<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pasca-Bencana Alam, Kementerian PUPR Rekonstruksi Jalan di Kota Palu</title><description>PUPR memulai pembangunan rehabilitasi dan rekonstruksi ruas Jalan  Nasional Tompe &amp;ndash; Palu &amp;ndash; Surumana.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/26/470/2134617/pasca-bencana-alam-kementerian-pupr-rekonstruksi-jalan-di-kota-palu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/11/26/470/2134617/pasca-bencana-alam-kementerian-pupr-rekonstruksi-jalan-di-kota-palu"/><item><title>Pasca-Bencana Alam, Kementerian PUPR Rekonstruksi Jalan di Kota Palu</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/26/470/2134617/pasca-bencana-alam-kementerian-pupr-rekonstruksi-jalan-di-kota-palu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/11/26/470/2134617/pasca-bencana-alam-kementerian-pupr-rekonstruksi-jalan-di-kota-palu</guid><pubDate>Selasa 26 November 2019 14:38 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/26/470/2134617/pasca-bencana-alam-kementerian-pupr-rekonstruksi-jalan-di-kota-palu-TIWzA3v58i.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Wamen PUPR. (Foto: Okezone.com/Dok. Kementerian PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/26/470/2134617/pasca-bencana-alam-kementerian-pupr-rekonstruksi-jalan-di-kota-palu-TIWzA3v58i.jpeg</image><title>Wamen PUPR. (Foto: Okezone.com/Dok. Kementerian PUPR)</title></images><description>PALU - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memulai pembangunan rehabilitasi dan rekonstruksi ruas Jalan Nasional Tompe &amp;ndash; Palu &amp;ndash; Surumana dan ruas Jalan Non Nasional Palupi &amp;ndash; Simoro - Kalawara &amp;ndash; Palolo serta akses jalan ke lokasi Hunian Tetap (Huntap). Dimulainya rehabilitasi dan rekonstruksi ruas jalan tersebut ditandai dengan penghamparan aspal yang disaksikan oleh Wakil Menteri (Wamen) PUPR John Wempi Wetipo dan Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola.
Wamen PUPR John Wempi Wetipo mengatakan, kegiatan perbaikan jalan ini dimaksudkan untuk memperbaiki konektivitas antar pusat kegiatan agar perekonomian di Kota Palu cepat pulih dan terus berkembang. Dikatakan Wamen Wempi, Kementerian PUPR dalam peranannya sebagai instansi yang mempunyai tanggung jawab terhadap pembangunan infrastruktur publik mempunyai empat strategi utama dalam penanganan bencana.
Baca Juga: Pakar Kesehatan: Kualitas Udara 'Sangat Berbahaya' Akibat Asap Karhutla
&amp;ldquo;Pertama, pada saat terjadi bencana Kementerian PUPR selalu berusaha berada bersama masyarakat dan menjadi salah satu pilar untuk mewujudkan kehadiran negara di tengah masyarakat untuk memberikan penanganan pada infrastruktur publik yang dibutuhkan oleh masyarakat secara cepat dan tepat,&amp;rdquo; kata Wamen Wempi dilansir dari Laman Kementerian PUPR, Selasa (26/11/2019).
Kedua, Kementerian PUPR berperan dalam peningkatan ketahanan wilayah dalam menghadapi bencana dengan selalu mengurangi kerentanan infrastruktur terbangun. &amp;ldquo;Ketiga, mendorong pengembangan ruang publik yang lebih tangguh dalam menghadapi bencana, seperti tempat evakuasi sementara dan area publik yang dapat difungsikan sebagai tempat pengungsian,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/10/22/53827/271796_medium.jpg&quot; alt=&quot;Melihat Senyum Anak-Anak Pengungsi Korban Bencana Palu&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Terakhir, menurut Wamen Wempi, seluruh unsur Kementerian PUPR harus terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana serta koordinasi lintas sektor dan instansi dalam penanganan tanggap darurat, masa transisi sampai dengan pemulihan pasca bencana.
Kepala Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Sulawesi Tengah Kementerian PUPR, Arie Setiadi Moerwanto dalam kesempatan yang sama mengatakan, Rehabilitasi dan Rekonstruksi Ruas Jalan Nasional Tompe &amp;ndash; Dalam Kota Palu &amp;ndash; Surumana sepanjang 48,39 km terdiri dari 21 jembatan sepanjang 634,40 meter. Konstruksi jalan tersebut akan dilakukan hingga awal Januari 2021 dengan anggaran sebesar Rp150 miliar dikerjakan oleh kontraktor PT. Nindya Karya&amp;ndash; Passokarang (KSO). Sedangkan untuk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Jalan Non Nasional Palupi &amp;ndash; Simoro - Kalawara &amp;ndash; Palolo dan askes ke lokasi Huntap sepanjang 42,31 km akan dikerjakan oleh kontraktor PT. Widya Sapta Contractor - Sarana Puterasejati (KSO) dengan nilai kontrak sebesar Rp73 miliar.Selain perbaikan jalan, Arie mengatakan, Kementerian PUPR juga akan  membangun Tanggul Pantai Silebeta yang membentang mulai dari ujung Jalan  Cumi - Cumi hingga Kawasan Penggaraman dengan panjang sekitar 7,2 km.  Pekerjaan tanggul pantai yang membutuhkan anggaran Rp250 miliar tersebut  merupakan bagian dari Pekerjaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca  Bencana di Provinsi Sulawesi Tengah.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/10/22/53825/271788_medium.jpg&quot; alt=&quot;Lokasi Likuifaksi di Balaroa Palu Akan Dibangun Monumen &amp;amp; RTH&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Tanggul laut tersebut didesain untuk menahan muka air laut tertinggi  agar tidak membanjiri Kawasan Tangguh Bencana Silebeta dan menanggulangi  abrasi. Untuk membangun Kawasan Tangguh Bencana Silebeta, diungkapkan  Arie, pembangunan infrastruktur akan segera diikuti dengan beberapa  kegiatan lain seperti penanaman hutan bakau berbasis partisipasi  masyarakat, pembangunan jalan logistik dan wisata yang ditinggikan  (elevated road), pembangunan Tsunami Shelter yang terintegrasi dengan  rehabilitasi dan rekonstruksi Kampus IAIN, penataan kawasan terbuka  hijau dan jetty untuk nelayan serta pembangunan kembali Jembatan Palu IV  sebagai icon Kota Palu.
&quot;Semua rencana yang telah kita susun bersama ini tidak akan bisa  terwujud tanpa kerja sama Pemerintah Daerah terkait, penanganan masalah  sosial, penyediaan lahan serta pengaturan fungsi ruang dan bangunan.  Diharapkan untuk pekerjaan tanggul laut pada tahun ini sudah bisa  dilelang,&quot; tandas Arie.</description><content:encoded>PALU - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memulai pembangunan rehabilitasi dan rekonstruksi ruas Jalan Nasional Tompe &amp;ndash; Palu &amp;ndash; Surumana dan ruas Jalan Non Nasional Palupi &amp;ndash; Simoro - Kalawara &amp;ndash; Palolo serta akses jalan ke lokasi Hunian Tetap (Huntap). Dimulainya rehabilitasi dan rekonstruksi ruas jalan tersebut ditandai dengan penghamparan aspal yang disaksikan oleh Wakil Menteri (Wamen) PUPR John Wempi Wetipo dan Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola.
Wamen PUPR John Wempi Wetipo mengatakan, kegiatan perbaikan jalan ini dimaksudkan untuk memperbaiki konektivitas antar pusat kegiatan agar perekonomian di Kota Palu cepat pulih dan terus berkembang. Dikatakan Wamen Wempi, Kementerian PUPR dalam peranannya sebagai instansi yang mempunyai tanggung jawab terhadap pembangunan infrastruktur publik mempunyai empat strategi utama dalam penanganan bencana.
Baca Juga: Pakar Kesehatan: Kualitas Udara 'Sangat Berbahaya' Akibat Asap Karhutla
&amp;ldquo;Pertama, pada saat terjadi bencana Kementerian PUPR selalu berusaha berada bersama masyarakat dan menjadi salah satu pilar untuk mewujudkan kehadiran negara di tengah masyarakat untuk memberikan penanganan pada infrastruktur publik yang dibutuhkan oleh masyarakat secara cepat dan tepat,&amp;rdquo; kata Wamen Wempi dilansir dari Laman Kementerian PUPR, Selasa (26/11/2019).
Kedua, Kementerian PUPR berperan dalam peningkatan ketahanan wilayah dalam menghadapi bencana dengan selalu mengurangi kerentanan infrastruktur terbangun. &amp;ldquo;Ketiga, mendorong pengembangan ruang publik yang lebih tangguh dalam menghadapi bencana, seperti tempat evakuasi sementara dan area publik yang dapat difungsikan sebagai tempat pengungsian,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/10/22/53827/271796_medium.jpg&quot; alt=&quot;Melihat Senyum Anak-Anak Pengungsi Korban Bencana Palu&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Terakhir, menurut Wamen Wempi, seluruh unsur Kementerian PUPR harus terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana serta koordinasi lintas sektor dan instansi dalam penanganan tanggap darurat, masa transisi sampai dengan pemulihan pasca bencana.
Kepala Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Sulawesi Tengah Kementerian PUPR, Arie Setiadi Moerwanto dalam kesempatan yang sama mengatakan, Rehabilitasi dan Rekonstruksi Ruas Jalan Nasional Tompe &amp;ndash; Dalam Kota Palu &amp;ndash; Surumana sepanjang 48,39 km terdiri dari 21 jembatan sepanjang 634,40 meter. Konstruksi jalan tersebut akan dilakukan hingga awal Januari 2021 dengan anggaran sebesar Rp150 miliar dikerjakan oleh kontraktor PT. Nindya Karya&amp;ndash; Passokarang (KSO). Sedangkan untuk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Jalan Non Nasional Palupi &amp;ndash; Simoro - Kalawara &amp;ndash; Palolo dan askes ke lokasi Huntap sepanjang 42,31 km akan dikerjakan oleh kontraktor PT. Widya Sapta Contractor - Sarana Puterasejati (KSO) dengan nilai kontrak sebesar Rp73 miliar.Selain perbaikan jalan, Arie mengatakan, Kementerian PUPR juga akan  membangun Tanggul Pantai Silebeta yang membentang mulai dari ujung Jalan  Cumi - Cumi hingga Kawasan Penggaraman dengan panjang sekitar 7,2 km.  Pekerjaan tanggul pantai yang membutuhkan anggaran Rp250 miliar tersebut  merupakan bagian dari Pekerjaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca  Bencana di Provinsi Sulawesi Tengah.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/10/22/53825/271788_medium.jpg&quot; alt=&quot;Lokasi Likuifaksi di Balaroa Palu Akan Dibangun Monumen &amp;amp; RTH&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Tanggul laut tersebut didesain untuk menahan muka air laut tertinggi  agar tidak membanjiri Kawasan Tangguh Bencana Silebeta dan menanggulangi  abrasi. Untuk membangun Kawasan Tangguh Bencana Silebeta, diungkapkan  Arie, pembangunan infrastruktur akan segera diikuti dengan beberapa  kegiatan lain seperti penanaman hutan bakau berbasis partisipasi  masyarakat, pembangunan jalan logistik dan wisata yang ditinggikan  (elevated road), pembangunan Tsunami Shelter yang terintegrasi dengan  rehabilitasi dan rekonstruksi Kampus IAIN, penataan kawasan terbuka  hijau dan jetty untuk nelayan serta pembangunan kembali Jembatan Palu IV  sebagai icon Kota Palu.
&quot;Semua rencana yang telah kita susun bersama ini tidak akan bisa  terwujud tanpa kerja sama Pemerintah Daerah terkait, penanganan masalah  sosial, penyediaan lahan serta pengaturan fungsi ruang dan bangunan.  Diharapkan untuk pekerjaan tanggul laut pada tahun ini sudah bisa  dilelang,&quot; tandas Arie.</content:encoded></item></channel></rss>
