<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Jadi Bos PLN, Rudiantara Dinilai Punya Pengalaman</title><description>Rudiantara disebut oleh Istana akan menjabat sebagai Direktur Utama PT PLN (Persero).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/25/320/2134199/jadi-bos-pln-rudiantara-dinilai-punya-pengalaman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/11/25/320/2134199/jadi-bos-pln-rudiantara-dinilai-punya-pengalaman"/><item><title>   Jadi Bos PLN, Rudiantara Dinilai Punya Pengalaman</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/25/320/2134199/jadi-bos-pln-rudiantara-dinilai-punya-pengalaman</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/11/25/320/2134199/jadi-bos-pln-rudiantara-dinilai-punya-pengalaman</guid><pubDate>Senin 25 November 2019 16:14 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/25/320/2134199/jadi-bos-pln-rudiantara-dinilai-punya-pengalaman-l0QyL9JVHg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rudiantara Jadi Dirut PLN (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/25/320/2134199/jadi-bos-pln-rudiantara-dinilai-punya-pengalaman-l0QyL9JVHg.jpg</image><title>Rudiantara Jadi Dirut PLN (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Nama Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara disebut oleh Istana akan menjabat sebagai Direktur Utama PT PLN (Persero). Jika benar, maka Rudiantara akan menggantikan Sripeni Inten Cahyani yang sebelumnya menjabat sebagai Plt Dirut PLN.
Baca Juga: Rudiantara Jadi Dirut PLN, Stafsus BUMN: Tunggu Pak Erick Pulang
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, memang nama Rudiantara merupakan salah satu nama yang diajukan kepada Tim Penilai Akhir (TPA) yang dipimpin Presiden Joko Widodo.  Menurut Arya, alasan mengajukan nama Rudiantara dianggap memiliki kapasitas untuk memimpin perusahaan energi plat merah ini. .

&quot;Pak Rudiantara punya pengalaman di bidang telekomunikasi,&quot; ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (25/11/2019).
Baca Juga: Rudiantara Ditunjuk Jadi Dirut PLN
Menurut Arya, perusahaan-perusahaan yang pimpinnya pun memiliki kapasitas yang besar. Misalnya Telkom, Indosat hingga dirinya juga pernah memimpin PT PLN (Persero).

Prestasinya bahkan diakui oleh Presiden Joko Widodo dengan mengajak bergabung di Kabinet Indonesia Kerja. Dirinya dipercaya sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika selama lima tahun.

&quot;Dia pernah pegang perusahan besar juga paham. Dia menteri dari profesional. jadi punya pengalaman kalau beliau membidangi perusahan besar. Siapapun yang kami pilih 3 orang nama itu punya pengalaman di bisnis. Jadi bisa kami usulkan kepada Presiden Jokowi,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;Asal tahu saja, Rudiantara pernah malang melintang di industri  telekomunikasi. Rudiantara memulai karier pada tahun 1996 di Indosat  sebagai General Manager Business Development.

Dirinya juga pernah menjadi Chief Operating Officer PT Telekomindo  Primabhakti sejak 1996 dan menduduki beberapa jabatan eksekutif selama  11 tahun di Indosat dan Telkomsel hingga 2006. Dirinya menjabat sebagai  Wakil Presiden Direktur PT Semen Gresik (Persero), Presiden Direktur dan  CEO PT Bukit Asam Transpacific Railways dan PT Rajawali Asia Resources.

Rudiantara juga pernah menjadi Wakil Presiden Direktur PT Perusahaan  Listrik Negara (Persero) sejak 2008 dan kemudian menjadi Direktur  Hubungan Korporat PT XL Axiata Tbk dari Maret 2005 hingga 2008, lalu  sebagai Direktur Penjualan dan Pemasaran untuk Solusi Bisnis pada Juni  2003.

Dirinya juga sempat menjadi Presiden Komisaris PT Rukun Raharja sejak  11 Juni 2014. Ia juga Komisaris Independen PT Indosat Tbk sejak 1  November 2012.
&amp;nbsp;Dirinya juga dipercaya sebagai Komisaris Independen di PT   Telekomunikasi Indonesia sejak 1 Januari 2011 hingga Mei 2012. Dia juga   menjadi Sekretaris Jenderal Asosiasi Telepon Seluler Indonesia.

Selama di PLN, dia menjadi terkenal setelah terlibat dalam pencarian   pendanaan perusahaan terutama pinjaman untuk proyek pembangkit listrik   10.000 megawatt. Setelah itu, dirinya mengundurkan diri karena merasa   telah menyelesaikan tugas profesional yang diberikan dan mendapat   tawaran menarik lainnya.

Karena merasa sayang dengan bakat yang dimilikinya, pemerintah   berusaha untuk memberinya posisi di Indosat. Pada tanggal 17 September   2012, dirinya diangkat menjadi komisaris.

Setelah itu dirinya dipanggil oleh Presiden Joko Widodo untuk mengisi   jabatan Menteri Komunikasi dan Informatika. Dirinya memegang jabatan   itu selama lima tahun hingga pada tahun ini posisinya digantikan Jhonny   Plate.
</description><content:encoded>JAKARTA - Nama Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara disebut oleh Istana akan menjabat sebagai Direktur Utama PT PLN (Persero). Jika benar, maka Rudiantara akan menggantikan Sripeni Inten Cahyani yang sebelumnya menjabat sebagai Plt Dirut PLN.
Baca Juga: Rudiantara Jadi Dirut PLN, Stafsus BUMN: Tunggu Pak Erick Pulang
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, memang nama Rudiantara merupakan salah satu nama yang diajukan kepada Tim Penilai Akhir (TPA) yang dipimpin Presiden Joko Widodo.  Menurut Arya, alasan mengajukan nama Rudiantara dianggap memiliki kapasitas untuk memimpin perusahaan energi plat merah ini. .

&quot;Pak Rudiantara punya pengalaman di bidang telekomunikasi,&quot; ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (25/11/2019).
Baca Juga: Rudiantara Ditunjuk Jadi Dirut PLN
Menurut Arya, perusahaan-perusahaan yang pimpinnya pun memiliki kapasitas yang besar. Misalnya Telkom, Indosat hingga dirinya juga pernah memimpin PT PLN (Persero).

Prestasinya bahkan diakui oleh Presiden Joko Widodo dengan mengajak bergabung di Kabinet Indonesia Kerja. Dirinya dipercaya sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika selama lima tahun.

&quot;Dia pernah pegang perusahan besar juga paham. Dia menteri dari profesional. jadi punya pengalaman kalau beliau membidangi perusahan besar. Siapapun yang kami pilih 3 orang nama itu punya pengalaman di bisnis. Jadi bisa kami usulkan kepada Presiden Jokowi,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;Asal tahu saja, Rudiantara pernah malang melintang di industri  telekomunikasi. Rudiantara memulai karier pada tahun 1996 di Indosat  sebagai General Manager Business Development.

Dirinya juga pernah menjadi Chief Operating Officer PT Telekomindo  Primabhakti sejak 1996 dan menduduki beberapa jabatan eksekutif selama  11 tahun di Indosat dan Telkomsel hingga 2006. Dirinya menjabat sebagai  Wakil Presiden Direktur PT Semen Gresik (Persero), Presiden Direktur dan  CEO PT Bukit Asam Transpacific Railways dan PT Rajawali Asia Resources.

Rudiantara juga pernah menjadi Wakil Presiden Direktur PT Perusahaan  Listrik Negara (Persero) sejak 2008 dan kemudian menjadi Direktur  Hubungan Korporat PT XL Axiata Tbk dari Maret 2005 hingga 2008, lalu  sebagai Direktur Penjualan dan Pemasaran untuk Solusi Bisnis pada Juni  2003.

Dirinya juga sempat menjadi Presiden Komisaris PT Rukun Raharja sejak  11 Juni 2014. Ia juga Komisaris Independen PT Indosat Tbk sejak 1  November 2012.
&amp;nbsp;Dirinya juga dipercaya sebagai Komisaris Independen di PT   Telekomunikasi Indonesia sejak 1 Januari 2011 hingga Mei 2012. Dia juga   menjadi Sekretaris Jenderal Asosiasi Telepon Seluler Indonesia.

Selama di PLN, dia menjadi terkenal setelah terlibat dalam pencarian   pendanaan perusahaan terutama pinjaman untuk proyek pembangkit listrik   10.000 megawatt. Setelah itu, dirinya mengundurkan diri karena merasa   telah menyelesaikan tugas profesional yang diberikan dan mendapat   tawaran menarik lainnya.

Karena merasa sayang dengan bakat yang dimilikinya, pemerintah   berusaha untuk memberinya posisi di Indosat. Pada tanggal 17 September   2012, dirinya diangkat menjadi komisaris.

Setelah itu dirinya dipanggil oleh Presiden Joko Widodo untuk mengisi   jabatan Menteri Komunikasi dan Informatika. Dirinya memegang jabatan   itu selama lima tahun hingga pada tahun ini posisinya digantikan Jhonny   Plate.
</content:encoded></item></channel></rss>
