<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mendag Gelar Operasi Pasar di 15 Provinsi, Ada Apa?</title><description>Menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/13/320/2129465/mendag-gelar-operasi-pasar-di-15-provinsi-ada-apa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/11/13/320/2129465/mendag-gelar-operasi-pasar-di-15-provinsi-ada-apa"/><item><title>Mendag Gelar Operasi Pasar di 15 Provinsi, Ada Apa?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/13/320/2129465/mendag-gelar-operasi-pasar-di-15-provinsi-ada-apa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/11/13/320/2129465/mendag-gelar-operasi-pasar-di-15-provinsi-ada-apa</guid><pubDate>Rabu 13 November 2019 18:14 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/13/320/2129465/mendag-gelar-operasi-pasar-di-15-provinsi-ada-apa-aAeE4oQI8M.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Stabilitas Harga Bahan Pokok. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/13/320/2129465/mendag-gelar-operasi-pasar-di-15-provinsi-ada-apa-aAeE4oQI8M.jpg</image><title>Stabilitas Harga Bahan Pokok. (Foto: Okezone.com)</title></images><description> 
JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan menggelar operasi pasar di 15 provinsi mulai 16 November hingga 20 Desember 2019. Wacana ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020.
Baca Juga: Harga Cabai dan Bawang Anjlok, Mentan: Belum Perlu Diintervensi
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan, ada beberapa komoditas pangan yang rawan mengalami kenaikan. Misalnya seperti komoditas pangan beras, daging sapi, minyak goreng, ayam ras, cabai, bawang putih hingga gula.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/05/16/49932/253841_medium.jpg&quot; alt=&quot;Perum Bulog Pastikan Stok Beras Bulan Ramadan Aman&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Jadi kita harus stabilkan kebutuhan bahan pokok yang biasa digunakan untuk hari besar keagamaan,&quot; ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (13/11/2019).
Menurut Agus, dirinya menyebut beberapa komoditas tersebut berdasarkan data yang ia perolehnya dari Badan Pusat Statistik (BPS). Sebenarnya, berdasarkan data BPS hingga mayoritas harga bahan pokok relatif stabil.
Baca Juga: Kebutuhan Daging Jelang Lebaran Melonjak 400%
Akan tetapi memang ada beberapa komoditas pangan yang mengalami kenaikan. Misalnnya bawang merah dan ayam ras yang mengalami kenaikan masing-masing 5,7% dan 5,5%.
&quot;Data BPS sampai minggu ke-4 Okober harga bapok (bahan pokok) relatif stabil, termasuk beras, daging sapi, minyak goreng, gula, bahkan cabai rawit, cabe merah, telur ayam turun. Bawang merah naik 5,7%, daging ayam ras 5,5%,&quot; jelasnya.Menurut Agus, kenaikan harga bawang merah ini disebabkan oleh kondisi  cuaca. Beberapa bulan ini memang Indonesia sedang mengalami kemarau  panjang.
&quot;Jadi otomatis berpengaruh terhadap barang-barang tersebut. Maka kita  waspadai, makanya gunanya untuk penetrasi pasar, kondisi iklim suasana  di pasar supaya juga kita tahu pasokan cukup atau tidak,&quot; jelasnya.</description><content:encoded> 
JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan menggelar operasi pasar di 15 provinsi mulai 16 November hingga 20 Desember 2019. Wacana ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020.
Baca Juga: Harga Cabai dan Bawang Anjlok, Mentan: Belum Perlu Diintervensi
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan, ada beberapa komoditas pangan yang rawan mengalami kenaikan. Misalnya seperti komoditas pangan beras, daging sapi, minyak goreng, ayam ras, cabai, bawang putih hingga gula.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/05/16/49932/253841_medium.jpg&quot; alt=&quot;Perum Bulog Pastikan Stok Beras Bulan Ramadan Aman&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Jadi kita harus stabilkan kebutuhan bahan pokok yang biasa digunakan untuk hari besar keagamaan,&quot; ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (13/11/2019).
Menurut Agus, dirinya menyebut beberapa komoditas tersebut berdasarkan data yang ia perolehnya dari Badan Pusat Statistik (BPS). Sebenarnya, berdasarkan data BPS hingga mayoritas harga bahan pokok relatif stabil.
Baca Juga: Kebutuhan Daging Jelang Lebaran Melonjak 400%
Akan tetapi memang ada beberapa komoditas pangan yang mengalami kenaikan. Misalnnya bawang merah dan ayam ras yang mengalami kenaikan masing-masing 5,7% dan 5,5%.
&quot;Data BPS sampai minggu ke-4 Okober harga bapok (bahan pokok) relatif stabil, termasuk beras, daging sapi, minyak goreng, gula, bahkan cabai rawit, cabe merah, telur ayam turun. Bawang merah naik 5,7%, daging ayam ras 5,5%,&quot; jelasnya.Menurut Agus, kenaikan harga bawang merah ini disebabkan oleh kondisi  cuaca. Beberapa bulan ini memang Indonesia sedang mengalami kemarau  panjang.
&quot;Jadi otomatis berpengaruh terhadap barang-barang tersebut. Maka kita  waspadai, makanya gunanya untuk penetrasi pasar, kondisi iklim suasana  di pasar supaya juga kita tahu pasokan cukup atau tidak,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
