<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kementerian ESDM Minta Kampus Pacu Penelitian Energi Terbarukan</title><description>ESDM meminta dukungan pihak universitas untuk menggiatkan penelitian Energi Baru Terbarukan (EBT)</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/16/320/2130651/kementerian-esdm-minta-kampus-pacu-penelitian-energi-terbarukan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/11/16/320/2130651/kementerian-esdm-minta-kampus-pacu-penelitian-energi-terbarukan"/><item><title>Kementerian ESDM Minta Kampus Pacu Penelitian Energi Terbarukan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/16/320/2130651/kementerian-esdm-minta-kampus-pacu-penelitian-energi-terbarukan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/11/16/320/2130651/kementerian-esdm-minta-kampus-pacu-penelitian-energi-terbarukan</guid><pubDate>Sabtu 16 November 2019 21:14 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/16/320/2130651/kementerian-esdm-minta-kampus-pacu-penelitian-energi-terbarukan-yP924ukENg.png" expression="full" type="image/jpeg">Pembangunan PLTB Tolo, Jeneponto. (Foto: Okezone.com/Dok. Kementerian ESDM)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/16/320/2130651/kementerian-esdm-minta-kampus-pacu-penelitian-energi-terbarukan-yP924ukENg.png</image><title>Pembangunan PLTB Tolo, Jeneponto. (Foto: Okezone.com/Dok. Kementerian ESDM)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta dukungan pihak universitas untuk menggiatkan penelitian Energi Baru Terbarukan (EBT) yang tengah digalakkan oleh pemerintah. Di mana pengembangan EBT berpotensi memberikan kontribusi besar pada ketahanan energi nasional dan perekonomian nasional yang berkelanjutan.
Baca Juga: Bakal Ada Perpres Perbaikan Harga Energi Baru Terbarukan
Dengan peran krusial dari EBT, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif meminta hal tersebut dalam acara International ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) Business Summit 2019.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/08/20/58466/299027_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pemanfaatan PLTS Atap di Ibu Kota&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Pemerintah membutuhkan dukungan dari pihak universitas untuk menggiatkan penelitian di sektor EBT. Hal ini demi mendorong industri EBT agar lebih efisien. Terus lakukan riset teknologi lanjutan agar bisa memberikan masukan kepada Pemerintah,&quot; ungkap Arifin, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (16/11/2019).
Baca Juga: Manfaatkan Panel Surya untuk Turunkan Emisi Karbon
Sebagai informasi, International ITS Business Summit 2019 merupakan salah satu sarana mempertemukan para pemangku kepentingan seperti pemerintah, perguruan tinggi dan pelaku usaha.
Selain mampu mewujudkan ketahanan energi di masa depan, target bauran energi berbasis EBT sebesar 23% di tahun 2025 diproyeksikan menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional melalui penyerapan tenaga kerja.
&quot;Dunia sudah mulai membicarakan transisi energi sejak adanya  inisiatif Paris Agreement yang menghasilkan energi bersih. Potensi EBT  yang melimpah di Indonesia akan menarik investor. Jadi, meningkatkan  pertumbuhan ekonomi berkelanjutan yang lebih baik dengan hadirnya  lapangan kerja,&quot; kata Arifin.
Arifin mengungkapkan, suksesnya sejumlah negara berlomba-lomba  memanfaatkan matahari sebagai sumber listrik menjadi bukti EBT sebagai  energi masa depan. Untuk itu, pemanfaatan EBT akan dioptimalkan melalui  eksekusi mega proyek 35 ribu Mega Watt (MW).
&quot;Sebagai energi masa depan, EBT sudah selayaknya mengisi program 35 ribu MW,&quot; tandas Arifin.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta dukungan pihak universitas untuk menggiatkan penelitian Energi Baru Terbarukan (EBT) yang tengah digalakkan oleh pemerintah. Di mana pengembangan EBT berpotensi memberikan kontribusi besar pada ketahanan energi nasional dan perekonomian nasional yang berkelanjutan.
Baca Juga: Bakal Ada Perpres Perbaikan Harga Energi Baru Terbarukan
Dengan peran krusial dari EBT, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif meminta hal tersebut dalam acara International ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) Business Summit 2019.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/08/20/58466/299027_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pemanfaatan PLTS Atap di Ibu Kota&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&quot;Pemerintah membutuhkan dukungan dari pihak universitas untuk menggiatkan penelitian di sektor EBT. Hal ini demi mendorong industri EBT agar lebih efisien. Terus lakukan riset teknologi lanjutan agar bisa memberikan masukan kepada Pemerintah,&quot; ungkap Arifin, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (16/11/2019).
Baca Juga: Manfaatkan Panel Surya untuk Turunkan Emisi Karbon
Sebagai informasi, International ITS Business Summit 2019 merupakan salah satu sarana mempertemukan para pemangku kepentingan seperti pemerintah, perguruan tinggi dan pelaku usaha.
Selain mampu mewujudkan ketahanan energi di masa depan, target bauran energi berbasis EBT sebesar 23% di tahun 2025 diproyeksikan menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional melalui penyerapan tenaga kerja.
&quot;Dunia sudah mulai membicarakan transisi energi sejak adanya  inisiatif Paris Agreement yang menghasilkan energi bersih. Potensi EBT  yang melimpah di Indonesia akan menarik investor. Jadi, meningkatkan  pertumbuhan ekonomi berkelanjutan yang lebih baik dengan hadirnya  lapangan kerja,&quot; kata Arifin.
Arifin mengungkapkan, suksesnya sejumlah negara berlomba-lomba  memanfaatkan matahari sebagai sumber listrik menjadi bukti EBT sebagai  energi masa depan. Untuk itu, pemanfaatan EBT akan dioptimalkan melalui  eksekusi mega proyek 35 ribu Mega Watt (MW).
&quot;Sebagai energi masa depan, EBT sudah selayaknya mengisi program 35 ribu MW,&quot; tandas Arifin.</content:encoded></item></channel></rss>
