<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Ibu Kota Baru Butuh Pasokan Listrik 1.555 Mw</title><description>Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif memaparkan kebutuhan listrik di Ibu Kota baru.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/27/470/2135006/ibu-kota-baru-butuh-pasokan-listrik-1-555-mw</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/11/27/470/2135006/ibu-kota-baru-butuh-pasokan-listrik-1-555-mw"/><item><title>   Ibu Kota Baru Butuh Pasokan Listrik 1.555 Mw</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/27/470/2135006/ibu-kota-baru-butuh-pasokan-listrik-1-555-mw</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/11/27/470/2135006/ibu-kota-baru-butuh-pasokan-listrik-1-555-mw</guid><pubDate>Rabu 27 November 2019 13:35 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/27/470/2135006/ibu-kota-baru-butuh-pasokan-listrik-1-555-mw-KTPQDygwHI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Listrik di Ibu Kota Baru (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/27/470/2135006/ibu-kota-baru-butuh-pasokan-listrik-1-555-mw-KTPQDygwHI.jpg</image><title>Listrik di Ibu Kota Baru (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif memaparkan kebutuhan listrik di Ibu Kota baru. Hal tersebut dipaparkan dalam rapat kerja dengan Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR-RI) Jakarta pada hari ini.

Menurut Arifin, diperkirakan ibu kota baru membutuhkan tambahan kebutuhan listrik mencapai 1.555 megawatt (mw). Hal tersebut nantinya akan dipenuhi dalam waktu lima tahun ke depan.
Baca Juga: Komisi VII Panggil Menteri ESDM hingga Pertamina Bahas Energi Ibu Kota Baru, Ada Ahok?
Berdasarkan RUPTL, hingga 2024 akan ada tambahan pasokan di Kalimantan Timur hanya sebesar 691 mw sehingga perlu tambahan lagi sebesar 884 mw.

Menurut Arifin, kebutuhan listrik ini dihitung berdasarkan sejumlah asumsi dari mulai laju perpindahan penduduk, konsumsi per kapita dan konsumsi jaringan. Dari jumlah penduduk diperkirakan akan ada 1,5 juta jiwa yang akan pindah.
Baca Juga: Gandeng Korsel, RI Mulai Persiapkan Ibu Kota Baru
Sementara konsumsi listrik per kapitanya adalah sebesar 4.000 kWh. Sementara kebutuhan energi listik sekitar 6.000 gigawatt (gw) dengan susur 10% dan faktor beban listriknya 63%.
&amp;nbsp;Sementara produksi energi listrik adalah sebesar 6.600 gwh, sehingga  disimpulkan beban puncak listrik di kawasan ibu kota baru sebesar 1.196  mw

&quot;Apabila reserve margin 30%, maka tambahan pasokan tenaga listrik  yang harus disiapkan 1.555 mw,&quot; ujarnya dalam rapat kerja dengan DPR RI,  Jakarta, Rabu (27/11/2019).

Sebagai informasi, saat ini kebutuhan tenaga listrik di Kaltim  dipasok oleh Sistem Interkoneksi Kalimantan yang merupakan interkoneksi  antara subsistem Barito di Kalsel dan Kalteng dan subsistem Mahakam di  Kaltim. Kondisi kelistrikan di Sistem Interkoneksi Kalimantan adalah  daya mampu netto 1.569,1 mw dengan beban puncak mencapai 1.094,9 mw  sehingga tersisa cadangan sebesar 474,2 mw (30%).

Beban listrik di Kabupaten Penajaman Paser Utara baru mencapai 15,89  MVA yang dipasok dari 1 GI, yaitu GI Petung dengan kapasitas GI sebesar  90 MVA. Beban listrik di Kabupaten Kutai Kartanegara baru mencapai  117,54 MVA yang dipasok dari 3 GI, yaitu GI Karang Joang, GI  Manggarsari, dan GI Senipah dengan total kapasitas GI sebesar 290 MVA.
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif memaparkan kebutuhan listrik di Ibu Kota baru. Hal tersebut dipaparkan dalam rapat kerja dengan Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR-RI) Jakarta pada hari ini.

Menurut Arifin, diperkirakan ibu kota baru membutuhkan tambahan kebutuhan listrik mencapai 1.555 megawatt (mw). Hal tersebut nantinya akan dipenuhi dalam waktu lima tahun ke depan.
Baca Juga: Komisi VII Panggil Menteri ESDM hingga Pertamina Bahas Energi Ibu Kota Baru, Ada Ahok?
Berdasarkan RUPTL, hingga 2024 akan ada tambahan pasokan di Kalimantan Timur hanya sebesar 691 mw sehingga perlu tambahan lagi sebesar 884 mw.

Menurut Arifin, kebutuhan listrik ini dihitung berdasarkan sejumlah asumsi dari mulai laju perpindahan penduduk, konsumsi per kapita dan konsumsi jaringan. Dari jumlah penduduk diperkirakan akan ada 1,5 juta jiwa yang akan pindah.
Baca Juga: Gandeng Korsel, RI Mulai Persiapkan Ibu Kota Baru
Sementara konsumsi listrik per kapitanya adalah sebesar 4.000 kWh. Sementara kebutuhan energi listik sekitar 6.000 gigawatt (gw) dengan susur 10% dan faktor beban listriknya 63%.
&amp;nbsp;Sementara produksi energi listrik adalah sebesar 6.600 gwh, sehingga  disimpulkan beban puncak listrik di kawasan ibu kota baru sebesar 1.196  mw

&quot;Apabila reserve margin 30%, maka tambahan pasokan tenaga listrik  yang harus disiapkan 1.555 mw,&quot; ujarnya dalam rapat kerja dengan DPR RI,  Jakarta, Rabu (27/11/2019).

Sebagai informasi, saat ini kebutuhan tenaga listrik di Kaltim  dipasok oleh Sistem Interkoneksi Kalimantan yang merupakan interkoneksi  antara subsistem Barito di Kalsel dan Kalteng dan subsistem Mahakam di  Kaltim. Kondisi kelistrikan di Sistem Interkoneksi Kalimantan adalah  daya mampu netto 1.569,1 mw dengan beban puncak mencapai 1.094,9 mw  sehingga tersisa cadangan sebesar 474,2 mw (30%).

Beban listrik di Kabupaten Penajaman Paser Utara baru mencapai 15,89  MVA yang dipasok dari 1 GI, yaitu GI Petung dengan kapasitas GI sebesar  90 MVA. Beban listrik di Kabupaten Kutai Kartanegara baru mencapai  117,54 MVA yang dipasok dari 3 GI, yaitu GI Karang Joang, GI  Manggarsari, dan GI Senipah dengan total kapasitas GI sebesar 290 MVA.
</content:encoded></item></channel></rss>
