<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   6 Jurus BI Gairahkan Ekonomi Indonesia di Tahun Depan</title><description>Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan bahwa dalam kondisi perekonomian global yang belum kondusif.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/28/20/2135718/6-jurus-bi-gairahkan-ekonomi-indonesia-di-tahun-depan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/11/28/20/2135718/6-jurus-bi-gairahkan-ekonomi-indonesia-di-tahun-depan"/><item><title>   6 Jurus BI Gairahkan Ekonomi Indonesia di Tahun Depan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/28/20/2135718/6-jurus-bi-gairahkan-ekonomi-indonesia-di-tahun-depan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/11/28/20/2135718/6-jurus-bi-gairahkan-ekonomi-indonesia-di-tahun-depan</guid><pubDate>Kamis 28 November 2019 21:07 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/28/20/2135718/6-jurus-bi-gairahkan-ekonomi-indonesia-di-tahun-depan-TYcRkFJ1B3.png" expression="full" type="image/jpeg">Bos BI soal Ekonomi RI (Foto: Twitter BI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/28/20/2135718/6-jurus-bi-gairahkan-ekonomi-indonesia-di-tahun-depan-TYcRkFJ1B3.png</image><title>Bos BI soal Ekonomi RI (Foto: Twitter BI)</title></images><description>JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan bahwa dalam kondisi perekonomian global yang belum kondusif, bauran kebijakan Bank Indonesia yang telah ditempuh pada 2019 akan semakin diperkuat pada tahun 2020.

&quot;Hal itu dilakukan melalui enam fokus area kebijakan yang akan ditempuh oleh Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas dan mendorong momentum pertumbuhan,&quot; ujar Perry pada  Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2019 di Hotel Raffles Jakarta, Kamis (28/11/2019).
Baca Juga: Di Depan Jokowi. Bos BI Buka-bukaan Ekonomi Indonesia pada 2020
Pertama, lanjut dia, kebijakan moneter tetap akomodatif. Kedua, kebijakan makroprudensial yang akomodatif akan ditempuh untuk mendorong pembiayaan ekonomi. Ketiga, kebijakan sistem pembayaran difokuskan pada penguatan instrumen dan infrastruktur publik berbasis digital.

&quot;Dengan melakukan 5 inisiatif SPI, yakni pengembangan open banking, penguatan konfigurasi sistem pembayaran ritel, penguatan infrastruktur pasar keuangan, pengembangan infrastruktur publik untuk data dan penguatan framework pengaturan, perizinan, dan pengawasan,&quot; ungkap dia.
Baca Juga: Setelah Winter Is Coming dan Thanos, Jokowi Cerita Film Cast Away
Selain itu, lanjut dia sebagai dukungan BI dalam integrasi ekonomi  dan keuangan digital secara nasional, Bank Indonesia juga  mendiseminasikan arah kebijakan Sistem Pembayaran Indonesia ke depan  melalui publikasi buku Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025.

&quot;Menavigasi sistem pembayaran nasional di Era Digital. Keempat,  lebijakan pendalaman pasar uang diperkuat untuk mendukung efektivitas  kebijakan moneter dan makroprudensial yang akomodatif,&quot; tutur dia.

Dia menambahkan, kelima, kebijakan pemberdayaan ekonomi syariah dan  umkm terus didorong agar menjadi sumber pertumbuhan baru ekonomi  Indonesia.

&quot;Keenam, memperkuat sinergi dengan fokus pada, sinergi kebijakan  makroekonomi dan sistem keuangan untuk menjaga stabilitas, sinergi  transformasi ekonomi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat  struktur ekonomi, dan sinergi dalam inovasi digital untuk mendukung  integrasi ekonomi dan keuangan digital secara nasional,&quot; pungkas dia.


</description><content:encoded>JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan bahwa dalam kondisi perekonomian global yang belum kondusif, bauran kebijakan Bank Indonesia yang telah ditempuh pada 2019 akan semakin diperkuat pada tahun 2020.

&quot;Hal itu dilakukan melalui enam fokus area kebijakan yang akan ditempuh oleh Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas dan mendorong momentum pertumbuhan,&quot; ujar Perry pada  Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2019 di Hotel Raffles Jakarta, Kamis (28/11/2019).
Baca Juga: Di Depan Jokowi. Bos BI Buka-bukaan Ekonomi Indonesia pada 2020
Pertama, lanjut dia, kebijakan moneter tetap akomodatif. Kedua, kebijakan makroprudensial yang akomodatif akan ditempuh untuk mendorong pembiayaan ekonomi. Ketiga, kebijakan sistem pembayaran difokuskan pada penguatan instrumen dan infrastruktur publik berbasis digital.

&quot;Dengan melakukan 5 inisiatif SPI, yakni pengembangan open banking, penguatan konfigurasi sistem pembayaran ritel, penguatan infrastruktur pasar keuangan, pengembangan infrastruktur publik untuk data dan penguatan framework pengaturan, perizinan, dan pengawasan,&quot; ungkap dia.
Baca Juga: Setelah Winter Is Coming dan Thanos, Jokowi Cerita Film Cast Away
Selain itu, lanjut dia sebagai dukungan BI dalam integrasi ekonomi  dan keuangan digital secara nasional, Bank Indonesia juga  mendiseminasikan arah kebijakan Sistem Pembayaran Indonesia ke depan  melalui publikasi buku Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025.

&quot;Menavigasi sistem pembayaran nasional di Era Digital. Keempat,  lebijakan pendalaman pasar uang diperkuat untuk mendukung efektivitas  kebijakan moneter dan makroprudensial yang akomodatif,&quot; tutur dia.

Dia menambahkan, kelima, kebijakan pemberdayaan ekonomi syariah dan  umkm terus didorong agar menjadi sumber pertumbuhan baru ekonomi  Indonesia.

&quot;Keenam, memperkuat sinergi dengan fokus pada, sinergi kebijakan  makroekonomi dan sistem keuangan untuk menjaga stabilitas, sinergi  transformasi ekonomi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat  struktur ekonomi, dan sinergi dalam inovasi digital untuk mendukung  integrasi ekonomi dan keuangan digital secara nasional,&quot; pungkas dia.


</content:encoded></item></channel></rss>
