<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bangun Transportasi Kereta di Ibu Kota Baru, Pemerintah Butuh Rp209,6 Triliun</title><description>Pemerintah memastikan akses transportasi di ibu kota baru ini akan lebih modern dan ramah lingkungan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/20/470/2132403/bangun-transportasi-kereta-di-ibu-kota-baru-pemerintah-butuh-rp209-6-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/11/20/470/2132403/bangun-transportasi-kereta-di-ibu-kota-baru-pemerintah-butuh-rp209-6-triliun"/><item><title>Bangun Transportasi Kereta di Ibu Kota Baru, Pemerintah Butuh Rp209,6 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/20/470/2132403/bangun-transportasi-kereta-di-ibu-kota-baru-pemerintah-butuh-rp209-6-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/11/20/470/2132403/bangun-transportasi-kereta-di-ibu-kota-baru-pemerintah-butuh-rp209-6-triliun</guid><pubDate>Rabu 20 November 2019 19:58 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/20/470/2132403/bangun-transportasi-kereta-di-ibu-kota-baru-pemerintah-butuh-rp209-6-triliun-h38AxDckmE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kereta (okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/20/470/2132403/bangun-transportasi-kereta-di-ibu-kota-baru-pemerintah-butuh-rp209-6-triliun-h38AxDckmE.jpg</image><title>Kereta (okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah memastikan akses transportasi di ibu kota baru ini akan lebih modern dan ramah lingkungan. Oleh karena itu, nantinya akan ada jalur kereta yang dibangun di Ibu Kota Baru.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Djoko Sasono mengatakan, untuk membangun kereta api di ibu kota baru, pemerintah membutuhkan setengahnya dari dana alokasi pemindahan ibu kota baru. Untuk memindahkan ibu kota, pemerintah membutuhkan biaya hingga Rp 466 triliun.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ibu Kota Baru di Kaltim Akan Dibangun Bandara VVIP
Artinya jika setengahnya, maka untuk membangun transportasi  kereta api, pemerintah membutuhkan uang Rp209,6 triliun. Biaya tersebut akan digunakan untuk membangun stasiun, kereta api subway atau bawah tanah, KRL, jalur kereta api, dan pengadaan kereta listrik.
&amp;nbsp;
&quot;Pembangunan transportasi perkeretaapian diperkirakan membutuhkan biaya Rp 209,6 triliun,&quot; ujarnya saat ditemui di Komplek DPR, Jakarta, Rabu (20/11/2019).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Kembangkan Pelabuhan Ramah Lingkungan di Ibu Kota Baru, Pemerintah Contek China 
Menurut Djoko alasan mengapa dana pembangunan kereta api di ibu kota baru tinggi karena teknologi yang digunakan merupakan yang paling canggih. Hal ini untuk mendukung konsep ibu kota baru yang menekankan pada konsep smart city dan ramah lingkungan

&quot;Yang pasti tentunya ini pembangunan baru dan segala macam, dan teknologi yang kita buat itu kan smart city,&quot; imbuh Djoko.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Pindah Ibu Kota, Kantor Direktorat Jenderal Akan Disebar dari Merauke ke Papua
Untuk moda lainnya, seperti pembangunan moda transportasi laut diperkirakan menelan biaya Rp 1,37 triliun. Sedangkan, untuk transportasi darat diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp 4,07 triliun.
Lalu, untuk moda transportasi udara sendiri dibutuhkan biaya Rp 7,35  triliun. Total biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan serta  pengembangan transportasi di ibu kota baru membutuhkan biaya hingga Rp  222,39 triliun.

Namun, Djoko menegaskan bahwa angka tersebut masih merupakan  perhitungan awal. Sehingga ke depannya masih memungkinkan untuk ada  perubahan, baik penambahan anggaran maupun pengurangan.

&quot;Tetapi ini masih hitungan awal, masih perlu kita lakukan validasi lagi. Pastinya akan ada perubahan-perubahan,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah memastikan akses transportasi di ibu kota baru ini akan lebih modern dan ramah lingkungan. Oleh karena itu, nantinya akan ada jalur kereta yang dibangun di Ibu Kota Baru.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Djoko Sasono mengatakan, untuk membangun kereta api di ibu kota baru, pemerintah membutuhkan setengahnya dari dana alokasi pemindahan ibu kota baru. Untuk memindahkan ibu kota, pemerintah membutuhkan biaya hingga Rp 466 triliun.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ibu Kota Baru di Kaltim Akan Dibangun Bandara VVIP
Artinya jika setengahnya, maka untuk membangun transportasi  kereta api, pemerintah membutuhkan uang Rp209,6 triliun. Biaya tersebut akan digunakan untuk membangun stasiun, kereta api subway atau bawah tanah, KRL, jalur kereta api, dan pengadaan kereta listrik.
&amp;nbsp;
&quot;Pembangunan transportasi perkeretaapian diperkirakan membutuhkan biaya Rp 209,6 triliun,&quot; ujarnya saat ditemui di Komplek DPR, Jakarta, Rabu (20/11/2019).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Kembangkan Pelabuhan Ramah Lingkungan di Ibu Kota Baru, Pemerintah Contek China 
Menurut Djoko alasan mengapa dana pembangunan kereta api di ibu kota baru tinggi karena teknologi yang digunakan merupakan yang paling canggih. Hal ini untuk mendukung konsep ibu kota baru yang menekankan pada konsep smart city dan ramah lingkungan

&quot;Yang pasti tentunya ini pembangunan baru dan segala macam, dan teknologi yang kita buat itu kan smart city,&quot; imbuh Djoko.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Pindah Ibu Kota, Kantor Direktorat Jenderal Akan Disebar dari Merauke ke Papua
Untuk moda lainnya, seperti pembangunan moda transportasi laut diperkirakan menelan biaya Rp 1,37 triliun. Sedangkan, untuk transportasi darat diperkirakan membutuhkan biaya sekitar Rp 4,07 triliun.
Lalu, untuk moda transportasi udara sendiri dibutuhkan biaya Rp 7,35  triliun. Total biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan serta  pengembangan transportasi di ibu kota baru membutuhkan biaya hingga Rp  222,39 triliun.

Namun, Djoko menegaskan bahwa angka tersebut masih merupakan  perhitungan awal. Sehingga ke depannya masih memungkinkan untuk ada  perubahan, baik penambahan anggaran maupun pengurangan.

&quot;Tetapi ini masih hitungan awal, masih perlu kita lakukan validasi lagi. Pastinya akan ada perubahan-perubahan,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
