<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>6 Fakta Ahok di Hari Pertama sebagai Komut Pertamina</title><description>Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kini sudah resmi menjadi bagian dari keluarga besar PT Pertamina (Persero).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/26/320/2134782/6-fakta-ahok-di-hari-pertama-sebagai-komut-pertamina</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/11/26/320/2134782/6-fakta-ahok-di-hari-pertama-sebagai-komut-pertamina"/><item><title>6 Fakta Ahok di Hari Pertama sebagai Komut Pertamina</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/26/320/2134782/6-fakta-ahok-di-hari-pertama-sebagai-komut-pertamina</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/11/26/320/2134782/6-fakta-ahok-di-hari-pertama-sebagai-komut-pertamina</guid><pubDate>Selasa 26 November 2019 19:59 WIB</pubDate><dc:creator>Rizqa Leony Putri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/26/320/2134782/6-fakta-ahok-di-hari-pertama-sebagai-komut-pertamina-JWWDw5fxEn.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Komut Pertamina Ahok (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/26/320/2134782/6-fakta-ahok-di-hari-pertama-sebagai-komut-pertamina-JWWDw5fxEn.jpeg</image><title>Komut Pertamina Ahok (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kini sudah resmi menjadi bagian dari keluarga besar PT Pertamina (Persero). Ahok akan menjalankan tugasnya sebagai Komisaris Utama.
Hadirnya Ahok sempat menjadi polemik, lantaran Serikat Pekerja merasa keberatan dengan hadirnya Ahok. Kehadiran Ahok di perusahaan migas BUMN itu bukan tanpa alasan. Menteri BUMN Erick Thohir memilih Ahok karena membutuhkan sosok pedobrak.
Baca juga: Ahok Tampil Perdana sebagai Komisaris Utama Pertamina
&quot;BUMN dengan 142 perusahaan kita butuh figur yang bisa jadi pendobrak. Tidak mungkin 142 perusahaan dipegang satu orang. Kita harapkan ada perwakilan-perwakilan yang memang punya track record pendobrak, tidak artinya salah dan benar,&quot; ujar Erick.
Bagaimana fakta-fakta Ahok ditugaskan di Pertamian, berikut ini rangkumannya, Selasa (26/11/2019).
1. Terhitung tanggal 22 November 2019
Ahok sah menggantikan Tanri Abeng, menjadi Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) terhitung tanggal 22 November 2019 berdasarkan Keputusan Menteri BUMN selaku Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Pertamina (Persero) No.SK-282/MBU/11/2019 tanggal 22 November 2019.

2. Website Pertamina Langsung Berubah
Laman Pertamina sudah mengubah jajaran komisaris termasuk posisi Komisaris Utama. Tertera jenjang pendidikan Pria kelahiran tanggal 29 Juni 1966 ini adalah lulusan dari Jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknik Universitas Trisakti dan mendapatkan gelar Insinyur pada tahun 1989.
Basuki menyelesaikan pendidikan magister pada Tahun 1994 dengan gelar Master Manajemen di Sekolah Tinggi Manajemen Prasetiya Mulya.3. S3 di Mako Brimob
Sekadar diketahui, sebelumnya Ahok sempat berkelakar bahwa dirinya  adalah lulusan S3. Namun jenjang pendidikan tertinggi yang dimaksud  bukan sembarang S3, melainkan 'plesetan' dari Rumah Tahanan Mako Brimob.
Ungkapan itu disampaikan oleh Ahok menanggapi pertanyaan wartawan  atas pihak yang menolak Ahok masuk sebagai keluarga besar Pertamina  tersebut. Salah satunya serikat pekerja Pertamina.
&quot;Kan belum kenal saya. Dia kan enggak tahu saya lulusan S3 dari Mako  Brimob,&quot; kata Ahok di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (25/11/2019).
Baca juga: Gaji Ahok Rp3,2 Miliar, Pertamina: Hoax!
4. Buka Nomor Pengaduan
Ahok akan membuka banyak nomor pengaduan yang bisa dilaporkan  masyarakat. Hal ini menyusul keinginannya untuk melibatkan masyarakat  dalam mengawasi Pertamina.
Menurutnya, sistem pengaduan ini dinilai sangat penting untuk  membantu mengawasi kinerja perseroan. Sebab, makin banyak aduan yang  masuk maka semakin bagus pula kinerja perseroan karena bisa mengetahui  kekurangan yang harus diperbaiki.
&quot;Jadi kami lihat sistem istilahnya kayak itu loh jadi kan selalu ada  nomor pengaduan kan, semakin banyak ada nomor pengaduan semakin banyak  melapor kita akan menolong, kami melakukan pengawasan lebih baik,&quot; kata  Ahok.
&amp;nbsp;
 
5. Tampil Perdana di Depan Publik
Hari PT Pertamina (Persero) menggelar forum diskusi energi yaitu  Pertamina Energi Forum (PEF) 2019 di Hotel Raffles, Jakarta. Acara  tersebut dihadiri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin  Tasrif.
Selain itu, hadir juga jajaran direksi dan komisaris PT Pertamina  (Persero). Termasuk Ahok hingga Direktur Utama Pertamina Nicke  Widyawati.6. Gaji Rp3,2 Miliar?
Ahok menggantikan Tanri Abeng selaku Komut Pertamina saat ini. Ahok pun dikabarkan akan menerima gaji Rp3,2 miliar per tahun.
Merespons hal itu, Anggota Komisi V DPR dari Fraksi Partai Golkar   Ridwan Bae mengungkapkan bahwa dirinya tak habis pikir gaji Ahok sebesar   itu. Pasalnya di tengah gaji yang besar itu, harga avtur yang dijual   Pertamina sangat tinggi.

&quot;Jadi, saya ingin penjelasan dari Pertamina tentang gaji komisaris   yang sangat tinggi yaitu Rp3,2 miliar. Serta, dengan harga avtur yang   tinggi, sepertinya ada ketidakseimbangan. Maka itu tolong   penjelasannya,&quot; ujar dia di Gedung DPR RI Jakarta, Senin (25/11/2019).
Terkait hal itu, Direktur Pemasaran Korporat Pertamina Basuki Trikora   Putra mengatakan bahwa gaji komisaris utama pertamina sebesar Rp3,2   miliar itu tidak benar.</description><content:encoded>JAKARTA - Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kini sudah resmi menjadi bagian dari keluarga besar PT Pertamina (Persero). Ahok akan menjalankan tugasnya sebagai Komisaris Utama.
Hadirnya Ahok sempat menjadi polemik, lantaran Serikat Pekerja merasa keberatan dengan hadirnya Ahok. Kehadiran Ahok di perusahaan migas BUMN itu bukan tanpa alasan. Menteri BUMN Erick Thohir memilih Ahok karena membutuhkan sosok pedobrak.
Baca juga: Ahok Tampil Perdana sebagai Komisaris Utama Pertamina
&quot;BUMN dengan 142 perusahaan kita butuh figur yang bisa jadi pendobrak. Tidak mungkin 142 perusahaan dipegang satu orang. Kita harapkan ada perwakilan-perwakilan yang memang punya track record pendobrak, tidak artinya salah dan benar,&quot; ujar Erick.
Bagaimana fakta-fakta Ahok ditugaskan di Pertamian, berikut ini rangkumannya, Selasa (26/11/2019).
1. Terhitung tanggal 22 November 2019
Ahok sah menggantikan Tanri Abeng, menjadi Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) terhitung tanggal 22 November 2019 berdasarkan Keputusan Menteri BUMN selaku Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Pertamina (Persero) No.SK-282/MBU/11/2019 tanggal 22 November 2019.

2. Website Pertamina Langsung Berubah
Laman Pertamina sudah mengubah jajaran komisaris termasuk posisi Komisaris Utama. Tertera jenjang pendidikan Pria kelahiran tanggal 29 Juni 1966 ini adalah lulusan dari Jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknik Universitas Trisakti dan mendapatkan gelar Insinyur pada tahun 1989.
Basuki menyelesaikan pendidikan magister pada Tahun 1994 dengan gelar Master Manajemen di Sekolah Tinggi Manajemen Prasetiya Mulya.3. S3 di Mako Brimob
Sekadar diketahui, sebelumnya Ahok sempat berkelakar bahwa dirinya  adalah lulusan S3. Namun jenjang pendidikan tertinggi yang dimaksud  bukan sembarang S3, melainkan 'plesetan' dari Rumah Tahanan Mako Brimob.
Ungkapan itu disampaikan oleh Ahok menanggapi pertanyaan wartawan  atas pihak yang menolak Ahok masuk sebagai keluarga besar Pertamina  tersebut. Salah satunya serikat pekerja Pertamina.
&quot;Kan belum kenal saya. Dia kan enggak tahu saya lulusan S3 dari Mako  Brimob,&quot; kata Ahok di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (25/11/2019).
Baca juga: Gaji Ahok Rp3,2 Miliar, Pertamina: Hoax!
4. Buka Nomor Pengaduan
Ahok akan membuka banyak nomor pengaduan yang bisa dilaporkan  masyarakat. Hal ini menyusul keinginannya untuk melibatkan masyarakat  dalam mengawasi Pertamina.
Menurutnya, sistem pengaduan ini dinilai sangat penting untuk  membantu mengawasi kinerja perseroan. Sebab, makin banyak aduan yang  masuk maka semakin bagus pula kinerja perseroan karena bisa mengetahui  kekurangan yang harus diperbaiki.
&quot;Jadi kami lihat sistem istilahnya kayak itu loh jadi kan selalu ada  nomor pengaduan kan, semakin banyak ada nomor pengaduan semakin banyak  melapor kita akan menolong, kami melakukan pengawasan lebih baik,&quot; kata  Ahok.
&amp;nbsp;
 
5. Tampil Perdana di Depan Publik
Hari PT Pertamina (Persero) menggelar forum diskusi energi yaitu  Pertamina Energi Forum (PEF) 2019 di Hotel Raffles, Jakarta. Acara  tersebut dihadiri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin  Tasrif.
Selain itu, hadir juga jajaran direksi dan komisaris PT Pertamina  (Persero). Termasuk Ahok hingga Direktur Utama Pertamina Nicke  Widyawati.6. Gaji Rp3,2 Miliar?
Ahok menggantikan Tanri Abeng selaku Komut Pertamina saat ini. Ahok pun dikabarkan akan menerima gaji Rp3,2 miliar per tahun.
Merespons hal itu, Anggota Komisi V DPR dari Fraksi Partai Golkar   Ridwan Bae mengungkapkan bahwa dirinya tak habis pikir gaji Ahok sebesar   itu. Pasalnya di tengah gaji yang besar itu, harga avtur yang dijual   Pertamina sangat tinggi.

&quot;Jadi, saya ingin penjelasan dari Pertamina tentang gaji komisaris   yang sangat tinggi yaitu Rp3,2 miliar. Serta, dengan harga avtur yang   tinggi, sepertinya ada ketidakseimbangan. Maka itu tolong   penjelasannya,&quot; ujar dia di Gedung DPR RI Jakarta, Senin (25/11/2019).
Terkait hal itu, Direktur Pemasaran Korporat Pertamina Basuki Trikora   Putra mengatakan bahwa gaji komisaris utama pertamina sebesar Rp3,2   miliar itu tidak benar.</content:encoded></item></channel></rss>
