<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani: Bangun Infrastruktur Tak seperti Roro Jonggrang</title><description>Pembangunan infrastruktur bukanlah seperti cerita Roro Jonggrang yang  bisa diselesaikan dalam satu malam saja.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/29/20/2136130/sri-mulyani-bangun-infrastruktur-tak-seperti-roro-jonggrang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/11/29/20/2136130/sri-mulyani-bangun-infrastruktur-tak-seperti-roro-jonggrang"/><item><title>Sri Mulyani: Bangun Infrastruktur Tak seperti Roro Jonggrang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/29/20/2136130/sri-mulyani-bangun-infrastruktur-tak-seperti-roro-jonggrang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/11/29/20/2136130/sri-mulyani-bangun-infrastruktur-tak-seperti-roro-jonggrang</guid><pubDate>Jum'at 29 November 2019 18:50 WIB</pubDate><dc:creator>Adhyasta Dirgantara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/29/20/2136130/sri-mulyani-bangun-infrastruktur-tak-seperti-roro-jonggrang-9NQGjLcT9O.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menkeu Sri Mulyani (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/29/20/2136130/sri-mulyani-bangun-infrastruktur-tak-seperti-roro-jonggrang-9NQGjLcT9O.jpg</image><title>Menkeu Sri Mulyani (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pembangunan infrastruktur bukanlah seperti cerita Roro Jonggrang yang bisa diselesaikan dalam satu malam saja. Namun, butuh proses yang panjang.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, membangun infrastruktur memiliki tantangan yang banyak dan tidak mudah. Apalagi biaya yang tersedia dalam belanja negara 'hanya' Rp2.540 triliun.

&quot;Mulai dari penyiapan proyek, penstrukturan pembiayaan, fisibilitas lingkungan, dampak sosial hingga eksekusi tepat waktu, tidak melebihi batas waktu dan biaya serta terjaga akuntabilitasnya,&quot; demikian seperti dikutip dari postingan akun Facebook Sri Mulyani, Jumat (29/11/2019).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Eselon III dan IV Dirampingkan, Sri Mulyani Pastikan Gajinya Tidak Berubah
Berikut ini selengkapnya :
&amp;nbsp;
Pembangunan Infrastruktur bukanlah seperti cerita rakyat yang bisa selesai dalam satu malam dan terjadi dengan sendirinya seperti kisah Roro Jonggrang. Pembangunan butuh ketekunan dan komitmen Pemerintah Pusat maupun pemerintah daerah untuk merencanakan, mengkalkulasi, dan mengeksekusi sebuah proyek infrastruktur. Dengan begitu belanja anggaran sebesar Rp2.540 triliun mampu memberikan dampak yang luas.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sri Mulyani Alihkan 112 Pejabat Eselon III dan IV Kemenkeu Jadi Analis Kebijakan
 
Kalau mau Indonesia maju, sulit rasanya untuk tidak membangun infrastruktur. Namun tantangannya sangat banyak mulai dari penyiapan proyek, penstrukturan pembiayaan, fisibilitas lingkungan, dampak sosial hingga eksekusi tepat waktu, tidak melebihi batas waktu dan biaya serta terjaga akuntabilitasnya.

 
Untuk membangun Indonesia diperlukan sinergi antara Pemerintah Pusat dan Pemda.
 
Oleh karena itu, saya sangat menghargai upaya PT Sarana Multi  Infrastruktur (PT SMI) mengadakan seminar ini agar dapat semakin  merekatkan sinergi serta menunjukkan dukungan Indonesia Maju.
 
Dalam melaksanakan APBN 2020 kita akan membelanjakan  sebesar Rp2.540 triliun di mana 33,7% akan dibelanjakan melalui transfer  keuangan daerah yaitu sebesar Rp859 triliun. Maka dilihat dari  posturnya saja untuk mencapai tujuan prioritas membangun pondasi  Indonesia maka sinergi Pemerintah Pusat dan Pemda adalah kunci.
 
&amp;nbsp;
 
Saya berharap agar PT SMI terus menerus melakukan sinergi  dan akselerasi pembangunan dengan seluruh stakeholder dan meningkatkan  kompetensi teknis. Selain itu, PT SMI juga diharapkan dapat terus  mendukung dan membangun komunitas praktisi yang memiliki komitmen,  keahlian, dan pengalaman dalam pembangunan. Melalui orang-orang yang  memiliki komitmen, maka masyarakat akan mendapatkan pembangunan berbagai  infrastruktur yang sangat dibutuhkan
 
&amp;nbsp;
 
Jakarta, 28 November 2019
 
Seminar Sinergi Akselerasi Pembangunan Indonesia Maju  (SIAP Indonesia Maju) yang diselenggarakan oleh PT Sarana Multi  Infrastruktur (PT SMI)</description><content:encoded>JAKARTA - Pembangunan infrastruktur bukanlah seperti cerita Roro Jonggrang yang bisa diselesaikan dalam satu malam saja. Namun, butuh proses yang panjang.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, membangun infrastruktur memiliki tantangan yang banyak dan tidak mudah. Apalagi biaya yang tersedia dalam belanja negara 'hanya' Rp2.540 triliun.

&quot;Mulai dari penyiapan proyek, penstrukturan pembiayaan, fisibilitas lingkungan, dampak sosial hingga eksekusi tepat waktu, tidak melebihi batas waktu dan biaya serta terjaga akuntabilitasnya,&quot; demikian seperti dikutip dari postingan akun Facebook Sri Mulyani, Jumat (29/11/2019).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Eselon III dan IV Dirampingkan, Sri Mulyani Pastikan Gajinya Tidak Berubah
Berikut ini selengkapnya :
&amp;nbsp;
Pembangunan Infrastruktur bukanlah seperti cerita rakyat yang bisa selesai dalam satu malam dan terjadi dengan sendirinya seperti kisah Roro Jonggrang. Pembangunan butuh ketekunan dan komitmen Pemerintah Pusat maupun pemerintah daerah untuk merencanakan, mengkalkulasi, dan mengeksekusi sebuah proyek infrastruktur. Dengan begitu belanja anggaran sebesar Rp2.540 triliun mampu memberikan dampak yang luas.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sri Mulyani Alihkan 112 Pejabat Eselon III dan IV Kemenkeu Jadi Analis Kebijakan
 
Kalau mau Indonesia maju, sulit rasanya untuk tidak membangun infrastruktur. Namun tantangannya sangat banyak mulai dari penyiapan proyek, penstrukturan pembiayaan, fisibilitas lingkungan, dampak sosial hingga eksekusi tepat waktu, tidak melebihi batas waktu dan biaya serta terjaga akuntabilitasnya.

 
Untuk membangun Indonesia diperlukan sinergi antara Pemerintah Pusat dan Pemda.
 
Oleh karena itu, saya sangat menghargai upaya PT Sarana Multi  Infrastruktur (PT SMI) mengadakan seminar ini agar dapat semakin  merekatkan sinergi serta menunjukkan dukungan Indonesia Maju.
 
Dalam melaksanakan APBN 2020 kita akan membelanjakan  sebesar Rp2.540 triliun di mana 33,7% akan dibelanjakan melalui transfer  keuangan daerah yaitu sebesar Rp859 triliun. Maka dilihat dari  posturnya saja untuk mencapai tujuan prioritas membangun pondasi  Indonesia maka sinergi Pemerintah Pusat dan Pemda adalah kunci.
 
&amp;nbsp;
 
Saya berharap agar PT SMI terus menerus melakukan sinergi  dan akselerasi pembangunan dengan seluruh stakeholder dan meningkatkan  kompetensi teknis. Selain itu, PT SMI juga diharapkan dapat terus  mendukung dan membangun komunitas praktisi yang memiliki komitmen,  keahlian, dan pengalaman dalam pembangunan. Melalui orang-orang yang  memiliki komitmen, maka masyarakat akan mendapatkan pembangunan berbagai  infrastruktur yang sangat dibutuhkan
 
&amp;nbsp;
 
Jakarta, 28 November 2019
 
Seminar Sinergi Akselerasi Pembangunan Indonesia Maju  (SIAP Indonesia Maju) yang diselenggarakan oleh PT Sarana Multi  Infrastruktur (PT SMI)</content:encoded></item></channel></rss>
