<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>3 Karakter Seorang Miliarder, Ternyata Tak Hanya Faktor Kecerdasan</title><description>Kecerdasan ternyata bukan faktor utama yang membuat seseorang menjadi miliarder</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/15/320/2130211/3-karakter-seorang-miliarder-ternyata-tak-hanya-faktor-kecerdasan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/11/15/320/2130211/3-karakter-seorang-miliarder-ternyata-tak-hanya-faktor-kecerdasan"/><item><title>3 Karakter Seorang Miliarder, Ternyata Tak Hanya Faktor Kecerdasan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/15/320/2130211/3-karakter-seorang-miliarder-ternyata-tak-hanya-faktor-kecerdasan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/11/15/320/2130211/3-karakter-seorang-miliarder-ternyata-tak-hanya-faktor-kecerdasan</guid><pubDate>Jum'at 15 November 2019 14:16 WIB</pubDate><dc:creator>Fabbiola Irawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/15/320/2130211/3-karakter-seorang-miliarder-ternyata-tak-hanya-faktor-kecerdasan-tlQHHd381F.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Orang Kaya. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/15/320/2130211/3-karakter-seorang-miliarder-ternyata-tak-hanya-faktor-kecerdasan-tlQHHd381F.jpg</image><title>Ilustrasi Orang Kaya. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kecerdasan ternyata bukan faktor utama yang membuat seseorang menjadi miliarder. Sifat seperti siap mengambil risiko, fokus, dan tekad adalah tiga karakter yang bikin seseorang menjadi miliarder.
Menurut UBS and PwC&amp;rsquo;s 2019 Billionares Report, karakter kepribadian  itu menciptakan atau meningkatkan peluang seseorang untuk bisa sukses. Miliarder menjadi sukses jika tahu mengambil risiko secara cerdas, fokus yang tinggi pada bisnis dan dapat melihat peluang. Selain itu miliarder juga berpikir panjang dari keputusan yang diambilnya.
Baca Juga: Youtubers Berpenghasilan Tertinggi di Dunia Ternyata Anak Kecil
&amp;ldquo;Saya mengobrol dengan klien tentang kesuksesan dan cara menggapai kesuksesan  di perusahaan. Saya berpikir bukan untuk jangka pendek. Saya berpikir 10 tahun mendatang,&amp;rdquo; kata Managing Director of UBS&amp;rsquo; Head of Ultra High Net Worth America John Matthews, melansir Business Insider, Jumat (15/11/2019).
Berdasarkan studi yang dilakukan UBS dan PwC menemukan pemikiran miliarder sangat out of the box dari mayoritas orang.

Hal ini dibuktikan dari penelitian yang dilakukan oleh Rainer Zitelman, peneliti asal Jerman. Ia melakukan tes kepribadian terhadap 43 orang dengan kekayaan bersih di atas USD11 juta (Rp154 miliar &amp;ndash; kurs Rp14.000 per USD). Zitelman menemukan, miliarder cenderung bisa bekerja walaupun dalam keadaan frustrasi dan sangat detil daripada masyarakat pada umumnya.
Baca Juga: Bukan Warisan, Ini yang Bill Gates hingga Ashton Kutcher Siapkan untuk Anaknya
&amp;ldquo;Intinya, kamu bisa bilang kalau miliarder kurang menyenangkan. Tetapi, kesadarannya lebih tinggi, lebih terbuka untuk pengalaman baru,&amp;rdquo; ungkap Zitelman.Sementara itu, Pengusaha Rafael Badziag menghabiskan lima tahun untuk  melakukan wawancara langsung dengan 21 miliarder yang murni tanpa  warisan. Dia mengemuka karakteristik yang sama seperti Zitelman.
&amp;ldquo;Milioner adalah pribadi yang individualismenya positif. Sehingga  terkadang melanggar aturan saat di usia belia,&amp;rdquo; tulis Badziag dalam  bukunya, &quot;The Billion Dollar Secret: 20 Prinsip Billionaire Wealth and  Success.&amp;rdquo;
Badziag menambahkan, &amp;ldquo;mengetahui waktu yang tepat untuk melakukan  penggebrakan, kapan untuk ke arah berlawanan. Jika salah, miliarder akan  mengalami kebangkrutan.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kecerdasan ternyata bukan faktor utama yang membuat seseorang menjadi miliarder. Sifat seperti siap mengambil risiko, fokus, dan tekad adalah tiga karakter yang bikin seseorang menjadi miliarder.
Menurut UBS and PwC&amp;rsquo;s 2019 Billionares Report, karakter kepribadian  itu menciptakan atau meningkatkan peluang seseorang untuk bisa sukses. Miliarder menjadi sukses jika tahu mengambil risiko secara cerdas, fokus yang tinggi pada bisnis dan dapat melihat peluang. Selain itu miliarder juga berpikir panjang dari keputusan yang diambilnya.
Baca Juga: Youtubers Berpenghasilan Tertinggi di Dunia Ternyata Anak Kecil
&amp;ldquo;Saya mengobrol dengan klien tentang kesuksesan dan cara menggapai kesuksesan  di perusahaan. Saya berpikir bukan untuk jangka pendek. Saya berpikir 10 tahun mendatang,&amp;rdquo; kata Managing Director of UBS&amp;rsquo; Head of Ultra High Net Worth America John Matthews, melansir Business Insider, Jumat (15/11/2019).
Berdasarkan studi yang dilakukan UBS dan PwC menemukan pemikiran miliarder sangat out of the box dari mayoritas orang.

Hal ini dibuktikan dari penelitian yang dilakukan oleh Rainer Zitelman, peneliti asal Jerman. Ia melakukan tes kepribadian terhadap 43 orang dengan kekayaan bersih di atas USD11 juta (Rp154 miliar &amp;ndash; kurs Rp14.000 per USD). Zitelman menemukan, miliarder cenderung bisa bekerja walaupun dalam keadaan frustrasi dan sangat detil daripada masyarakat pada umumnya.
Baca Juga: Bukan Warisan, Ini yang Bill Gates hingga Ashton Kutcher Siapkan untuk Anaknya
&amp;ldquo;Intinya, kamu bisa bilang kalau miliarder kurang menyenangkan. Tetapi, kesadarannya lebih tinggi, lebih terbuka untuk pengalaman baru,&amp;rdquo; ungkap Zitelman.Sementara itu, Pengusaha Rafael Badziag menghabiskan lima tahun untuk  melakukan wawancara langsung dengan 21 miliarder yang murni tanpa  warisan. Dia mengemuka karakteristik yang sama seperti Zitelman.
&amp;ldquo;Milioner adalah pribadi yang individualismenya positif. Sehingga  terkadang melanggar aturan saat di usia belia,&amp;rdquo; tulis Badziag dalam  bukunya, &quot;The Billion Dollar Secret: 20 Prinsip Billionaire Wealth and  Success.&amp;rdquo;
Badziag menambahkan, &amp;ldquo;mengetahui waktu yang tepat untuk melakukan  penggebrakan, kapan untuk ke arah berlawanan. Jika salah, miliarder akan  mengalami kebangkrutan.</content:encoded></item></channel></rss>
