<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Meroket Merespons Rencana Rusia dan OPEC</title><description>Harga minyak melonjak lebih dari 2% pada akhir perdagangan 20 November 2019.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/21/320/2132526/harga-minyak-meroket-merespons-rencana-rusia-dan-opec</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/11/21/320/2132526/harga-minyak-meroket-merespons-rencana-rusia-dan-opec"/><item><title>Harga Minyak Meroket Merespons Rencana Rusia dan OPEC</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/21/320/2132526/harga-minyak-meroket-merespons-rencana-rusia-dan-opec</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/11/21/320/2132526/harga-minyak-meroket-merespons-rencana-rusia-dan-opec</guid><pubDate>Kamis 21 November 2019 08:52 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/21/320/2132526/harga-minyak-meroket-merespons-rencana-rusia-dan-opec-BRYw57Z7oE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga minyak (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/21/320/2132526/harga-minyak-meroket-merespons-rencana-rusia-dan-opec-BRYw57Z7oE.jpg</image><title>Harga minyak (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Harga minyak melonjak lebih dari 2% pada akhir perdagangan 20 November 2019. Harga minyak merespons laporan persediaan minyak mentah AS dan Rusia mengatakan akan melanjutkan kerja sama dengan OPEC untuk menjaga keseimbangan pasar minyak global.
Baca juga: Harga Minyak Melemah Imbas Ketidakpastian Kesepakatan AS-China
Sebelumnya, harga sedikit turun setelah kabar batalnya kesepakatan perdagangan antara Beijing dan Washington. Perang dagang selama 16 bulan antara ekonomi utama dunia meningkatkan kekhawatiran tentang dampaknya terhadap permintaan minyak.
Melansir Reuters, Kamis (21/11/2019), harga minyak mentah Brent LCOc1 berjangka ditutup pada USD62,40 per barel, naik USD1,49, atau 2,5%, dan minyak mentah West Texas Intermediate CLc1 ditutup pada USD57,11 per barel, naik USD1,90, atau 3,4%.

Administrasi Informasi Energi mengatakan, stok minyak mentah AS tumbuh sebesar 1,4 juta barel minggu lalu, dibandingkan dengan ekspektasi analis untuk 1,5 juta barel dan 6 juta barel yang dilaporkan oleh American Petroleum Institute Selasa malam.
Persediaan minyak mentah naik meskipun kilang berjalan meningkat 519.000 barel per hari. Namun, minyak mentah dalam penyimpanan di Cushing, Oklahoma, pusat pengiriman untuk WTI turun 2,3 juta barel, penurunan terbesar dalam tiga bulan, kata EIA.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga minyak melonjak lebih dari 2% pada akhir perdagangan 20 November 2019. Harga minyak merespons laporan persediaan minyak mentah AS dan Rusia mengatakan akan melanjutkan kerja sama dengan OPEC untuk menjaga keseimbangan pasar minyak global.
Baca juga: Harga Minyak Melemah Imbas Ketidakpastian Kesepakatan AS-China
Sebelumnya, harga sedikit turun setelah kabar batalnya kesepakatan perdagangan antara Beijing dan Washington. Perang dagang selama 16 bulan antara ekonomi utama dunia meningkatkan kekhawatiran tentang dampaknya terhadap permintaan minyak.
Melansir Reuters, Kamis (21/11/2019), harga minyak mentah Brent LCOc1 berjangka ditutup pada USD62,40 per barel, naik USD1,49, atau 2,5%, dan minyak mentah West Texas Intermediate CLc1 ditutup pada USD57,11 per barel, naik USD1,90, atau 3,4%.

Administrasi Informasi Energi mengatakan, stok minyak mentah AS tumbuh sebesar 1,4 juta barel minggu lalu, dibandingkan dengan ekspektasi analis untuk 1,5 juta barel dan 6 juta barel yang dilaporkan oleh American Petroleum Institute Selasa malam.
Persediaan minyak mentah naik meskipun kilang berjalan meningkat 519.000 barel per hari. Namun, minyak mentah dalam penyimpanan di Cushing, Oklahoma, pusat pengiriman untuk WTI turun 2,3 juta barel, penurunan terbesar dalam tiga bulan, kata EIA.</content:encoded></item></channel></rss>
