<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pelaku Bom Bunuh Diri Gunakan Jaket GoJek, Menhub: Kita Panggil Aplikatornya   </title><description>Pemanggilan aplikator bertujuan meminta keterangan terkait insiden bom bunuh diri
&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/13/320/2129413/pelaku-bom-bunuh-diri-gunakan-jaket-gojek-menhub-kita-panggil-aplikatornya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/11/13/320/2129413/pelaku-bom-bunuh-diri-gunakan-jaket-gojek-menhub-kita-panggil-aplikatornya"/><item><title>Pelaku Bom Bunuh Diri Gunakan Jaket GoJek, Menhub: Kita Panggil Aplikatornya   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/13/320/2129413/pelaku-bom-bunuh-diri-gunakan-jaket-gojek-menhub-kita-panggil-aplikatornya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/11/13/320/2129413/pelaku-bom-bunuh-diri-gunakan-jaket-gojek-menhub-kita-panggil-aplikatornya</guid><pubDate>Rabu 13 November 2019 16:40 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/13/320/2129413/pelaku-bom-bunuh-diri-gunakan-jaket-gojek-menhub-kita-panggil-aplikatornya-feicNpJeDg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/13/320/2129413/pelaku-bom-bunuh-diri-gunakan-jaket-gojek-menhub-kita-panggil-aplikatornya-feicNpJeDg.jpg</image><title>Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. (Foto: Okezone.com)</title></images><description> 
JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan memanggil perusahaan aplikator GoJek ke kantornya. Hal ini menyusul terjadinya insiden bom bunuh diri, yang pelakunya menggunakan atribut GoJek.
Pemanggilan aplikator bertujuan meminta keterangan terkait insiden tersebut. Termasuk juga untuk meningkatkan kewaspadaan agar peristiwa serupa tak terjadi lagi.
Baca Juga: Moeldoko Menduga Bomber Polrestabes Medan Sudah Pantau Lokasi
&quot;Kalau menilik yang terjadi, maka Kementerian Perhubungan akan memanggil para aplikator untuk tingkatkan kewaspadaan,&quot; ujarnya saat ditemui di Komplek DPR-RI, Jakarta, Rabu (13/11/2019).
Budi meminta agar para aplikator mengevaluasi proses rekrutmen mitra pengemudinya. Selain itu dirinya juga meminta kepada pihak aplikator untuk mengawasi peredaran atribut dari perusahaan masing-masing.

&quot;Lalu aplikator juga harus melakukan pemantauan terhadap anggota member yang aktif karena biasanya kalau ada orang pihak yang berkegiatan kayak gitu dia ada kelainan, karenanya kami akan panggil aplikator dan evaluasi. Mereka kami minta bikin SOP yang ketat,&quot; jelasnya.
Baca Juga: Markasnya Diserang Bom, Kapolrestabes Medan: Saya Belum Dapat Data Lengkap
Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan, pemerintah meminta agar atribut dari ojek online tidak dijual umum. Karena menurutnya, dengan dijual secara umum bisa di salah gunakan oleh pihak-pihak tertentu.&amp;ldquo;Saya juga akan komunikasi dengan aplikator apakah mungkin penjualan  atau pendistribusian (jaket ojol) akan dibatasi ke yang benar-benar  berprofesi,&amp;rdquo; ucapnya
Saat ditanya mengenai kemungkinan sang pelaku salah satu driver dari  ojek online, Budi mengaku belum bisa berkomentar. Pasalnya, meskipun  menggunakan atribut GoJek belum tentu yang bersangkutan merupakan driver  ojek online mengingat saat ini atribut ojek online banyak dijual bebas.
&amp;ldquo;Sekarang kan gini jaket itu bisa di mana-mana dijual bebas juga.  Bisa juga itu sebagai bentuk penyamaran dia bahwa seolah-olah dia  berprofesi itu dan dia bisa masuk ke mana-mana,&amp;rdquo; jelasnya.</description><content:encoded> 
JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan memanggil perusahaan aplikator GoJek ke kantornya. Hal ini menyusul terjadinya insiden bom bunuh diri, yang pelakunya menggunakan atribut GoJek.
Pemanggilan aplikator bertujuan meminta keterangan terkait insiden tersebut. Termasuk juga untuk meningkatkan kewaspadaan agar peristiwa serupa tak terjadi lagi.
Baca Juga: Moeldoko Menduga Bomber Polrestabes Medan Sudah Pantau Lokasi
&quot;Kalau menilik yang terjadi, maka Kementerian Perhubungan akan memanggil para aplikator untuk tingkatkan kewaspadaan,&quot; ujarnya saat ditemui di Komplek DPR-RI, Jakarta, Rabu (13/11/2019).
Budi meminta agar para aplikator mengevaluasi proses rekrutmen mitra pengemudinya. Selain itu dirinya juga meminta kepada pihak aplikator untuk mengawasi peredaran atribut dari perusahaan masing-masing.

&quot;Lalu aplikator juga harus melakukan pemantauan terhadap anggota member yang aktif karena biasanya kalau ada orang pihak yang berkegiatan kayak gitu dia ada kelainan, karenanya kami akan panggil aplikator dan evaluasi. Mereka kami minta bikin SOP yang ketat,&quot; jelasnya.
Baca Juga: Markasnya Diserang Bom, Kapolrestabes Medan: Saya Belum Dapat Data Lengkap
Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan, pemerintah meminta agar atribut dari ojek online tidak dijual umum. Karena menurutnya, dengan dijual secara umum bisa di salah gunakan oleh pihak-pihak tertentu.&amp;ldquo;Saya juga akan komunikasi dengan aplikator apakah mungkin penjualan  atau pendistribusian (jaket ojol) akan dibatasi ke yang benar-benar  berprofesi,&amp;rdquo; ucapnya
Saat ditanya mengenai kemungkinan sang pelaku salah satu driver dari  ojek online, Budi mengaku belum bisa berkomentar. Pasalnya, meskipun  menggunakan atribut GoJek belum tentu yang bersangkutan merupakan driver  ojek online mengingat saat ini atribut ojek online banyak dijual bebas.
&amp;ldquo;Sekarang kan gini jaket itu bisa di mana-mana dijual bebas juga.  Bisa juga itu sebagai bentuk penyamaran dia bahwa seolah-olah dia  berprofesi itu dan dia bisa masuk ke mana-mana,&amp;rdquo; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
