<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perdagangan RI-Korsel Tembus Rp280 Triliun</title><description>Kinerja perdagangan Indonesia dengan Korea Selatan dalam 5 tahun terakhir terus meningkat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/25/320/2134016/perdagangan-ri-korsel-tembus-rp280-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/11/25/320/2134016/perdagangan-ri-korsel-tembus-rp280-triliun"/><item><title>Perdagangan RI-Korsel Tembus Rp280 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/25/320/2134016/perdagangan-ri-korsel-tembus-rp280-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/11/25/320/2134016/perdagangan-ri-korsel-tembus-rp280-triliun</guid><pubDate>Senin 25 November 2019 10:44 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/25/320/2134016/perdagangan-ri-korsel-tembus-rp280-triliun-l3SqeNGj2Z.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perdagangan RI-Korsel (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/25/320/2134016/perdagangan-ri-korsel-tembus-rp280-triliun-l3SqeNGj2Z.jpg</image><title>Perdagangan RI-Korsel (Foto: Okezone.com)</title></images><description> 
JAKARTA - Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia Untuk Korea Selatan (Korsel) Umar Hadi mengemukakan, kinerja perdagangan Indonesia dengan Korea Selatan dalam 5 tahun terakhir terus meningkat.

&amp;ldquo;Angka terakhir tahun 2018 adalah sudah mencapai totalnya USD20 miliar, ekspor kita sekitar USD11 miliar, impor kita sekitar USD9 miliar,&amp;rdquo; kata Umar seperti dilansir setkab, Jakarta, Senin (25/11/2019).
Baca Juga: Presiden Jokowi Akan Bertemu Ilmuwan hingga CEO Terpilih di Korsel
Total USD20 miliar jika dirupiahkan sekira Rp280 triliun (kurs Rp14.000 per USD).Jadi, menurut Dubes Umar Hadi, kinerja perdagangan RI-Korsel itu produktif karena jenis-jenis komoditi yang diperdagangkan juga complementary.

Hanya memang, lanjut Dubes Umar, tantangannya adalah bagaimana terus meningkatkan ekspor produk-produk manufaktur dari Indonesia dan Korea Selatan.

&amp;ldquo;Ini kelihatan potensi yang besar-besar itu, seperti produk-produk kayu lalu produk makanan, minuman olahan, terus produk-produk olahan dari seafood termasuk itu, juga tentunya komponen otomotif juga saya lihat cukup besar dan seterusnya, serta alat-alat electrical, seperti itu. Jadi, kelihatan sekali banyak peluang yang bisa kita kerjakan,&amp;rdquo; jelas Dubes.
Baca Juga: Kunjungi Desa Budaya di Busan, Jokowi Yakin Indonesia Bisa Tiru dan Modifikasi
Sementara di bidang investasi, menurut Menlu Retno Marsudi, investor Korea Selatan di Indonesia nomor 6 terbesar untuk tahun lalu mencapai USD1,6 miliar. &amp;ldquo;Dia kan banyak di manufaktur,&amp;rdquo; sambung Menlu.

Ditambahkan Dubes RI di Korsel, Umar Hadi, secara tradisional perusahaan-perusahaan menengah Korea itu Investasi di Indonesia di tekstil, garmen, sama sepatu. &amp;ldquo;Kalau kita perhatikan di Karawang, Purwakarta, Kabupaten Bandung. Itu garmennya Korea. Itu ekspor. Itu sekarang mulai beralih ke daerah Jawa Tengah sudah masuk Tegal, Kendal, Semarang,&amp;rdquo; terang Dubes.
&amp;nbsp;Selain itu, menurut Dubes Umar Hadi, investasi Korsel sekarang juga  mulai masuk yang industri-industri besar seperti misalnya Industri  Petrokimia, seperti Lotte Chemical itu di Cilegon.

&amp;ldquo;Tahun lalu sudah groundbreaking bulan desember tahun lalu. Itu nilai  investasinya itu USD4,3 miliar. Lalu dari situ industri turunannya di  bidang Peteokimia itu sudah mulai masuk. Jadi yang ada produknya ABS itu  jadi kita lihat itu peluangnya sangat besar,&amp;rdquo; kata Dubes Umar Hadi.

Sementara kalau infrastruktur, menurut Dubes RI di Korsel, khususnya  di Pembangkit listrik banyak di Jawa Timur, Cirebon, Jawa Barat juga  ada.

Mengenai tenaga kerja, Menlu Retno Marsudi mengemukakan, jumlah  tenaga kerja Indonesia yang bekerja di Korea Selatan juga cukup banyak  ada 28.248 pekerja, sebagian besar dari mereka bekerja di bidang  manufaktur. Karena itu, Menlu menilai, Korea Selatan merupakan salah  satu mitra yang sangat potensial untuk dikembangkan.

</description><content:encoded> 
JAKARTA - Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia Untuk Korea Selatan (Korsel) Umar Hadi mengemukakan, kinerja perdagangan Indonesia dengan Korea Selatan dalam 5 tahun terakhir terus meningkat.

&amp;ldquo;Angka terakhir tahun 2018 adalah sudah mencapai totalnya USD20 miliar, ekspor kita sekitar USD11 miliar, impor kita sekitar USD9 miliar,&amp;rdquo; kata Umar seperti dilansir setkab, Jakarta, Senin (25/11/2019).
Baca Juga: Presiden Jokowi Akan Bertemu Ilmuwan hingga CEO Terpilih di Korsel
Total USD20 miliar jika dirupiahkan sekira Rp280 triliun (kurs Rp14.000 per USD).Jadi, menurut Dubes Umar Hadi, kinerja perdagangan RI-Korsel itu produktif karena jenis-jenis komoditi yang diperdagangkan juga complementary.

Hanya memang, lanjut Dubes Umar, tantangannya adalah bagaimana terus meningkatkan ekspor produk-produk manufaktur dari Indonesia dan Korea Selatan.

&amp;ldquo;Ini kelihatan potensi yang besar-besar itu, seperti produk-produk kayu lalu produk makanan, minuman olahan, terus produk-produk olahan dari seafood termasuk itu, juga tentunya komponen otomotif juga saya lihat cukup besar dan seterusnya, serta alat-alat electrical, seperti itu. Jadi, kelihatan sekali banyak peluang yang bisa kita kerjakan,&amp;rdquo; jelas Dubes.
Baca Juga: Kunjungi Desa Budaya di Busan, Jokowi Yakin Indonesia Bisa Tiru dan Modifikasi
Sementara di bidang investasi, menurut Menlu Retno Marsudi, investor Korea Selatan di Indonesia nomor 6 terbesar untuk tahun lalu mencapai USD1,6 miliar. &amp;ldquo;Dia kan banyak di manufaktur,&amp;rdquo; sambung Menlu.

Ditambahkan Dubes RI di Korsel, Umar Hadi, secara tradisional perusahaan-perusahaan menengah Korea itu Investasi di Indonesia di tekstil, garmen, sama sepatu. &amp;ldquo;Kalau kita perhatikan di Karawang, Purwakarta, Kabupaten Bandung. Itu garmennya Korea. Itu ekspor. Itu sekarang mulai beralih ke daerah Jawa Tengah sudah masuk Tegal, Kendal, Semarang,&amp;rdquo; terang Dubes.
&amp;nbsp;Selain itu, menurut Dubes Umar Hadi, investasi Korsel sekarang juga  mulai masuk yang industri-industri besar seperti misalnya Industri  Petrokimia, seperti Lotte Chemical itu di Cilegon.

&amp;ldquo;Tahun lalu sudah groundbreaking bulan desember tahun lalu. Itu nilai  investasinya itu USD4,3 miliar. Lalu dari situ industri turunannya di  bidang Peteokimia itu sudah mulai masuk. Jadi yang ada produknya ABS itu  jadi kita lihat itu peluangnya sangat besar,&amp;rdquo; kata Dubes Umar Hadi.

Sementara kalau infrastruktur, menurut Dubes RI di Korsel, khususnya  di Pembangkit listrik banyak di Jawa Timur, Cirebon, Jawa Barat juga  ada.

Mengenai tenaga kerja, Menlu Retno Marsudi mengemukakan, jumlah  tenaga kerja Indonesia yang bekerja di Korea Selatan juga cukup banyak  ada 28.248 pekerja, sebagian besar dari mereka bekerja di bidang  manufaktur. Karena itu, Menlu menilai, Korea Selatan merupakan salah  satu mitra yang sangat potensial untuk dikembangkan.

</content:encoded></item></channel></rss>
