<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penampakan Kampus Masa Depan UIII yang Habiskan Anggaran Rp1,2 Triliun</title><description>UIII sebagai calon kampus masa depan masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) sesuai Perpres No. 57 Tahun 2016</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/20/470/2132180/penampakan-kampus-masa-depan-uiii-yang-habiskan-anggaran-rp1-2-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/11/20/470/2132180/penampakan-kampus-masa-depan-uiii-yang-habiskan-anggaran-rp1-2-triliun"/><item><title>Penampakan Kampus Masa Depan UIII yang Habiskan Anggaran Rp1,2 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/20/470/2132180/penampakan-kampus-masa-depan-uiii-yang-habiskan-anggaran-rp1-2-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/11/20/470/2132180/penampakan-kampus-masa-depan-uiii-yang-habiskan-anggaran-rp1-2-triliun</guid><pubDate>Rabu 20 November 2019 13:15 WIB</pubDate><dc:creator>Fabbiola Irawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/20/470/2132180/penampakan-kampus-masa-depan-uii-yang-habiskan-anggaran-rp1-2-triliun-l2iDaAZI2Z.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pembangunan Kampus UIII Depok. (Foto: Okezone.com/Kementerian PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/20/470/2132180/penampakan-kampus-masa-depan-uii-yang-habiskan-anggaran-rp1-2-triliun-l2iDaAZI2Z.jpg</image><title>Pembangunan Kampus UIII Depok. (Foto: Okezone.com/Kementerian PUPR)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah tengah membangun Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), sebagai sarana kampus futuristik dan berguna untuk penelitian peradapan di Indonesia. Indonesia sebagai negara dengan penduduk beragama Islam terbesar di Indonesia berharap mewujudkannya lewat pembangunan Kampus UIII.
Kampus yang berlokasi di Kompleks RRI Cimanggis, Depok, Jawa Barat, menggunakan 20-30% dari lahan yang tersedia untuk bangunan gedung. Kemudian sisanya, digunakan sebagai ruang hijau.
Baca Juga: Tinjau Proyek Kampus UIII, Wapres JK: Masih Ada Masalah Lahan
Pembangunan UIII sebagai calon kampus masa depan masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) sesuai Perpres No. 57 Tahun 2016, yang peletakan batu pertamanya telah dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Juni 2018 lalu.

Melansir keterangan Kementerian PUPR, Rabu (20/11/2019), pembangunan ini terbagi menjadi 2 tahap. Tahap I akan dikerjakan oleh Kementerian Agama RI dengan biaya Rp714 miliar yang meliputi 3 paket pekerjaan. Paket 1 dengan biaya Rp362 miliar yaitu Gedung Rektorat, Gedung Fakultas A dan Plaza 3 Pilar yang pembangunannya saat ini mencapai 7,6%. Pelaksana pekerjaan tersebut adalah PT. Waskita Karya sebagai kontraktor dan PT. Virama Karya sebagai konsultan manajemen.
Baca Juga: Rencana Komarudin Hidayat Usai Jadi Rektor Universitas Islam Internasional
Paket 2 dengan biaya Rp168 miliar meliputi dari 5 unit Rumah Dosen, 1 Tower Asrama Mahasiswa (pria), Rehabilitasi Bangunan dan Mechanical, Electrical, dan Plumbing (MEP) yang pembangunannya mencapai 76,11%. Pekerjaan dilaksanakan oleh kontraktor PT Wijaya Karya dan konsultan PT. Bennatin Surya Cipta (MK). Pekerjaan paket 3 dikerjakan oleh Brantas Abipraya dan konsultan PT. Akronim (MK) dengan biaya Rp184 miliar meliputi pembangunan infrastruktur kawasan dan pagar keliling yang saat ini telah mencapai 45%.
Tahap II akan dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan  Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya dengan  biaya Rp498 miliar. Pada tahap ini akan dibangun Masjid Kampus 2 lantai  seluas 5.200 m2 kapasitas 1.880 jamaah dengan anggaran Rp86 miliar. Lalu  pembangunan Perpustakaan Pusat 8 lantai seluas 16.556 m2 dengan  anggaran Rp244 miliar, dan Asrama Mahasiswa seluas 12.815 m2 terdiri  dari 8 lantai dengan anggaran Rp168 miliar.

Kedua tahap pembangunan ini menelan biaya sebesar Rp1,2 triliun.  Pembangunan yang ditargetkan selesai pada Desember 2020 ini telah  memiliki masterplan perencanaan teknik.
Sedangkan penandatanganan kontrak untuk pekerjaan Tahap II yang dijadwalkan pada tanggal 4 Desember 2019.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintah tengah membangun Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), sebagai sarana kampus futuristik dan berguna untuk penelitian peradapan di Indonesia. Indonesia sebagai negara dengan penduduk beragama Islam terbesar di Indonesia berharap mewujudkannya lewat pembangunan Kampus UIII.
Kampus yang berlokasi di Kompleks RRI Cimanggis, Depok, Jawa Barat, menggunakan 20-30% dari lahan yang tersedia untuk bangunan gedung. Kemudian sisanya, digunakan sebagai ruang hijau.
Baca Juga: Tinjau Proyek Kampus UIII, Wapres JK: Masih Ada Masalah Lahan
Pembangunan UIII sebagai calon kampus masa depan masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) sesuai Perpres No. 57 Tahun 2016, yang peletakan batu pertamanya telah dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Juni 2018 lalu.

Melansir keterangan Kementerian PUPR, Rabu (20/11/2019), pembangunan ini terbagi menjadi 2 tahap. Tahap I akan dikerjakan oleh Kementerian Agama RI dengan biaya Rp714 miliar yang meliputi 3 paket pekerjaan. Paket 1 dengan biaya Rp362 miliar yaitu Gedung Rektorat, Gedung Fakultas A dan Plaza 3 Pilar yang pembangunannya saat ini mencapai 7,6%. Pelaksana pekerjaan tersebut adalah PT. Waskita Karya sebagai kontraktor dan PT. Virama Karya sebagai konsultan manajemen.
Baca Juga: Rencana Komarudin Hidayat Usai Jadi Rektor Universitas Islam Internasional
Paket 2 dengan biaya Rp168 miliar meliputi dari 5 unit Rumah Dosen, 1 Tower Asrama Mahasiswa (pria), Rehabilitasi Bangunan dan Mechanical, Electrical, dan Plumbing (MEP) yang pembangunannya mencapai 76,11%. Pekerjaan dilaksanakan oleh kontraktor PT Wijaya Karya dan konsultan PT. Bennatin Surya Cipta (MK). Pekerjaan paket 3 dikerjakan oleh Brantas Abipraya dan konsultan PT. Akronim (MK) dengan biaya Rp184 miliar meliputi pembangunan infrastruktur kawasan dan pagar keliling yang saat ini telah mencapai 45%.
Tahap II akan dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan  Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya dengan  biaya Rp498 miliar. Pada tahap ini akan dibangun Masjid Kampus 2 lantai  seluas 5.200 m2 kapasitas 1.880 jamaah dengan anggaran Rp86 miliar. Lalu  pembangunan Perpustakaan Pusat 8 lantai seluas 16.556 m2 dengan  anggaran Rp244 miliar, dan Asrama Mahasiswa seluas 12.815 m2 terdiri  dari 8 lantai dengan anggaran Rp168 miliar.

Kedua tahap pembangunan ini menelan biaya sebesar Rp1,2 triliun.  Pembangunan yang ditargetkan selesai pada Desember 2020 ini telah  memiliki masterplan perencanaan teknik.
Sedangkan penandatanganan kontrak untuk pekerjaan Tahap II yang dijadwalkan pada tanggal 4 Desember 2019.</content:encoded></item></channel></rss>
