<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI: Ekonomi Syariah Jadi Solusi di Tengah Pelambatan Global</title><description>Bank Indonesia (BI) menilai ekonomi syariah menjadi salah satu solusi dalam menghadapi perlambatan ekonomi global</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/12/20/2128789/bi-ekonomi-syariah-jadi-solusi-di-tengah-pelambatan-global</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/11/12/20/2128789/bi-ekonomi-syariah-jadi-solusi-di-tengah-pelambatan-global"/><item><title>BI: Ekonomi Syariah Jadi Solusi di Tengah Pelambatan Global</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/12/20/2128789/bi-ekonomi-syariah-jadi-solusi-di-tengah-pelambatan-global</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/11/12/20/2128789/bi-ekonomi-syariah-jadi-solusi-di-tengah-pelambatan-global</guid><pubDate>Selasa 12 November 2019 15:12 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/12/20/2128789/bi-ekonomi-syariah-jadi-solusi-di-tengah-pelambatan-global-QW8gt38JF9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ISEF 2019</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/12/20/2128789/bi-ekonomi-syariah-jadi-solusi-di-tengah-pelambatan-global-QW8gt38JF9.jpg</image><title>ISEF 2019</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menilai ekonomi syariah menjadi salah satu solusi dalam menghadapi perlambatan ekonomi global yang saat ini tengah terjadi. IMF bahkan memprakirakan pertumbuhan ekonomi global hanya mampu tumbuh 3% di tahun 2019.

Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo menyatakan, perdagangan dunia tengah menghadapi tekanan karena perang dagang Amerika Serikat dan China yang tak kunjung usai, imbasnya terjadi perlambatan ekonomi global. Dalam kondisi demikian, maka dunia kini perlu mencari keseimbangan dan stabilitas ekonomi yang baru.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Gelar ISEF 2019, BI Jawab Tantangan Dalam Ekonomi Syariah
&quot;Tekanan tidak hanya terjadi di negara-negara dengan fundamental ekonomi yang buruk, tetapi juga di negara-negara dengan fundamental yang masih relatif sehat seperti Indonesia,&quot; ujarnya dalam acara Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2019 di JCC Senayan, Jakarta, Selasa (12/11/2019).

Menurut Dody, jika dalam waktu dekat sistem ekonomi yang berjalan masih sama seperti sebelumnya, maka ketidakmerataan ekonomi global pasti akan semakin meningkat dan semakin besar. Sehingga perlu ada solusi, yakni tatanan ekonomi dunia perlu diarahkan agar lebih adil.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ma'ruf Yakin Indonesia Jadi Pusat Kebangkitan Ekonomi Islam
&quot;Perlu tumbuh secara proporsional dan berkelanjutan,&quot; kata dia.

Dia menjelaskan kegiatan ekonomi harus lebih produktif, distribusi pendapatan harus lebih inklusif. Selanjutnya, transaksi keuangan harus didasarkan pada kegiatan ekonomi riil.
Semua hal tatanan ekonomi yang lebih adil tersebut mengandung prinsip  ekonomi, bisnis, dan keuangan Islam. Oleh sebab itu, ekonomi syariah  menjadi solusi di tengah perekonomian saat ini.

&quot;Perkembangan ekonomi dan keuangan Islam adalah solusi yang  memungkinkan untuk memperkuat struktur ekonomi dan pasar keuangan saat  ini dan di masa depan,&quot; katanya.

Dia menjelaskan, ekonomi dan keuangan syariah diyakini mengandung  nilai-nilai yang sangat condong ke arah keadilan yang lebih besar dalam  pembangunan sosial-ekonomi, keberlanjutan pertumbuhan ekonomi, dan  kesejahteraan manusia.

&quot;Keuangan syariah secara konsisten mempromosikan pembagian risiko  alih-alih pendekatan pembiayaan utang, yang diyakini akan meningkatkan  ketahanan dan stabilitas pasar keuangan,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menilai ekonomi syariah menjadi salah satu solusi dalam menghadapi perlambatan ekonomi global yang saat ini tengah terjadi. IMF bahkan memprakirakan pertumbuhan ekonomi global hanya mampu tumbuh 3% di tahun 2019.

Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo menyatakan, perdagangan dunia tengah menghadapi tekanan karena perang dagang Amerika Serikat dan China yang tak kunjung usai, imbasnya terjadi perlambatan ekonomi global. Dalam kondisi demikian, maka dunia kini perlu mencari keseimbangan dan stabilitas ekonomi yang baru.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Gelar ISEF 2019, BI Jawab Tantangan Dalam Ekonomi Syariah
&quot;Tekanan tidak hanya terjadi di negara-negara dengan fundamental ekonomi yang buruk, tetapi juga di negara-negara dengan fundamental yang masih relatif sehat seperti Indonesia,&quot; ujarnya dalam acara Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2019 di JCC Senayan, Jakarta, Selasa (12/11/2019).

Menurut Dody, jika dalam waktu dekat sistem ekonomi yang berjalan masih sama seperti sebelumnya, maka ketidakmerataan ekonomi global pasti akan semakin meningkat dan semakin besar. Sehingga perlu ada solusi, yakni tatanan ekonomi dunia perlu diarahkan agar lebih adil.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ma'ruf Yakin Indonesia Jadi Pusat Kebangkitan Ekonomi Islam
&quot;Perlu tumbuh secara proporsional dan berkelanjutan,&quot; kata dia.

Dia menjelaskan kegiatan ekonomi harus lebih produktif, distribusi pendapatan harus lebih inklusif. Selanjutnya, transaksi keuangan harus didasarkan pada kegiatan ekonomi riil.
Semua hal tatanan ekonomi yang lebih adil tersebut mengandung prinsip  ekonomi, bisnis, dan keuangan Islam. Oleh sebab itu, ekonomi syariah  menjadi solusi di tengah perekonomian saat ini.

&quot;Perkembangan ekonomi dan keuangan Islam adalah solusi yang  memungkinkan untuk memperkuat struktur ekonomi dan pasar keuangan saat  ini dan di masa depan,&quot; katanya.

Dia menjelaskan, ekonomi dan keuangan syariah diyakini mengandung  nilai-nilai yang sangat condong ke arah keadilan yang lebih besar dalam  pembangunan sosial-ekonomi, keberlanjutan pertumbuhan ekonomi, dan  kesejahteraan manusia.

&quot;Keuangan syariah secara konsisten mempromosikan pembagian risiko  alih-alih pendekatan pembiayaan utang, yang diyakini akan meningkatkan  ketahanan dan stabilitas pasar keuangan,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
