<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Bawang hingga Ayam Naik, November Diprediksi Inflasi 0,18%</title><description>Bank Indonesia (BI) memperkirakan pada bulan November 2019 terjadi inflasi sebesar 0,18%</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/22/20/2133139/harga-bawang-hingga-ayam-naik-november-diprediksi-inflasi-0-18</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/11/22/20/2133139/harga-bawang-hingga-ayam-naik-november-diprediksi-inflasi-0-18"/><item><title>Harga Bawang hingga Ayam Naik, November Diprediksi Inflasi 0,18%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/22/20/2133139/harga-bawang-hingga-ayam-naik-november-diprediksi-inflasi-0-18</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/11/22/20/2133139/harga-bawang-hingga-ayam-naik-november-diprediksi-inflasi-0-18</guid><pubDate>Jum'at 22 November 2019 14:10 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/22/20/2133139/harga-bawang-hingga-ayam-naik-november-diprediksi-inflasi-0-18-vY2w7HOPJb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bos BI soal Inflasi November (Foto: Okezone.com/Yohana)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/22/20/2133139/harga-bawang-hingga-ayam-naik-november-diprediksi-inflasi-0-18-vY2w7HOPJb.jpg</image><title>Bos BI soal Inflasi November (Foto: Okezone.com/Yohana)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memperkirakan pada bulan November 2019 terjadi inflasi sebesar 0,18% (month to month/mtm). Hal tersebut berdasarkan Survei Pemantauan Harga (SPH) yang dilakukan BI.
Baca Juga: BI Catat Inflasi Minggu Pertama November Capai 0,1% 
 
Angka perkiraan itu lebih terkendali dari realisasi laju inflasi di November 2017 yang sebesar 0,27%. Namun, lebih tinggi bila dibandingkan dari realisasi laju inflasi di Oktober 2019 yang sebesar 0,02%.

&quot;Berdasarkan pemantauan BI, inflasi November sebesar 0,18% dan secara tahunan 3,04% yoy (year on year),&quot; ujar Gubernur BI Perry Warjiyo di Kantor Pusat BI, Jakarta, Jumat (22/11/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Inflasi Oktober 0,02%, Ini Catatan dari BI
Dia menjelaskan, inflasi November disumbang oleh komoditas bawang merah sebesar 0,08% dan daging ayam sebesar 0,05%. Di sisi lain, cabai menjadi komoditas penyumbang deflasi yakni cabai merah sebesar 0,07% dan cabai rawit 0,02%.

&amp;nbsp;Perry menyatakan, angka tersebut menunjukkan inflasi di bulan  November masih rendah, terjaga sesuai sasaran BI yang sebesar 3,5% plus  minus 1%. &quot;Biasanya kan menjelang akhir tahun, di November itu tinggi,&quot;  imbuh dia.

Oleh sebab itu, pihaknya meyakini hingga akhir tahun inflasi  Indonesia akan terjaga di 3,1%. Di mana pada Desember 2019 akan  mengalami kenaikan inflasi lebih tinggi dari sebelumnya, sesuai dengan  pola musiman.

&quot;Jadi kalau ada kenaikan inflasi di November dan Desember itu sesuai  pola musiman. Kami meyakini inflasi masih rendah dan terkendali akhir  tahun 3,1%,&quot; kata dia.
&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memperkirakan pada bulan November 2019 terjadi inflasi sebesar 0,18% (month to month/mtm). Hal tersebut berdasarkan Survei Pemantauan Harga (SPH) yang dilakukan BI.
Baca Juga: BI Catat Inflasi Minggu Pertama November Capai 0,1% 
 
Angka perkiraan itu lebih terkendali dari realisasi laju inflasi di November 2017 yang sebesar 0,27%. Namun, lebih tinggi bila dibandingkan dari realisasi laju inflasi di Oktober 2019 yang sebesar 0,02%.

&quot;Berdasarkan pemantauan BI, inflasi November sebesar 0,18% dan secara tahunan 3,04% yoy (year on year),&quot; ujar Gubernur BI Perry Warjiyo di Kantor Pusat BI, Jakarta, Jumat (22/11/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Inflasi Oktober 0,02%, Ini Catatan dari BI
Dia menjelaskan, inflasi November disumbang oleh komoditas bawang merah sebesar 0,08% dan daging ayam sebesar 0,05%. Di sisi lain, cabai menjadi komoditas penyumbang deflasi yakni cabai merah sebesar 0,07% dan cabai rawit 0,02%.

&amp;nbsp;Perry menyatakan, angka tersebut menunjukkan inflasi di bulan  November masih rendah, terjaga sesuai sasaran BI yang sebesar 3,5% plus  minus 1%. &quot;Biasanya kan menjelang akhir tahun, di November itu tinggi,&quot;  imbuh dia.

Oleh sebab itu, pihaknya meyakini hingga akhir tahun inflasi  Indonesia akan terjaga di 3,1%. Di mana pada Desember 2019 akan  mengalami kenaikan inflasi lebih tinggi dari sebelumnya, sesuai dengan  pola musiman.

&quot;Jadi kalau ada kenaikan inflasi di November dan Desember itu sesuai  pola musiman. Kami meyakini inflasi masih rendah dan terkendali akhir  tahun 3,1%,&quot; kata dia.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
