<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indeks Dolar Loyo, Perang Dagang Justru Buat Yen Menguat</title><description>Indeks dolar AS melemah pada akhir perdagangan 18 November 2019.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/19/278/2131555/indeks-dolar-loyo-perang-dagang-justru-buat-yen-menguat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/11/19/278/2131555/indeks-dolar-loyo-perang-dagang-justru-buat-yen-menguat"/><item><title>Indeks Dolar Loyo, Perang Dagang Justru Buat Yen Menguat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/19/278/2131555/indeks-dolar-loyo-perang-dagang-justru-buat-yen-menguat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/11/19/278/2131555/indeks-dolar-loyo-perang-dagang-justru-buat-yen-menguat</guid><pubDate>Selasa 19 November 2019 07:37 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/19/278/2131555/indeks-dolar-loyo-perang-dagang-justru-buat-yen-menguat-283ddOmLVQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dolar AS (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/19/278/2131555/indeks-dolar-loyo-perang-dagang-justru-buat-yen-menguat-283ddOmLVQ.jpg</image><title>Dolar AS (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Indeks dolar AS melemah pada akhir perdagangan 18 November 2019. Kurs dolar AS merosot karena keraguan investor soal kesepakatan perdagangan AS-China. Sementara itu kurs yen Jepang naik.
Media pemerintah China Xinhua mengatakan bahwa Washington dan Beijing telah mengadakan pembicaraan &quot;konstruktif&quot;. Indeks dolar turun 0,31%, dengan euro naik 0,33% menjadi USD1,1086. Yen menguat 0,21% versus greenback di 108,56 per dolar, melansir Reuters, Selasa (19/11/2019).
Baca Juga: Dolar Melemah di saat Yen Berjaya
&quot;Ada beberapa kabar baik yang masuk ke pasar ini, jadi ketika kita mendapat berita buruk, pasar akan goyah,&quot; kata Kepala Strategi Pasar di National Securities Art Hogan.
Di sisi lain, Ahli Strategi di TD Securities Mazen Issa, mengatakan pasar bereaksi berlebihan terhadap laporan negosiasi dagang karena tidak ada yang substantif yang menyarankan kesepakatan itu aktif atau tidak aktif.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/01/18/55421/280683_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Menguat 14 Poin&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Masih banyak investor yang pesimistis tentang kesepakatan perdagangan karena keengganan Presiden Donald Trump untuk menurunkan tarif.
&quot;Investor bersabar karena mereka tidak ingin melakukan investasi baru terlalu jauh sampai mereka memiliki kejelasan tentang perdagangan,&quot; kata Kepala Strategi Pasar Jones Trading Michael O'Rouke.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/09/04/52949/267077_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Melemah Jadi Rp14.940 per Dolar AS&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Indeks dolar AS melemah pada akhir perdagangan 18 November 2019. Kurs dolar AS merosot karena keraguan investor soal kesepakatan perdagangan AS-China. Sementara itu kurs yen Jepang naik.
Media pemerintah China Xinhua mengatakan bahwa Washington dan Beijing telah mengadakan pembicaraan &quot;konstruktif&quot;. Indeks dolar turun 0,31%, dengan euro naik 0,33% menjadi USD1,1086. Yen menguat 0,21% versus greenback di 108,56 per dolar, melansir Reuters, Selasa (19/11/2019).
Baca Juga: Dolar Melemah di saat Yen Berjaya
&quot;Ada beberapa kabar baik yang masuk ke pasar ini, jadi ketika kita mendapat berita buruk, pasar akan goyah,&quot; kata Kepala Strategi Pasar di National Securities Art Hogan.
Di sisi lain, Ahli Strategi di TD Securities Mazen Issa, mengatakan pasar bereaksi berlebihan terhadap laporan negosiasi dagang karena tidak ada yang substantif yang menyarankan kesepakatan itu aktif atau tidak aktif.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/01/18/55421/280683_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Menguat 14 Poin&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Masih banyak investor yang pesimistis tentang kesepakatan perdagangan karena keengganan Presiden Donald Trump untuk menurunkan tarif.
&quot;Investor bersabar karena mereka tidak ingin melakukan investasi baru terlalu jauh sampai mereka memiliki kejelasan tentang perdagangan,&quot; kata Kepala Strategi Pasar Jones Trading Michael O'Rouke.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/09/04/52949/267077_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Melemah Jadi Rp14.940 per Dolar AS&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
