<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mau Kembangkan Pembangkit Nuklir? Ini Syarat dari Menteri ESDM</title><description>Perlu ada solusi kongkrit untuk mengatasi masalah tersebut jika memang mau kembangkan energi nuklir.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/27/320/2135230/mau-kembangkan-pembangkit-nuklir-ini-syarat-dari-menteri-esdm</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/11/27/320/2135230/mau-kembangkan-pembangkit-nuklir-ini-syarat-dari-menteri-esdm"/><item><title>Mau Kembangkan Pembangkit Nuklir? Ini Syarat dari Menteri ESDM</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/27/320/2135230/mau-kembangkan-pembangkit-nuklir-ini-syarat-dari-menteri-esdm</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/11/27/320/2135230/mau-kembangkan-pembangkit-nuklir-ini-syarat-dari-menteri-esdm</guid><pubDate>Rabu 27 November 2019 20:36 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/27/320/2135230/mau-kembangkan-pembangkit-nuklir-ini-syarat-dari-menteri-esdm-st06r0nQPE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri ESDM Arifin Tasrif. (Foto: Okezone.com/Kementerian ESDM)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/27/320/2135230/mau-kembangkan-pembangkit-nuklir-ini-syarat-dari-menteri-esdm-st06r0nQPE.jpg</image><title>Menteri ESDM Arifin Tasrif. (Foto: Okezone.com/Kementerian ESDM)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka peluang untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Namun sebelum pembangunan dilakukan, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi mengingat biaya proyek yang sangat tinggi.
Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, belajar dari Jepang, tingginya biaya pengembangan pembangkit listrik berdampak ke harga jual pada masyarakat. Oleh karena itu, perlu ada solusi kongkrit untuk mengatasi masalah tersebut jika memang mau kembangkan energi nuklir.
Baca Juga: Biaya Produksi Mahal, Pemerintah Belum Kepincut Garap Pembangkit Tenaga Nuklir
&quot;PLTN kita sepakat, tapi cost-nya, biaya listrik (kalau pakai PLTN) bisa sampai USD30-40 sen per kwh. Kalau pakai PLTN itu kami dapatkan datanya dari Jepang,&quot; ujarnya saat ditemui di Komplek DPR-RI, Jakarta, Rabu (27/11/2019).

Selain masalah cost yang masih tinggi,  pekerjaan lain yang tidak akan mudah adalah masalah sosialisasi keamanan penggunaan nuklir. Menurutnya, gambaran nuklir di mata masyarakat Indonesia masih sangat beresiko tinggi dari sisi keamanan.
Baca Juga: Keraguan Terhadap Teknologi Nuklir di RI Masih Tinggi
&quot;Kemudian yang paling penting sosialisasikan ke masyarakat sehingga tidak ada ketakutan,&quot; ucapnya.Selain komersial dan keamanan, beberapa lembaga terkait juga harus  bisa memastikan ketersediaan bahan bakunya sendiri. Apalagi saat ini  sumber bahan baku PLTN di Indonesia masih belum signifikan.
&quot;Kita juga ada punya sumber PLTN tapi belum signifikan,&quot; kata Arifin.
Asal tahu saja, sejauh ini salah satu Independent Power Producer  (IPP) merupakan perusahaan yang paling berminat kembangkan nuklir di  Indonesia yakni Thorcon International Pte.Ltd.  Perusahaan asal Amerika  Serikat ini sudah siapkan dana investasi USD1,2 miliar untuk membangun  Pembangkit Listrik Tenaga Thorium (PLTT) di Indonesia berkapasitas 500  Megawatt (MW).</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka peluang untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Namun sebelum pembangunan dilakukan, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi mengingat biaya proyek yang sangat tinggi.
Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, belajar dari Jepang, tingginya biaya pengembangan pembangkit listrik berdampak ke harga jual pada masyarakat. Oleh karena itu, perlu ada solusi kongkrit untuk mengatasi masalah tersebut jika memang mau kembangkan energi nuklir.
Baca Juga: Biaya Produksi Mahal, Pemerintah Belum Kepincut Garap Pembangkit Tenaga Nuklir
&quot;PLTN kita sepakat, tapi cost-nya, biaya listrik (kalau pakai PLTN) bisa sampai USD30-40 sen per kwh. Kalau pakai PLTN itu kami dapatkan datanya dari Jepang,&quot; ujarnya saat ditemui di Komplek DPR-RI, Jakarta, Rabu (27/11/2019).

Selain masalah cost yang masih tinggi,  pekerjaan lain yang tidak akan mudah adalah masalah sosialisasi keamanan penggunaan nuklir. Menurutnya, gambaran nuklir di mata masyarakat Indonesia masih sangat beresiko tinggi dari sisi keamanan.
Baca Juga: Keraguan Terhadap Teknologi Nuklir di RI Masih Tinggi
&quot;Kemudian yang paling penting sosialisasikan ke masyarakat sehingga tidak ada ketakutan,&quot; ucapnya.Selain komersial dan keamanan, beberapa lembaga terkait juga harus  bisa memastikan ketersediaan bahan bakunya sendiri. Apalagi saat ini  sumber bahan baku PLTN di Indonesia masih belum signifikan.
&quot;Kita juga ada punya sumber PLTN tapi belum signifikan,&quot; kata Arifin.
Asal tahu saja, sejauh ini salah satu Independent Power Producer  (IPP) merupakan perusahaan yang paling berminat kembangkan nuklir di  Indonesia yakni Thorcon International Pte.Ltd.  Perusahaan asal Amerika  Serikat ini sudah siapkan dana investasi USD1,2 miliar untuk membangun  Pembangkit Listrik Tenaga Thorium (PLTT) di Indonesia berkapasitas 500  Megawatt (MW).</content:encoded></item></channel></rss>
