<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Labuan Bajo Hanya untuk Turis Berkantong Tebal, Sobat Missqueen Dilarang Masuk?</title><description>Pemerintah tengah mengembangkan 5 Bali Baru, salah satunya Labuan Bajo,  Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai pariwisata super prioritas.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/15/320/2130238/labuan-bajo-hanya-untuk-turis-berkantong-tebal-sobat-missqueen-dilarang-masuk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/11/15/320/2130238/labuan-bajo-hanya-untuk-turis-berkantong-tebal-sobat-missqueen-dilarang-masuk"/><item><title>Labuan Bajo Hanya untuk Turis Berkantong Tebal, Sobat Missqueen Dilarang Masuk?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/15/320/2130238/labuan-bajo-hanya-untuk-turis-berkantong-tebal-sobat-missqueen-dilarang-masuk</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/11/15/320/2130238/labuan-bajo-hanya-untuk-turis-berkantong-tebal-sobat-missqueen-dilarang-masuk</guid><pubDate>Jum'at 15 November 2019 13:33 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/15/320/2130238/labuan-bajo-hanya-untuk-turis-berkantong-tebal-sobat-missqueen-dilarang-masuk-a4YYJ3rDX3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Labuan Bajo (Foto: Okezone.com/Dani Jumadil Akhir)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/15/320/2130238/labuan-bajo-hanya-untuk-turis-berkantong-tebal-sobat-missqueen-dilarang-masuk-a4YYJ3rDX3.jpg</image><title>Labuan Bajo (Foto: Okezone.com/Dani Jumadil Akhir)</title></images><description>LABUAN BAJO - Pemerintah tengah mengembangkan 5 Bali Baru, salah satunya Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai pariwisata super prioritas. Labuan Bajo akan dirancang sebagai wisata premium atau untuk turis berkantong tebal.

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan NTT Lydia Kurniawati Christyana mengatakan, saat ini untuk mengunjungi tempat wisata di NTT memang membutuhkan ongkos yang besar karena beberapa infrastrukturnya masih belum lengkap.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Pikat Minat Milenial, Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo Galakkan Teknologi Digital
&quot;Bahwa banyak wisata yang potensial tapi belum dikelola baik sehingga untuk menuju wisata potensial dan cantik tadi membutuhkan biaya cukup tinggi,&quot; kata Lidya di Labuan Bajo, Jumat (15/11/2019).
&amp;nbsp;
Pernyataan ini sekaligus menanggapi sikap Gubernur NTT Viktor Laiskodat yang menyebut wisatawan asing berkantong tipis atau miskin dilarang masuk ke NTT untuk menikmati keindahan pariwisata.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Kadin Beri PR ke Wishnutama, dari Jumlah Wisman hingga Unicorn
&quot;Pak gubernur NTT kan statementnya selalu menohok, mungkin ini bagian dari bahasa beliau,&quot; katanya.

Lidya mencontohkan bagaimana mahalnya berwisata ke NTT, khususnya di Labuan Bajo. Sebab, penerbangan ke Labuan Bajo hanya ada tiga maskapai yang melakukan penerbangan langsung ke Bandara Komodo, sisanya harus transit di Bali.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ini Kawasan Pariwisata di Sulawesi yang Mulai Ditata 
&quot;Oleh karena itu pemerintah sangat memikirkan gimana sarana prasarana untuk menuju proyek prioritas tadi diperbaiki lebih dahulu,&quot; ujarnya.
Lidya menyakini, jika seluruh infrastruktur pariwisata di NTT  khususnya Labuan Bajo sudah rampung akan menurunkan ongkos wisata yang  ingin melihat Pulau Padar maupun Komodo

Di tempat yang sama, Kepala Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo  Flores (BPOLBF) Kementerian Pariwisata Shana Fatina menyatakan bahwa NTT  menjadi salah satu tujuan wisata terbaik di dunia, untuk itu market  wisata di NTT memang premium.

&quot;Fokus pak gubernur NTT adalah memberikan nilai tambah pada  wisatawan. karena kami ingin wisatawan belanja banyak sehingga  multiplier effect lebih banyak. Positioning kita memang ke market  premium karena baru berkembang sehingga ekspektasi diset lebih awal,&quot;  katanya.

Menurutnya, pariwisata harus dibentuk sebaik mungkin agar menimbulkan image yang baik untuk turis.

&quot;Karena di pariwisata, manage ekspektasi sangat penting sehingga  jangan sampai image-nya 'wah tapi begini doang'. untuk buat rasa lebih  nyaman, harus diset dari awal,&quot; katanya.</description><content:encoded>LABUAN BAJO - Pemerintah tengah mengembangkan 5 Bali Baru, salah satunya Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai pariwisata super prioritas. Labuan Bajo akan dirancang sebagai wisata premium atau untuk turis berkantong tebal.

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan NTT Lydia Kurniawati Christyana mengatakan, saat ini untuk mengunjungi tempat wisata di NTT memang membutuhkan ongkos yang besar karena beberapa infrastrukturnya masih belum lengkap.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Pikat Minat Milenial, Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo Galakkan Teknologi Digital
&quot;Bahwa banyak wisata yang potensial tapi belum dikelola baik sehingga untuk menuju wisata potensial dan cantik tadi membutuhkan biaya cukup tinggi,&quot; kata Lidya di Labuan Bajo, Jumat (15/11/2019).
&amp;nbsp;
Pernyataan ini sekaligus menanggapi sikap Gubernur NTT Viktor Laiskodat yang menyebut wisatawan asing berkantong tipis atau miskin dilarang masuk ke NTT untuk menikmati keindahan pariwisata.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Kadin Beri PR ke Wishnutama, dari Jumlah Wisman hingga Unicorn
&quot;Pak gubernur NTT kan statementnya selalu menohok, mungkin ini bagian dari bahasa beliau,&quot; katanya.

Lidya mencontohkan bagaimana mahalnya berwisata ke NTT, khususnya di Labuan Bajo. Sebab, penerbangan ke Labuan Bajo hanya ada tiga maskapai yang melakukan penerbangan langsung ke Bandara Komodo, sisanya harus transit di Bali.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ini Kawasan Pariwisata di Sulawesi yang Mulai Ditata 
&quot;Oleh karena itu pemerintah sangat memikirkan gimana sarana prasarana untuk menuju proyek prioritas tadi diperbaiki lebih dahulu,&quot; ujarnya.
Lidya menyakini, jika seluruh infrastruktur pariwisata di NTT  khususnya Labuan Bajo sudah rampung akan menurunkan ongkos wisata yang  ingin melihat Pulau Padar maupun Komodo

Di tempat yang sama, Kepala Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo  Flores (BPOLBF) Kementerian Pariwisata Shana Fatina menyatakan bahwa NTT  menjadi salah satu tujuan wisata terbaik di dunia, untuk itu market  wisata di NTT memang premium.

&quot;Fokus pak gubernur NTT adalah memberikan nilai tambah pada  wisatawan. karena kami ingin wisatawan belanja banyak sehingga  multiplier effect lebih banyak. Positioning kita memang ke market  premium karena baru berkembang sehingga ekspektasi diset lebih awal,&quot;  katanya.

Menurutnya, pariwisata harus dibentuk sebaik mungkin agar menimbulkan image yang baik untuk turis.

&quot;Karena di pariwisata, manage ekspektasi sangat penting sehingga  jangan sampai image-nya 'wah tapi begini doang'. untuk buat rasa lebih  nyaman, harus diset dari awal,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
