<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Belajar Bangun Startup dari CEO Gopay, Paling Utama Faktor Tim!</title><description>Era digitalisasi telah memberikan wadah yang memudahkan orang untuk berwirausaha dengan membuat perusahaan rintisan atau startup.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/20/320/2132264/belajar-bangun-startup-dari-ceo-gopay-paling-utama-faktor-tim</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/11/20/320/2132264/belajar-bangun-startup-dari-ceo-gopay-paling-utama-faktor-tim"/><item><title>Belajar Bangun Startup dari CEO Gopay, Paling Utama Faktor Tim!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/20/320/2132264/belajar-bangun-startup-dari-ceo-gopay-paling-utama-faktor-tim</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/11/20/320/2132264/belajar-bangun-startup-dari-ceo-gopay-paling-utama-faktor-tim</guid><pubDate>Rabu 20 November 2019 15:57 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/20/320/2132264/belajar-bangun-startup-dari-ceo-gopay-paling-utama-faktor-tim-1FampQWhVv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Startup (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/20/320/2132264/belajar-bangun-startup-dari-ceo-gopay-paling-utama-faktor-tim-1FampQWhVv.jpg</image><title>Ilustrasi Startup (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Era digitalisasi telah memberikan wadah yang memudahkan orang untuk berwirausaha dengan membuat perusahaan rintisan atau startup. Indonesia kini menjadi negara yang memang menghasilkan banyak startup, di antaranya bahkan sudah berstatus unicorn (nilai valuasi USD1 miliar) dan decacorn (valuasi USD10 miliar).
Ada tiga perusahaan rintisan asal Indonesia yang berhasil menjadi unicorn yakni Bukalapak, Tokopedia, dan Traveloka. Sementara Gojek kini sudah naik tingkat menjadi startup bertatus decacorn.
Baca juga: 2 Startup Unicorn Siap Susul Gojek hingga Tokopedia
Tentunya dalam perjalanan membawa startup untuk terus berkembang bisnisnya, bukanlah sesuatu yang mudah. Seperti pengusaha pada umum, saat merintis usaha tentu bakal diperhadapkan berbagai tantangan untuk bisa mempertahankan dan mendorong bisnisnya.
Hal tersebut diakui oleh CEO Gopay Aldi Haryopratomo yang pernah mengalami berbagai tantangan dalam merintis usahanya yang bergerak di layanan dompet digital tersebut. Adapun Gopay merupakan salah satu anak usaha dari Gojek.

Aldi menyatakan, hal utama yang perlu dilakukan untuk membangun startup adalah menemukan tim yang solid. Menurutnya, partner usaha memiliki peran penting untuk mendorong kemajuan startup yang tengah dikerjakan.
&quot;Paling utama adalah faktor tim. Karena jangan sampai punya tim yang tiba-tiba ninggalin disaat masa-masa krisis,&quot; ujarnya dalam acara Scale Up Asia 2019 di Senayan City, Jakarta, Rabu (20/11/2019).Dia menyatakan, dalam mendorong startup untuk masuk ke tahap yang  lebih tinggi atau berkembang (scale-up), peran tim juga sangat  dibutuhkan. Aldi bilang, pastikan jika seluruh tim memang siap untuk  scale-up, mengingat akan semakin banyak tantangan yang harus dihadapi.
&quot;Karena kalau mau scale-up company, itu berarti bukan hanya diri lo  doang kan, tapi juga tim-nya harus siap dong. Jadi tanya tim &amp;lsquo;kita siap  enggak jadi gede?&amp;rsquo; Kalau dijawab &amp;lsquo;ayo&amp;rsquo;. Nah itu berarti jalan untuk  scale-up,&amp;rdquo; jelasnya.
Baca juga: Soal Disuntik Dana oleh Soft Bank, Ini Kata Bos Aruna
Aldi merasa jika tim belum kompak, tentu akan sangat sulit  mengembangkan perusahaan menjadi lebih besar. Oleh sebab itu, dia  menekankan dalam memilih atau merekrut tim harus dipastikan sudah  mempunyai tujuan yang sama.
&amp;ldquo;Jadi akhirnya pertama cari orang yang masuk bukan karena ingin masuk  startup itu biar terlihat keren, tapi memang karena orang yang peduli  pada misinya. Karena kalau sudah benar niatnya sama membantu orang, maka  itu bisa dijalankan,&amp;rdquo; ujar Aldi.</description><content:encoded>JAKARTA - Era digitalisasi telah memberikan wadah yang memudahkan orang untuk berwirausaha dengan membuat perusahaan rintisan atau startup. Indonesia kini menjadi negara yang memang menghasilkan banyak startup, di antaranya bahkan sudah berstatus unicorn (nilai valuasi USD1 miliar) dan decacorn (valuasi USD10 miliar).
Ada tiga perusahaan rintisan asal Indonesia yang berhasil menjadi unicorn yakni Bukalapak, Tokopedia, dan Traveloka. Sementara Gojek kini sudah naik tingkat menjadi startup bertatus decacorn.
Baca juga: 2 Startup Unicorn Siap Susul Gojek hingga Tokopedia
Tentunya dalam perjalanan membawa startup untuk terus berkembang bisnisnya, bukanlah sesuatu yang mudah. Seperti pengusaha pada umum, saat merintis usaha tentu bakal diperhadapkan berbagai tantangan untuk bisa mempertahankan dan mendorong bisnisnya.
Hal tersebut diakui oleh CEO Gopay Aldi Haryopratomo yang pernah mengalami berbagai tantangan dalam merintis usahanya yang bergerak di layanan dompet digital tersebut. Adapun Gopay merupakan salah satu anak usaha dari Gojek.

Aldi menyatakan, hal utama yang perlu dilakukan untuk membangun startup adalah menemukan tim yang solid. Menurutnya, partner usaha memiliki peran penting untuk mendorong kemajuan startup yang tengah dikerjakan.
&quot;Paling utama adalah faktor tim. Karena jangan sampai punya tim yang tiba-tiba ninggalin disaat masa-masa krisis,&quot; ujarnya dalam acara Scale Up Asia 2019 di Senayan City, Jakarta, Rabu (20/11/2019).Dia menyatakan, dalam mendorong startup untuk masuk ke tahap yang  lebih tinggi atau berkembang (scale-up), peran tim juga sangat  dibutuhkan. Aldi bilang, pastikan jika seluruh tim memang siap untuk  scale-up, mengingat akan semakin banyak tantangan yang harus dihadapi.
&quot;Karena kalau mau scale-up company, itu berarti bukan hanya diri lo  doang kan, tapi juga tim-nya harus siap dong. Jadi tanya tim &amp;lsquo;kita siap  enggak jadi gede?&amp;rsquo; Kalau dijawab &amp;lsquo;ayo&amp;rsquo;. Nah itu berarti jalan untuk  scale-up,&amp;rdquo; jelasnya.
Baca juga: Soal Disuntik Dana oleh Soft Bank, Ini Kata Bos Aruna
Aldi merasa jika tim belum kompak, tentu akan sangat sulit  mengembangkan perusahaan menjadi lebih besar. Oleh sebab itu, dia  menekankan dalam memilih atau merekrut tim harus dipastikan sudah  mempunyai tujuan yang sama.
&amp;ldquo;Jadi akhirnya pertama cari orang yang masuk bukan karena ingin masuk  startup itu biar terlihat keren, tapi memang karena orang yang peduli  pada misinya. Karena kalau sudah benar niatnya sama membantu orang, maka  itu bisa dijalankan,&amp;rdquo; ujar Aldi.</content:encoded></item></channel></rss>
