<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tinggal Dua Bulan, Penerimaan Pajak Masih Kurang Rp559 Triliun</title><description>Kemenkeu mencatat penerimaan pajak baru mencapai Rp1.018,5 triliun atau kurang Rp559 triliun</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/18/20/2131365/tinggal-dua-bulan-penerimaan-pajak-masih-kurang-rp559-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/11/18/20/2131365/tinggal-dua-bulan-penerimaan-pajak-masih-kurang-rp559-triliun"/><item><title>Tinggal Dua Bulan, Penerimaan Pajak Masih Kurang Rp559 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/18/20/2131365/tinggal-dua-bulan-penerimaan-pajak-masih-kurang-rp559-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/11/18/20/2131365/tinggal-dua-bulan-penerimaan-pajak-masih-kurang-rp559-triliun</guid><pubDate>Senin 18 November 2019 17:25 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/18/20/2131365/tinggal-dua-bulan-penerimaan-pajak-masih-kurang-rp559-triliun-2DDS4KzhuN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Update soal APBN 2019. (Foto: Okezone.com/Yohana)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/18/20/2131365/tinggal-dua-bulan-penerimaan-pajak-masih-kurang-rp559-triliun-2DDS4KzhuN.jpg</image><title>Update soal APBN 2019. (Foto: Okezone.com/Yohana)</title></images><description>JAKARTA - Penerimaan pajak terus mengalami tekanan, tercermin dari pertumbuhannya yang hanya mencapai 0,23% pada Oktober 2019. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat penerimaan pajak baru mencapai Rp1.018,5 triliun atau kurang Rp559 triliun dari  target yang sebesar Rp1.577,5 triliun.
Baca Juga: Kejar Pajak Netflix, Ini yang Dilakukan Pemerintah
Direktur Jenderal Pajak Kemenkeu Suryo Utomo menyatakan, pertumbuhan pajak pada Oktober 2019 memang jauh bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 17,64%. Tahun lalu, penerimaan pajak mencapai Rp1.061 triliun dari target sebesar Rp1.424 triliun.

Menurutnya, tekanan penerimaan pajak dikarenakan kondisi bisnis dalam negeri yang terdampak gejolak ekonomi global. Harga komoditas baik pada sektor minyak dan gas bumi (migas), pertambangan, dan nonmigas mengalami tekanan.
Baca Juga: Perjalanan Karier Bos Baru Pajak Suryo Utomo
&quot;Penerimaan pajak belakangan ini, PPh (Pajak Penghasilan) migas dan nonmigas mengalami tekanan. Pada harga minyak sangat berefek pada kinerja pengumpulan,&quot; ujarnya dalam konferensi pers  di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Senin (18/11/2019).
Adapun penerimaan dari PPh tercatat mencapai Rp605,90 triliun atau setara 67,7% dari target dalam APBN 2019 yang sebesar Rp894,4 triliun. Realisasi itu pun hanya tumbuh 2,15% secara tahunan.Penerimaan PPh ditopang oleh PPh non migas yang tumbuh 3,30% dengan  nilai Rp556,63 triliun, namun PPh migas tercatat kontraksi atau negatif  9,27% dengan nilai Rp49,27 triliun.
Sementara itu, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan Atas  Barang Mewah (PPnBM) juga terkontraksi 4,24% dengan nilai Rp388  triliun. Lalu Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan pajak lainnya tercatat  tumbuh 37,71% yakni mencapai Rp24,6 triliun.
&quot;Tapi pajak lainnya memang relatif tidak signifikan (pengaruhnya  terhadap penerimaan), karena jumlahnya juga enggak signifikan,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Penerimaan pajak terus mengalami tekanan, tercermin dari pertumbuhannya yang hanya mencapai 0,23% pada Oktober 2019. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat penerimaan pajak baru mencapai Rp1.018,5 triliun atau kurang Rp559 triliun dari  target yang sebesar Rp1.577,5 triliun.
Baca Juga: Kejar Pajak Netflix, Ini yang Dilakukan Pemerintah
Direktur Jenderal Pajak Kemenkeu Suryo Utomo menyatakan, pertumbuhan pajak pada Oktober 2019 memang jauh bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 17,64%. Tahun lalu, penerimaan pajak mencapai Rp1.061 triliun dari target sebesar Rp1.424 triliun.

Menurutnya, tekanan penerimaan pajak dikarenakan kondisi bisnis dalam negeri yang terdampak gejolak ekonomi global. Harga komoditas baik pada sektor minyak dan gas bumi (migas), pertambangan, dan nonmigas mengalami tekanan.
Baca Juga: Perjalanan Karier Bos Baru Pajak Suryo Utomo
&quot;Penerimaan pajak belakangan ini, PPh (Pajak Penghasilan) migas dan nonmigas mengalami tekanan. Pada harga minyak sangat berefek pada kinerja pengumpulan,&quot; ujarnya dalam konferensi pers  di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Senin (18/11/2019).
Adapun penerimaan dari PPh tercatat mencapai Rp605,90 triliun atau setara 67,7% dari target dalam APBN 2019 yang sebesar Rp894,4 triliun. Realisasi itu pun hanya tumbuh 2,15% secara tahunan.Penerimaan PPh ditopang oleh PPh non migas yang tumbuh 3,30% dengan  nilai Rp556,63 triliun, namun PPh migas tercatat kontraksi atau negatif  9,27% dengan nilai Rp49,27 triliun.
Sementara itu, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan Atas  Barang Mewah (PPnBM) juga terkontraksi 4,24% dengan nilai Rp388  triliun. Lalu Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan pajak lainnya tercatat  tumbuh 37,71% yakni mencapai Rp24,6 triliun.
&quot;Tapi pajak lainnya memang relatif tidak signifikan (pengaruhnya  terhadap penerimaan), karena jumlahnya juga enggak signifikan,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
