<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Sensus Penduduk 2020 Secara Online, Dimulai Februari   </title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) akan menyelenggarakan Sensus Penduduk 2020 pada bulan Februari-Maret 2020.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/27/320/2134997/sensus-penduduk-2020-secara-online-dimulai-februari</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/11/27/320/2134997/sensus-penduduk-2020-secara-online-dimulai-februari"/><item><title>   Sensus Penduduk 2020 Secara Online, Dimulai Februari   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/27/320/2134997/sensus-penduduk-2020-secara-online-dimulai-februari</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/11/27/320/2134997/sensus-penduduk-2020-secara-online-dimulai-februari</guid><pubDate>Rabu 27 November 2019 13:14 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/27/320/2134997/sensus-penduduk-2020-secara-online-dimulai-februari-xGLmYmlviD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sensus Penduduk 2020 (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/27/320/2134997/sensus-penduduk-2020-secara-online-dimulai-februari-xGLmYmlviD.jpg</image><title>Sensus Penduduk 2020 (Foto: Okezone.com)</title></images><description>
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) akan menyelenggarakan Sensus Penduduk 2020 pada bulan Februari-Maret 2020. Sensus dilakukan secara online dan mandiri melalui situs sensus BPS.

&quot;Basis utama sensus adalah Nomor KTP, dan Kartu Keluarga,&amp;rdquo; kata Kepala BPS Suhariyanto seperti dilansir setkab, Jakarta, Rabu (27/11/2019).
Baca Juga: Sensus Penduduk 2020, Masyarakat Bisa Update Data Sendiri
Berikutnya, melalui situs tersebut akan ada evaluasi berkala Sensus Penduduk Online. Akses ke situs ini bisa menggunakan smartphone, tablet, ataupun komputer. Sementara bagi daerah yang belum terjangkau sinyal telekomunikasi, misalnya di pedalaman, petugas BPS yang akan terjun ke lokasi mengandalkan metode tradisional.

Nantinya pada Juli 2020, menurut Suhariyanto, BPS akan melakukan verifikasi ulang data, verifikasi ulang ke lapangan, dan terakhir pencacahan lapangan.
Baca Juga: Menteri Bambang Minta BKKBN Ubah Slogan Keluarga Berencana Tidak Lagi &quot;2 Anak Lebih Baik&quot;
&amp;ldquo;Tujuan prosedur ini adalah untuk menambah akurasi data dengan informasi terkini,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;nbsp; 
Satukan Data Kependudukan

Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy dalam  sambutannya berharap Sensus Penduduk 2020 mampu menghasilkan data  penduduk yang berkualitas dan seragam yang akan dipergunakan untuk  penyusunan perencanaan maupun untuk pelaksanaan yang terpadu pada semua  pihak. Saat ini, lanjut Menko PMK, kondisi data di Indonesia masih  sangat beragam.

&amp;ldquo;Misalnya jumlah penduduk Indonesia apabila didasarkan dari data BPS  dan Bappenas sebesar 264,2 sedangkan jika menggunakan data dari Dukcapil  Kemendagri sebesar 263, 9 juta,&amp;rdquo; kata Muhadjir.

Perbedaan tersebut, lanjut Menko PMK, menjadi signifikan apabila  misalnya dikaitkan dengan penyediaan bahan pangan bagi selisih penduduk  dari kedua data tersebut.

Hal ini menyebabkan tidak optimalnya kebijakan yang dilaksanakan.   Untuk membangun satu data kependudukan, menurut Menko PMK Muhadjir   Effendy, diperlukan sinkronisasi antara data dari Dukcapil Kemendagri   yang de jure dan teregistrasi sesuai dokumen kependudukan, dengan BPS   yang dilakukan secara de facto melalui sensus, survey.

&amp;ldquo;Satu Data Kependudukan ini sangat penting untuk perencanaan yaitu   memperkuat kebijakan yang direncanakan dan sehingga dapat dilaksanakan   semua pihak secara terpadu,&amp;rdquo; kata Menko PMK.

Menko PMK menjelaskan, Sensus Penduduk tahun 2020 merupakan sensus   penduduk yang ke-7. Sensus ini merupakan mandat dari Undang-undang serta   rekomendasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dengan menggunakan metode kombinasi, lanjut Menko PMK, sensus   penduduk 2020 diharapkan menghasilkan data yang kridibel dan valid.   Dapat menyediakan parameter demografi dan proyeksi penduduk (fertilitas,   mortalitas, dan migrasi) serta karakteristik penduduk lainnya untuk   keperluan proyeksi penduduk dan indikator SDGs.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) akan menyelenggarakan Sensus Penduduk 2020 pada bulan Februari-Maret 2020. Sensus dilakukan secara online dan mandiri melalui situs sensus BPS.

&quot;Basis utama sensus adalah Nomor KTP, dan Kartu Keluarga,&amp;rdquo; kata Kepala BPS Suhariyanto seperti dilansir setkab, Jakarta, Rabu (27/11/2019).
Baca Juga: Sensus Penduduk 2020, Masyarakat Bisa Update Data Sendiri
Berikutnya, melalui situs tersebut akan ada evaluasi berkala Sensus Penduduk Online. Akses ke situs ini bisa menggunakan smartphone, tablet, ataupun komputer. Sementara bagi daerah yang belum terjangkau sinyal telekomunikasi, misalnya di pedalaman, petugas BPS yang akan terjun ke lokasi mengandalkan metode tradisional.

Nantinya pada Juli 2020, menurut Suhariyanto, BPS akan melakukan verifikasi ulang data, verifikasi ulang ke lapangan, dan terakhir pencacahan lapangan.
Baca Juga: Menteri Bambang Minta BKKBN Ubah Slogan Keluarga Berencana Tidak Lagi &quot;2 Anak Lebih Baik&quot;
&amp;ldquo;Tujuan prosedur ini adalah untuk menambah akurasi data dengan informasi terkini,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;nbsp; 
Satukan Data Kependudukan

Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy dalam  sambutannya berharap Sensus Penduduk 2020 mampu menghasilkan data  penduduk yang berkualitas dan seragam yang akan dipergunakan untuk  penyusunan perencanaan maupun untuk pelaksanaan yang terpadu pada semua  pihak. Saat ini, lanjut Menko PMK, kondisi data di Indonesia masih  sangat beragam.

&amp;ldquo;Misalnya jumlah penduduk Indonesia apabila didasarkan dari data BPS  dan Bappenas sebesar 264,2 sedangkan jika menggunakan data dari Dukcapil  Kemendagri sebesar 263, 9 juta,&amp;rdquo; kata Muhadjir.

Perbedaan tersebut, lanjut Menko PMK, menjadi signifikan apabila  misalnya dikaitkan dengan penyediaan bahan pangan bagi selisih penduduk  dari kedua data tersebut.

Hal ini menyebabkan tidak optimalnya kebijakan yang dilaksanakan.   Untuk membangun satu data kependudukan, menurut Menko PMK Muhadjir   Effendy, diperlukan sinkronisasi antara data dari Dukcapil Kemendagri   yang de jure dan teregistrasi sesuai dokumen kependudukan, dengan BPS   yang dilakukan secara de facto melalui sensus, survey.

&amp;ldquo;Satu Data Kependudukan ini sangat penting untuk perencanaan yaitu   memperkuat kebijakan yang direncanakan dan sehingga dapat dilaksanakan   semua pihak secara terpadu,&amp;rdquo; kata Menko PMK.

Menko PMK menjelaskan, Sensus Penduduk tahun 2020 merupakan sensus   penduduk yang ke-7. Sensus ini merupakan mandat dari Undang-undang serta   rekomendasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dengan menggunakan metode kombinasi, lanjut Menko PMK, sensus   penduduk 2020 diharapkan menghasilkan data yang kridibel dan valid.   Dapat menyediakan parameter demografi dan proyeksi penduduk (fertilitas,   mortalitas, dan migrasi) serta karakteristik penduduk lainnya untuk   keperluan proyeksi penduduk dan indikator SDGs.
</content:encoded></item></channel></rss>
