<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kepala BKPM Rayu Investor China, Korsel dan Jerman   </title><description>Bahlil akan berjumpa dengan pengusaha setempat secara one-on-one di Beijing, RRT</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/20/320/2132131/kepala-bkpm-rayu-investor-china-korsel-dan-jerman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/11/20/320/2132131/kepala-bkpm-rayu-investor-china-korsel-dan-jerman"/><item><title>Kepala BKPM Rayu Investor China, Korsel dan Jerman   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/20/320/2132131/kepala-bkpm-rayu-investor-china-korsel-dan-jerman</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/11/20/320/2132131/kepala-bkpm-rayu-investor-china-korsel-dan-jerman</guid><pubDate>Rabu 20 November 2019 11:39 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/20/320/2132131/kepala-bkpm-rayu-investor-china-korsel-dan-jerman-l4CSD4N9G6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. (Foto: Okezone.com/Dede Kurniawan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/20/320/2132131/kepala-bkpm-rayu-investor-china-korsel-dan-jerman-l4CSD4N9G6.jpg</image><title>Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. (Foto: Okezone.com/Dede Kurniawan)</title></images><description>JAKARTA - Kepala  Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia akan melakukan kunjungan kerja ke China, Korea Selatan, dan Jerman mulai tanggal 20 hingga 29 November 2019.
&quot;Kepala BKPM akan meyakinkan calon investor di China dan Korea Selatan,&quot; ujar Anggota Komite Investasi Bidang Komunikasi dan Informasi BKPM Rizal Calvary Marimbo dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (20/11/2019).
Baca Juga: Pengusaha Jepang Bakal Investasi Rp40 Triliun di Indonesia
Rizal mengatakan, Bahlil akan berjumpa dengan pengusaha setempat secara one-on-one di Beijing, RRT pada tanggal 20-22 November 2019. Setelah itu,  Sabtu 23 November 2019, Kepala BKPM akan bertemu sejumlah investor di Seoul, Korea Selatan. Minggu hingga Selasa (24-26 November), Kepala BKPM akan berada di Seoul dan Busan, Korea Selatan.

Selama tiga hari, Kepala BKPM akan bergabung dengan rombongan Presiden Joko Widodo dan para Menteri lainnya untuk mengikuti Forum ASEAN-Republic of Korea CEO Summit di Busan. &amp;ldquo;Kepala BKPM juga direncanakan akan meneken nota kesepahaman dengan Hyundai Motor Company (HMC) di kompleks pabrik Hyundai yang berlokasi di Ulsan, Korea Selatan,&amp;rdquo; ucapnya.
Baca Juga: Kepala BKPM: Investasi yang Masuk Harus Jadi Berkah untuk Pengusaha Lokal
Selanjutnya, Rabu hingga Sabtu (27-30 November) tim Kepala BKPM akan bertolak ke Munich, Jerman. Di Jerman, Kepala BKPM bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan akan melakukan one-on-one meeting dengan perusahaan asal Jerman BASF dan VW Wolfsburg.Rizal mengatakan, posisi Indonesia sebagai tujuan investasi sangat  strategis ke depan. Mengingat ada ancaman gejolak dan instabilitas yang  sedang terjadi di beberapa negara tujuan investasi utama, misalnya di  Amerika Latin ada masalah di Meksiko, Bolivia, dan Venezuela. Kemudian  ada masalah di Hong Kong. Di Eropa ada Brexit. Negara-negara maju di  Asia seperti Jepang dan Singapura menghadapi ancaman resesi. Ada juga  ancaman negative rate pada sektor keuangan di negara-negara maju itu.
&amp;ldquo;Bapak Kepala BKPM mengatakan bahwa ini adalah peluang. Saatnya  Indonesia meningkatkan daya saingnya untuk menarik dana-dana investasi  dari negara-negara tersebut. Kita rayu masuk ke Indonesia,&amp;rdquo; imbuhnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala  Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia akan melakukan kunjungan kerja ke China, Korea Selatan, dan Jerman mulai tanggal 20 hingga 29 November 2019.
&quot;Kepala BKPM akan meyakinkan calon investor di China dan Korea Selatan,&quot; ujar Anggota Komite Investasi Bidang Komunikasi dan Informasi BKPM Rizal Calvary Marimbo dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (20/11/2019).
Baca Juga: Pengusaha Jepang Bakal Investasi Rp40 Triliun di Indonesia
Rizal mengatakan, Bahlil akan berjumpa dengan pengusaha setempat secara one-on-one di Beijing, RRT pada tanggal 20-22 November 2019. Setelah itu,  Sabtu 23 November 2019, Kepala BKPM akan bertemu sejumlah investor di Seoul, Korea Selatan. Minggu hingga Selasa (24-26 November), Kepala BKPM akan berada di Seoul dan Busan, Korea Selatan.

Selama tiga hari, Kepala BKPM akan bergabung dengan rombongan Presiden Joko Widodo dan para Menteri lainnya untuk mengikuti Forum ASEAN-Republic of Korea CEO Summit di Busan. &amp;ldquo;Kepala BKPM juga direncanakan akan meneken nota kesepahaman dengan Hyundai Motor Company (HMC) di kompleks pabrik Hyundai yang berlokasi di Ulsan, Korea Selatan,&amp;rdquo; ucapnya.
Baca Juga: Kepala BKPM: Investasi yang Masuk Harus Jadi Berkah untuk Pengusaha Lokal
Selanjutnya, Rabu hingga Sabtu (27-30 November) tim Kepala BKPM akan bertolak ke Munich, Jerman. Di Jerman, Kepala BKPM bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan akan melakukan one-on-one meeting dengan perusahaan asal Jerman BASF dan VW Wolfsburg.Rizal mengatakan, posisi Indonesia sebagai tujuan investasi sangat  strategis ke depan. Mengingat ada ancaman gejolak dan instabilitas yang  sedang terjadi di beberapa negara tujuan investasi utama, misalnya di  Amerika Latin ada masalah di Meksiko, Bolivia, dan Venezuela. Kemudian  ada masalah di Hong Kong. Di Eropa ada Brexit. Negara-negara maju di  Asia seperti Jepang dan Singapura menghadapi ancaman resesi. Ada juga  ancaman negative rate pada sektor keuangan di negara-negara maju itu.
&amp;ldquo;Bapak Kepala BKPM mengatakan bahwa ini adalah peluang. Saatnya  Indonesia meningkatkan daya saingnya untuk menarik dana-dana investasi  dari negara-negara tersebut. Kita rayu masuk ke Indonesia,&amp;rdquo; imbuhnya.</content:encoded></item></channel></rss>
