<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekspor Oktober 2019 Naik 5,92% di USD14,93 Miliar</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia pada Oktober 2019 mencapai USD14,93 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/15/20/2130143/ekspor-oktober-2019-naik-5-92-di-usd14-93-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/11/15/20/2130143/ekspor-oktober-2019-naik-5-92-di-usd14-93-miliar"/><item><title>Ekspor Oktober 2019 Naik 5,92% di USD14,93 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/15/20/2130143/ekspor-oktober-2019-naik-5-92-di-usd14-93-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/11/15/20/2130143/ekspor-oktober-2019-naik-5-92-di-usd14-93-miliar</guid><pubDate>Jum'at 15 November 2019 09:35 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/15/20/2130143/ekspor-oktober-2019-turun-6-13-di-usd14-93-miliar-UfsQxSmudO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Konferensi Pers Neraca Perdagangan Oktober 2019 (Foto: Okezone.com/Yohana Artha Uly)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/15/20/2130143/ekspor-oktober-2019-turun-6-13-di-usd14-93-miliar-UfsQxSmudO.jpg</image><title>Konferensi Pers Neraca Perdagangan Oktober 2019 (Foto: Okezone.com/Yohana Artha Uly)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia pada Oktober 2019 mencapai USD14,93 miliar. Realisasi ini mengalami penurunan 6,13% dari Oktober 2018 yang mencapai USD15,91 miliar.
Namun bila dibandingkan dengan laju ekspor pada September 2019, tercatat mengalami peningkatan 5,92%. Di mana pada periode tersebut ekspor tercatat mencapai USD14,10 miliar.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Mendag Kejar Fasilitas Bea Masuk 0% dari AS Sebelum Akhir Tahun
Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, penurunan ekspor pada Oktober 2019, di antaranya dipengaruhi berbagai kondisi global yang membuat harga komoditas bergerak fluktuatif. Salah satunya harga minyak mentah Indonesia (ICP) yang tercatat menurun jadi USD59,82 per barel dari September 2019 yang sebesar USD60,84 per barel.
&quot;Sehingga kinerja ekspor pada September 2019 mencapai USD14,93 miliar, mengalami kenaikan secara bulanan, tetapi secara tahunan mengalami penurunan kinerja,&quot; ujar dia dalam konferensi pers di Gedung Pusat BPS, Jakarta, Jumat (15/11/2019).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ekspor Nikel Distop, Kepala BKPM Heran Masih Ada Pengusaha yang Ribut
Dia menjelaskan, bila dibandingkan dengan bulan lalu maka laju ekspor komoditas migas tercatat mengalami peningkatan 11,58%. Pada September 2019 ekspor migas tercatat sebesar USD920 juta, naik dari bulan sebelumnya USD830 juta.
Kemudian pada komoditas nonmigas juga terjadi peningkatan 5,56%, menjadi USD14,01 miliar pada Oktober 2019 dari USD13,27 miliar di September 2019.Secara rinci, komoditas nonmigas yang mengalami peningkatan nilai  ekspor tertinggi yakni bahan bakar mineral sebesar USD144,6 juta, lalu  bijih, kerak, dan abu logam USD107,6 juta, alas kaki USD97,7 juta,  kendaraan dan bagiannya USD84,3 juta, serta bubur kayu/pulp USD80,5  juta.
Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan nilai ekspor terendah  terjadi pada kapal perahu dan struktur terapung lainnya sebesar USD74,1  juta, berbagai makanan olahan USD67,1 juta, lemak dan minyak  hewan/nabati USD41,1 juta, barang-barang rajutan USD24,5 juta, serta  perhiasan/permata USD20,8 juta.
Adapun sepanjang Januari-Oktober 2019 kinerja ekspor Indonesia  tercatat mencapai USD139,11 miliar. Realisasi ini lebih rendah 7,8% dari  periode Januari-Oktober 2018 yang sebesar USD150,87 miliar.
&quot;Tentunya ke depan tantangannya akan betul-betul luar biasa karena  ekonomi global mengalami perlambatan dan harga komoditas masih  fluktuatif, ini harus dipikirkan cara menghadapinya,&quot; kata dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia pada Oktober 2019 mencapai USD14,93 miliar. Realisasi ini mengalami penurunan 6,13% dari Oktober 2018 yang mencapai USD15,91 miliar.
Namun bila dibandingkan dengan laju ekspor pada September 2019, tercatat mengalami peningkatan 5,92%. Di mana pada periode tersebut ekspor tercatat mencapai USD14,10 miliar.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Mendag Kejar Fasilitas Bea Masuk 0% dari AS Sebelum Akhir Tahun
Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, penurunan ekspor pada Oktober 2019, di antaranya dipengaruhi berbagai kondisi global yang membuat harga komoditas bergerak fluktuatif. Salah satunya harga minyak mentah Indonesia (ICP) yang tercatat menurun jadi USD59,82 per barel dari September 2019 yang sebesar USD60,84 per barel.
&quot;Sehingga kinerja ekspor pada September 2019 mencapai USD14,93 miliar, mengalami kenaikan secara bulanan, tetapi secara tahunan mengalami penurunan kinerja,&quot; ujar dia dalam konferensi pers di Gedung Pusat BPS, Jakarta, Jumat (15/11/2019).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ekspor Nikel Distop, Kepala BKPM Heran Masih Ada Pengusaha yang Ribut
Dia menjelaskan, bila dibandingkan dengan bulan lalu maka laju ekspor komoditas migas tercatat mengalami peningkatan 11,58%. Pada September 2019 ekspor migas tercatat sebesar USD920 juta, naik dari bulan sebelumnya USD830 juta.
Kemudian pada komoditas nonmigas juga terjadi peningkatan 5,56%, menjadi USD14,01 miliar pada Oktober 2019 dari USD13,27 miliar di September 2019.Secara rinci, komoditas nonmigas yang mengalami peningkatan nilai  ekspor tertinggi yakni bahan bakar mineral sebesar USD144,6 juta, lalu  bijih, kerak, dan abu logam USD107,6 juta, alas kaki USD97,7 juta,  kendaraan dan bagiannya USD84,3 juta, serta bubur kayu/pulp USD80,5  juta.
Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan nilai ekspor terendah  terjadi pada kapal perahu dan struktur terapung lainnya sebesar USD74,1  juta, berbagai makanan olahan USD67,1 juta, lemak dan minyak  hewan/nabati USD41,1 juta, barang-barang rajutan USD24,5 juta, serta  perhiasan/permata USD20,8 juta.
Adapun sepanjang Januari-Oktober 2019 kinerja ekspor Indonesia  tercatat mencapai USD139,11 miliar. Realisasi ini lebih rendah 7,8% dari  periode Januari-Oktober 2018 yang sebesar USD150,87 miliar.
&quot;Tentunya ke depan tantangannya akan betul-betul luar biasa karena  ekonomi global mengalami perlambatan dan harga komoditas masih  fluktuatif, ini harus dipikirkan cara menghadapinya,&quot; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
