Pratikno, Seskab Pramono Anung, Kepala Staf Presiden Moldoko, Menkeu  Sri  Mulyani Indrawati, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa,   Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah, Menperin Agus Gumiwang   Kartasasmita, Mendag Agus Suparmanto, Menteri ESDM Arifin Tasrif,   Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menhub Budi K. Sumadi.

Selain itu juga hadir Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri   BUMN Erick Thohir, Mendagri Tito Karnavian, Menlu Retno Marsudi,  Menteri  Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly, Mendikbud Nadiem Makarim,  Menkominfo  Johnny G. Plate, Menkop UKM Teten Masduki, Menteri Kelautan  dan  Perikanan Edhy Prabowo, dan Kepala BKPM Bahdil Lahadalia.</content:encoded></item></channel></rss>
