<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Bangun Ancol, Ciputra Sulap dari Daerah Kumuh dan Isinya Jin</title><description>Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya pendiri Ciputra Grup, Dr. Ir. Ciputra.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/27/470/2135029/bangun-ancol-ciputra-sulap-dari-daerah-kumuh-dan-isinya-jin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/11/27/470/2135029/bangun-ancol-ciputra-sulap-dari-daerah-kumuh-dan-isinya-jin"/><item><title>   Bangun Ancol, Ciputra Sulap dari Daerah Kumuh dan Isinya Jin</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/27/470/2135029/bangun-ancol-ciputra-sulap-dari-daerah-kumuh-dan-isinya-jin</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/11/27/470/2135029/bangun-ancol-ciputra-sulap-dari-daerah-kumuh-dan-isinya-jin</guid><pubDate>Rabu 27 November 2019 14:11 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Budi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/27/470/2135029/bangun-ancol-ciputra-sulap-dari-daerah-kumuh-dan-isinya-jin-szucaHnmw2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ancol (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/27/470/2135029/bangun-ancol-ciputra-sulap-dari-daerah-kumuh-dan-isinya-jin-szucaHnmw2.jpg</image><title>Ancol (Foto: Okezone.com)</title></images><description>SEMARANG -  Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya pendiri Ciputra Grup, Dr. Ir. Ciputra (88) atau Tjie Tjin Hoan di Singapura, pada Rabu waktu setempat. Selain ungkapan duka, Ganjar juga mengenang sejak kuliah dia telah mengagumi sosok Ciputra.

&quot;Yang ada di pikirannya (Ciputra) cuma satu, membangun,&quot; kata Ganjar di Semarang, Rabu (27/11/2019).
Baca Juga: Erick Thohir: Bos Ciputra Telah Berkarya untuk Dunia Properti RI
Ganjar mengetahui sepak terjang Pak Ci, sapaan untuk Ciputra sejak masih kuliah. Dia membaca perjalanan perusahaan yang digawangi Ciputra, PT Pembangunan Ibu Kota Jakarta Raya (PT Pembangunan Jaya) yang didirikan pada 3 September 1961.

&quot;Saya membaca buku Pembangunan Jaya, saya lupa tahun berapa itu, mungkin 80 atau 90 awal. Diceritakan bagaimana seorang Pak Ci itu waktu kuliah mimpinya, kalau melihat batu dan semen pasti jadi gedung,&quot; katanya.
Baca Juga: Bos Crown Group: Visi Ciputra Tak Akan Lekang oleh Waktu
Maka pada saat melihat Jakarta, lanjut Ganjar, Pak Ci bekerjasama dengan Pemda DKI Jakarta didorong untuk membangun Jakarta yang luar biasa. Termasuk impiannya membangun Ancol.

&quot;Daerah yang kumuh, kotor yang isinya jin, dibangun pantai yang sangat indah. Tentu itu jadi legenda. Kelak kemudian ternyata dalam sejarah panjang pembangunan di Indonesia sangat menginspirasi dengan segala kegigihannya,&quot; katanya.
&amp;nbsp;Dengan kiprahnya tersebut, Pak Ci tidak selalu memiliki perhitungan  ekonomi yang selalu tepat. Namun di sisi lain, sosok Ciputra dia anggap  selalu mendapatkan hoki, termasuk pascakrisis 1998.

&quot;Kemarin Rizal Ramli menyampaikan Ciputra pernah salah menghitung  ekonomi dan mengatakan Rizal Ramli benar. Tapi Ciputra, kata Rizal Ramli  adalah orang yang hoki terus menerus. Sehingga pada saat dia beli tanah  di Vietnam, maka ekonominya Pak Ci dan grupnya tumbuh kembang di luar  negeri. Dan dia bisa reborn setelah krisis 98,&quot; katanya.

Atas kepergian Ciputra, Ganjar atas nama pribadi dan masyarakat Jawa  Tengah, menyampaikan bela sungkawa. Jalan-jalan terjal yang ditempuh Pak  Ci, patut ditiru generasi saat ini.

&quot;Seorang tokoh yang luar biasa dengan dinamika yang ada. Beliau tokoh  yang sangat inspiratif karena di dalam pikirannya cuma satu, harus  membangun. Mengubah yang jelek jadi baik, yang kumuh menjadi modern.  Saya kira generasi muda harus seperti beliau. Semoga diterima di sisi  Tuhan Yang Maha Esa,&quot; katanya.
</description><content:encoded>SEMARANG -  Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya pendiri Ciputra Grup, Dr. Ir. Ciputra (88) atau Tjie Tjin Hoan di Singapura, pada Rabu waktu setempat. Selain ungkapan duka, Ganjar juga mengenang sejak kuliah dia telah mengagumi sosok Ciputra.

&quot;Yang ada di pikirannya (Ciputra) cuma satu, membangun,&quot; kata Ganjar di Semarang, Rabu (27/11/2019).
Baca Juga: Erick Thohir: Bos Ciputra Telah Berkarya untuk Dunia Properti RI
Ganjar mengetahui sepak terjang Pak Ci, sapaan untuk Ciputra sejak masih kuliah. Dia membaca perjalanan perusahaan yang digawangi Ciputra, PT Pembangunan Ibu Kota Jakarta Raya (PT Pembangunan Jaya) yang didirikan pada 3 September 1961.

&quot;Saya membaca buku Pembangunan Jaya, saya lupa tahun berapa itu, mungkin 80 atau 90 awal. Diceritakan bagaimana seorang Pak Ci itu waktu kuliah mimpinya, kalau melihat batu dan semen pasti jadi gedung,&quot; katanya.
Baca Juga: Bos Crown Group: Visi Ciputra Tak Akan Lekang oleh Waktu
Maka pada saat melihat Jakarta, lanjut Ganjar, Pak Ci bekerjasama dengan Pemda DKI Jakarta didorong untuk membangun Jakarta yang luar biasa. Termasuk impiannya membangun Ancol.

&quot;Daerah yang kumuh, kotor yang isinya jin, dibangun pantai yang sangat indah. Tentu itu jadi legenda. Kelak kemudian ternyata dalam sejarah panjang pembangunan di Indonesia sangat menginspirasi dengan segala kegigihannya,&quot; katanya.
&amp;nbsp;Dengan kiprahnya tersebut, Pak Ci tidak selalu memiliki perhitungan  ekonomi yang selalu tepat. Namun di sisi lain, sosok Ciputra dia anggap  selalu mendapatkan hoki, termasuk pascakrisis 1998.

&quot;Kemarin Rizal Ramli menyampaikan Ciputra pernah salah menghitung  ekonomi dan mengatakan Rizal Ramli benar. Tapi Ciputra, kata Rizal Ramli  adalah orang yang hoki terus menerus. Sehingga pada saat dia beli tanah  di Vietnam, maka ekonominya Pak Ci dan grupnya tumbuh kembang di luar  negeri. Dan dia bisa reborn setelah krisis 98,&quot; katanya.

Atas kepergian Ciputra, Ganjar atas nama pribadi dan masyarakat Jawa  Tengah, menyampaikan bela sungkawa. Jalan-jalan terjal yang ditempuh Pak  Ci, patut ditiru generasi saat ini.

&quot;Seorang tokoh yang luar biasa dengan dinamika yang ada. Beliau tokoh  yang sangat inspiratif karena di dalam pikirannya cuma satu, harus  membangun. Mengubah yang jelek jadi baik, yang kumuh menjadi modern.  Saya kira generasi muda harus seperti beliau. Semoga diterima di sisi  Tuhan Yang Maha Esa,&quot; katanya.
</content:encoded></item></channel></rss>
