<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menhub Budi Bertolak ke London, Hadiri Majelis Maritim Internasional</title><description>Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bertolak ke London, Inggris.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/27/320/2135018/menhub-budi-bertolak-ke-london-hadiri-majelis-maritim-internasional</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/11/27/320/2135018/menhub-budi-bertolak-ke-london-hadiri-majelis-maritim-internasional"/><item><title>Menhub Budi Bertolak ke London, Hadiri Majelis Maritim Internasional</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/27/320/2135018/menhub-budi-bertolak-ke-london-hadiri-majelis-maritim-internasional</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/11/27/320/2135018/menhub-budi-bertolak-ke-london-hadiri-majelis-maritim-internasional</guid><pubDate>Rabu 27 November 2019 14:00 WIB</pubDate><dc:creator>Adhyasta Dirgantara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/27/320/2135018/menhub-budi-bertolak-ke-london-hadiri-majelis-maritim-internasional-wtodZEaD6m.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/27/320/2135018/menhub-budi-bertolak-ke-london-hadiri-majelis-maritim-internasional-wtodZEaD6m.jpeg</image><title>Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bertolak ke London, Inggris. Bukan tanpa sebab, Menhub Budi rupanya menghadiri Sidang Majelis International Maritime Organization (IMO) ke 31. Dalam sidang tersebut, Dia mengatakan bahwa Indonesia berupaya untuk berkomitmen dan berkontribusi terhadap maritim dunia. Adapun hal ini Menhub Budi sampaikan di depan 174 negara anggota IMO.
&amp;ldquo;Kegiatan pelayaran melalui laut telah memungkinkan perdagangan dan perekonomian global berkembang secara signifikan, sehingga memungkinkan banyak negara, termasuk Indonesia untuk mengembangkan dan meningkatkan kondisi sosial ekonomi,&amp;rdquo; ujarnya dalam keterangannya, Rabu (27/11/2019).
Baca Juga: De Javu Taksi Pangkalan vs Blue Bird, Kini Opang Tergilas Gojek dan Grab
Dengan demikian, Indonesia akan terus mendukung IMO untuk mengimplementasikan program-program yang akan datang. Apalagi Indonesia adalah anggota IMO sejak tahun 1961 dan anggota dewan yang berdedikasi sejak 1973.
&amp;ldquo;Indonesia akan terus mendukung IMO dalam mengimplementasikan Rencana Strategis serta program-program mendatang, yang memungkinkan IMO dapat secara optimal memimpin seluruh anggotanya dalam upaya mewujudkan terciptanya keseimbangan antara kebutuhan untuk pembangunan ekonomi, fasilitasi perdagangan internasional, keselamatan, keamanan dan juga perlindungan lingkungan dari pelayaran internasional,&amp;rdquo; jelas Menhub Budi.

Tidak hanya itu, Menhub Budi juga menyampaikan kontribusi serta inisiatif yang telah dilakukan oleh Pemerintah Indonesia sebagai anggota Dewan IMO selama dua tahun terakhir. Salah satunya adalah tentang proposal Indonesia tentang Skema Pemisahan Lalu Lintas (Traffic Separation Scheme/TSS) di Selat Sunda dan Selat Lombok yang telah diadopsi pada Sidang Maritime Safety Committee ke-101 pada bulan Juli lalu.
Lebih-lebih, Menhub Budi juga menyampaikan komitmen Indonesia terkait perlindungan lingkungan laut, khususnya dalam mengatasi sampah plastik di laut.&amp;ldquo;Terkait perlindungan lingkungan maritim, Indonesia berkomitmen untuk  dapat menerapkan aturan yang dikeluarkan oleh IMO terkait batas  kandungan sulfur pada bahan bakar kapal pada tahun 2020 dan masih secara  aktif terlibat dalam dua proyek utama IMO terkait lingkungan, yaitu  MEPSEAS dan Glofouling Partnership Projects,&amp;rdquo; tutur Menhub Budi.
Meski demikian, Indonesia akan terus berusaha untuk meningkatkan  kerjasama dengan IMO. Tidak hanya itu, Menhub Budi juga berkomitmen  untuk meningkatkan kapasitas SDM sesuai dengan arahan Presiden Joko  Widodo (Jokowi).
Baca Juga: Ingat Pesan B.J Habibie, Jusuf Kalla: Penguasaan Teknologi Penting
&amp;ldquo;Peningkatan kapasitas SDM menjadi prioritas utama pada program kerja  Pemerintahan Presiden Joko Widodo, untuk itu Indonesia akan terus  meningkatkan kerjasama dengan IMO dalam meningkatkan kapasitas SDM  melalui IMO Technical Cooperation Program,&amp;rdquo; katanya.
Sebagai langkah awal, Indonesia telah menyelenggarakan sebuah kursus  singkat tentang Non-Convention Vessel Standard atau Standar Kapal  Non-Konvensi pada awal bulan November 2019 untuk berbagi pengalaman  Indonesia tentang penerapan standar tersebut sekaligus mempererat  hubungan kerjasama.

&amp;ldquo;Pada kesempatan ini, izinkan kami menyampaikan terima kasih kepada  Brunei Darussalam, Kamboja, Fiji, Kenya, Maladewa, serta Timor-Leste  yang telah berpartisipasi pada kursus tersebut,&amp;rdquo; tambahnya.
Dan yang terakhir, Budi kembali menekankan komitmen Indonesia untuk  terus bekerjasama dengan IMO dan seluruh anggotanya dalam mencapai  tujuan IMO guna menciptakan pelayaran yang aman, selamat serta  berwawasan lingkungan.
&amp;ldquo;Untuk dapat mencapai tujuan inilah, Indonesia siap untuk kembali  bekerjasama menjadi Anggota Dewan IMO Kategori C Periode Tahun  2020-2021,&amp;rdquo; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bertolak ke London, Inggris. Bukan tanpa sebab, Menhub Budi rupanya menghadiri Sidang Majelis International Maritime Organization (IMO) ke 31. Dalam sidang tersebut, Dia mengatakan bahwa Indonesia berupaya untuk berkomitmen dan berkontribusi terhadap maritim dunia. Adapun hal ini Menhub Budi sampaikan di depan 174 negara anggota IMO.
&amp;ldquo;Kegiatan pelayaran melalui laut telah memungkinkan perdagangan dan perekonomian global berkembang secara signifikan, sehingga memungkinkan banyak negara, termasuk Indonesia untuk mengembangkan dan meningkatkan kondisi sosial ekonomi,&amp;rdquo; ujarnya dalam keterangannya, Rabu (27/11/2019).
Baca Juga: De Javu Taksi Pangkalan vs Blue Bird, Kini Opang Tergilas Gojek dan Grab
Dengan demikian, Indonesia akan terus mendukung IMO untuk mengimplementasikan program-program yang akan datang. Apalagi Indonesia adalah anggota IMO sejak tahun 1961 dan anggota dewan yang berdedikasi sejak 1973.
&amp;ldquo;Indonesia akan terus mendukung IMO dalam mengimplementasikan Rencana Strategis serta program-program mendatang, yang memungkinkan IMO dapat secara optimal memimpin seluruh anggotanya dalam upaya mewujudkan terciptanya keseimbangan antara kebutuhan untuk pembangunan ekonomi, fasilitasi perdagangan internasional, keselamatan, keamanan dan juga perlindungan lingkungan dari pelayaran internasional,&amp;rdquo; jelas Menhub Budi.

Tidak hanya itu, Menhub Budi juga menyampaikan kontribusi serta inisiatif yang telah dilakukan oleh Pemerintah Indonesia sebagai anggota Dewan IMO selama dua tahun terakhir. Salah satunya adalah tentang proposal Indonesia tentang Skema Pemisahan Lalu Lintas (Traffic Separation Scheme/TSS) di Selat Sunda dan Selat Lombok yang telah diadopsi pada Sidang Maritime Safety Committee ke-101 pada bulan Juli lalu.
Lebih-lebih, Menhub Budi juga menyampaikan komitmen Indonesia terkait perlindungan lingkungan laut, khususnya dalam mengatasi sampah plastik di laut.&amp;ldquo;Terkait perlindungan lingkungan maritim, Indonesia berkomitmen untuk  dapat menerapkan aturan yang dikeluarkan oleh IMO terkait batas  kandungan sulfur pada bahan bakar kapal pada tahun 2020 dan masih secara  aktif terlibat dalam dua proyek utama IMO terkait lingkungan, yaitu  MEPSEAS dan Glofouling Partnership Projects,&amp;rdquo; tutur Menhub Budi.
Meski demikian, Indonesia akan terus berusaha untuk meningkatkan  kerjasama dengan IMO. Tidak hanya itu, Menhub Budi juga berkomitmen  untuk meningkatkan kapasitas SDM sesuai dengan arahan Presiden Joko  Widodo (Jokowi).
Baca Juga: Ingat Pesan B.J Habibie, Jusuf Kalla: Penguasaan Teknologi Penting
&amp;ldquo;Peningkatan kapasitas SDM menjadi prioritas utama pada program kerja  Pemerintahan Presiden Joko Widodo, untuk itu Indonesia akan terus  meningkatkan kerjasama dengan IMO dalam meningkatkan kapasitas SDM  melalui IMO Technical Cooperation Program,&amp;rdquo; katanya.
Sebagai langkah awal, Indonesia telah menyelenggarakan sebuah kursus  singkat tentang Non-Convention Vessel Standard atau Standar Kapal  Non-Konvensi pada awal bulan November 2019 untuk berbagi pengalaman  Indonesia tentang penerapan standar tersebut sekaligus mempererat  hubungan kerjasama.

&amp;ldquo;Pada kesempatan ini, izinkan kami menyampaikan terima kasih kepada  Brunei Darussalam, Kamboja, Fiji, Kenya, Maladewa, serta Timor-Leste  yang telah berpartisipasi pada kursus tersebut,&amp;rdquo; tambahnya.
Dan yang terakhir, Budi kembali menekankan komitmen Indonesia untuk  terus bekerjasama dengan IMO dan seluruh anggotanya dalam mencapai  tujuan IMO guna menciptakan pelayaran yang aman, selamat serta  berwawasan lingkungan.
&amp;ldquo;Untuk dapat mencapai tujuan inilah, Indonesia siap untuk kembali  bekerjasama menjadi Anggota Dewan IMO Kategori C Periode Tahun  2020-2021,&amp;rdquo; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
