<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ingin Investasi Properti? Riset dan Perhitungan Kuncinya!</title><description>Berinvestasi tentu menjadi pilihan bagi sebagian orang dalam mendapatkan keuntungan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/17/470/2130981/ingin-investasi-properti-riset-dan-perhitungan-kuncinya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/11/17/470/2130981/ingin-investasi-properti-riset-dan-perhitungan-kuncinya"/><item><title>Ingin Investasi Properti? Riset dan Perhitungan Kuncinya!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/17/470/2130981/ingin-investasi-properti-riset-dan-perhitungan-kuncinya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/11/17/470/2130981/ingin-investasi-properti-riset-dan-perhitungan-kuncinya</guid><pubDate>Minggu 17 November 2019 21:04 WIB</pubDate><dc:creator>Rizqa Leony Putri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/17/470/2130981/ingin-investasi-properti-riset-dan-perhitungan-kuncinya-Se0cRAuPNp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rumah (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/17/470/2130981/ingin-investasi-properti-riset-dan-perhitungan-kuncinya-Se0cRAuPNp.jpg</image><title>Rumah (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Berinvestasi tentu menjadi pilihan bagi sebagian orang dalam mendapatkan keuntungan. Hal ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya melalui investasi di bidang properti.

Beberapa jenis properti bahkan mampu menghasilkan cash flow dengan baik di masa depan. Namun, terdapat hal yang perlu diperhatikan ketika ingin memulai investasi di bidang properti agar tak salah langkah.

Berikut ini beberapa tips dalam memutuskan untuk investasi properti yang tepat, dilansir dari USA Today, Jakarta, Minggu (17/11/2019).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Material Kayu di Rumah Ternoda, Bisa dengan Pemutih atau Diamplas
 
1. Lakukan Hitungan dengan Matang
Beberapa calon investor mungkin tertarik pada properti karena harga rumah yang masih tetap kuat di banyak daerah selama dekade terakhir. Akan tetapi, harga di pasaran tidak selamanya dapat kamu kendalikan.
&amp;nbsp;
Berfokuslah pada 'kapitalisasi' yang bisa membantumu untuk menentukan tingkat pengembalian properti. Kamu dapat menghitungnya dengan cara membagi pendapatan bersih tahunan suatu properti dengan nilai rumah, yaitu sewa tahunan dikurangi dengan biaya apa pun.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Cara Membuat Rak Buku Sendiri, Unik dan Hemat Biaya 
 
2. Perdalam Riset
Saat kamu ingin memulai berinvestasi dalam properti, lakukanlah riset. Kamu dapat meneliti apapun hal yang sekiranya terkait dan penting untuk dipelajari, seperti tingkat ekonomi, demografi, dan lainnya.

Penting bagimu untuk memeriksa demografi yang ada, seperti tingkat pengangguran dan pendapatan di kawasan sekitar. Hal ini tentu dapat membantu menentukan apakah kamu akan menemukan penyewa yang tepat dan sesuai untuk propertimu.

 
3. Pelajari Aturan Hukum yang Berlaku
Hukum yang mengatur properti sewaan dapat sangat bervariasi antara satu daerah dengan lainnya. Beberapa negara dianggap bersahabat dengan tuan tanah, sementara yang lain memiliki undang-undang yang memberikan perlindungan kuat kepada penyewa.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Berencana Cat Dinding Kamar Mandi atau Dapur? Perhatikan 4 Hal Berikut 
Bahkan, di beberapa negara bagian, uang jaminan harus dalam rekening terpisah dari uang sewaan. Banyak negara bagian mewajibkan pemilik membayar bunga atas uang jaminan.
&amp;nbsp;
 4. Siapkan Diri untuk Kejadian Tak Terduga
Beberapa investor memutuskan untuk mengurus sendiri pemeliharaan  properti investasi daripada menyewa manajer properti untuk menangani  masalah yang terjadi. Pendekatan itu dapat menurunkan biaya tak terduga,  namun sayangnya lebih memakan banyak waktu.

Penting untuk membeli asuransi pemilik, karena seperti halnya  asuransi pemilik rumah, ia dapat membantu melindungi properti yang kamu  miliki. Biayanya pun bervariasi tergantung pada rumah dan tingkat  cakupan.

 
5. Sisihkan Sejumlah Uang Tunai
Selain masalah pemeliharaan mendadak, investor harus selalu siap  siaga uang kas di tangan untuk menghadapi risiko hilangnya pendapatan.  Uang pegangan darurat dapat berasal dari tabungan yang telah disisihkan  untuk memperbaiki masalah pemeliharaan, seperti mengecat ulang properti.

 
6. Melihat Secara Jangka Panjang
Semakin lama kamu memegang properti, semakin besar pula kemungkinan  untuk mendapatkan pengembalian. Hal itu karena real estat tidak mudah  atau murah untuk dijual sebagai saham atau obligasi, sehingga pembeli  harus siap untuk investasi jangka panjang.</description><content:encoded>JAKARTA - Berinvestasi tentu menjadi pilihan bagi sebagian orang dalam mendapatkan keuntungan. Hal ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya melalui investasi di bidang properti.

Beberapa jenis properti bahkan mampu menghasilkan cash flow dengan baik di masa depan. Namun, terdapat hal yang perlu diperhatikan ketika ingin memulai investasi di bidang properti agar tak salah langkah.

Berikut ini beberapa tips dalam memutuskan untuk investasi properti yang tepat, dilansir dari USA Today, Jakarta, Minggu (17/11/2019).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Material Kayu di Rumah Ternoda, Bisa dengan Pemutih atau Diamplas
 
1. Lakukan Hitungan dengan Matang
Beberapa calon investor mungkin tertarik pada properti karena harga rumah yang masih tetap kuat di banyak daerah selama dekade terakhir. Akan tetapi, harga di pasaran tidak selamanya dapat kamu kendalikan.
&amp;nbsp;
Berfokuslah pada 'kapitalisasi' yang bisa membantumu untuk menentukan tingkat pengembalian properti. Kamu dapat menghitungnya dengan cara membagi pendapatan bersih tahunan suatu properti dengan nilai rumah, yaitu sewa tahunan dikurangi dengan biaya apa pun.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Cara Membuat Rak Buku Sendiri, Unik dan Hemat Biaya 
 
2. Perdalam Riset
Saat kamu ingin memulai berinvestasi dalam properti, lakukanlah riset. Kamu dapat meneliti apapun hal yang sekiranya terkait dan penting untuk dipelajari, seperti tingkat ekonomi, demografi, dan lainnya.

Penting bagimu untuk memeriksa demografi yang ada, seperti tingkat pengangguran dan pendapatan di kawasan sekitar. Hal ini tentu dapat membantu menentukan apakah kamu akan menemukan penyewa yang tepat dan sesuai untuk propertimu.

 
3. Pelajari Aturan Hukum yang Berlaku
Hukum yang mengatur properti sewaan dapat sangat bervariasi antara satu daerah dengan lainnya. Beberapa negara dianggap bersahabat dengan tuan tanah, sementara yang lain memiliki undang-undang yang memberikan perlindungan kuat kepada penyewa.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Berencana Cat Dinding Kamar Mandi atau Dapur? Perhatikan 4 Hal Berikut 
Bahkan, di beberapa negara bagian, uang jaminan harus dalam rekening terpisah dari uang sewaan. Banyak negara bagian mewajibkan pemilik membayar bunga atas uang jaminan.
&amp;nbsp;
 4. Siapkan Diri untuk Kejadian Tak Terduga
Beberapa investor memutuskan untuk mengurus sendiri pemeliharaan  properti investasi daripada menyewa manajer properti untuk menangani  masalah yang terjadi. Pendekatan itu dapat menurunkan biaya tak terduga,  namun sayangnya lebih memakan banyak waktu.

Penting untuk membeli asuransi pemilik, karena seperti halnya  asuransi pemilik rumah, ia dapat membantu melindungi properti yang kamu  miliki. Biayanya pun bervariasi tergantung pada rumah dan tingkat  cakupan.

 
5. Sisihkan Sejumlah Uang Tunai
Selain masalah pemeliharaan mendadak, investor harus selalu siap  siaga uang kas di tangan untuk menghadapi risiko hilangnya pendapatan.  Uang pegangan darurat dapat berasal dari tabungan yang telah disisihkan  untuk memperbaiki masalah pemeliharaan, seperti mengecat ulang properti.

 
6. Melihat Secara Jangka Panjang
Semakin lama kamu memegang properti, semakin besar pula kemungkinan  untuk mendapatkan pengembalian. Hal itu karena real estat tidak mudah  atau murah untuk dijual sebagai saham atau obligasi, sehingga pembeli  harus siap untuk investasi jangka panjang.</content:encoded></item></channel></rss>
