<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Bangun Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung, Pipa BBM dan Menara Sutet Jadi &quot;Korban&quot;</title><description>Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung ternyata harus mengorbankan beberapa infrastruktur yang sudah ada lebih dulu.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/29/320/2136178/bangun-proyek-kereta-cepat-jakarta-bandung-pipa-bbm-dan-menara-sutet-jadi-korban</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/11/29/320/2136178/bangun-proyek-kereta-cepat-jakarta-bandung-pipa-bbm-dan-menara-sutet-jadi-korban"/><item><title>   Bangun Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung, Pipa BBM dan Menara Sutet Jadi &quot;Korban&quot;</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/29/320/2136178/bangun-proyek-kereta-cepat-jakarta-bandung-pipa-bbm-dan-menara-sutet-jadi-korban</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/11/29/320/2136178/bangun-proyek-kereta-cepat-jakarta-bandung-pipa-bbm-dan-menara-sutet-jadi-korban</guid><pubDate>Jum'at 29 November 2019 20:07 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/29/320/2136178/bangun-proyek-kereta-cepat-jakarta-bandung-pipa-bbm-dan-menara-sutet-jadi-korban-jxf4yj5nPV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kereta Cepat (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/29/320/2136178/bangun-proyek-kereta-cepat-jakarta-bandung-pipa-bbm-dan-menara-sutet-jadi-korban-jxf4yj5nPV.jpg</image><title>Kereta Cepat (Foto: Okezone.com)</title></images><description> 
JAKARTA - Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung ternyata harus mengorbankan beberapa infrastruktur yang sudah ada lebih dulu di sana. Misalnya ada pipa bahan bakar minyak (BBM) dan infrastruktur kelistrikan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET).

Baca Juga: Pipa BBM Meledak di Proyek Kereta Cepat, Dirut Wika: Ada Miss Informasi, Kendala Bahasa
Direktur Utama Wijaya Karya (Persero) Tumiyana mengatakan, pembangunan kereta cepat Jakarta Bandung ini memang bersinggungan dengan pipa gas dan menara SUTET, sehingga pihaknya harus memindahkan kedua infrastruktur yang sudah ada itu ke tempat yang lebih aman.

&amp;lrm;&quot;Pemindahan sambungan udara tegangan tinggi atau sutet itu dilakukan secara bertahap karena jumlahnya banyak,&quot; ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (29/11/2019).
Baca Juga: Pipa Pertamina Terbakar Akibat Proyek Kereta Cepat, Tol Padaleunyi Ditutup
Menurut Tumiyana, pemindahan SUTET untuk Kereta Cepat Jakarta-Bandung sudah direncanakan dengan matang, sehingga dirinya menjamin, pemadaman listrik tidak terjadi ketika proses pemindahan sedang berlangsung.

&quot;Dan itu kita menyediakan waktu jeda atau window time supaya tidak terjadi pemadaman, ketika SUTET-SUTET itu dipindahkan,&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;Adapun masalah pembangunan secara keseluruhan  pembangunan proyek  Kereta Cepat Jakarta - Bandung berjalan normal, di mana progresnnya sudah  mencapai 38%. Dia pun optimis proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung  rampung sesuai jadwal pada 2021.

&quot;Kereta cepat sekarang progress nya sudah 38%, saat ini sudah  berjalan normal sesuai dengan progres bahwa kita akan menuju selesai  pada tahun 2021 sesuai jadwal untuk operasionalnya,&quot; ucapnya.

Sementara itu mengenai pembebasan lahan proyek, saat  ini pembebasan  lahan yang akan digunakan untuk proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung  &amp;lrm;sudah mencapai 99,4%. Proses tersebut termasuk pemindahan pipa BBM  milik Pertamina.

&quot;Pertamina sudah selesai pemindahan pipanya, cuma 3 Km dan itu sudah dialihkan jalur pipanya,&quot; kata Tumiyana.
</description><content:encoded> 
JAKARTA - Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung ternyata harus mengorbankan beberapa infrastruktur yang sudah ada lebih dulu di sana. Misalnya ada pipa bahan bakar minyak (BBM) dan infrastruktur kelistrikan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET).

Baca Juga: Pipa BBM Meledak di Proyek Kereta Cepat, Dirut Wika: Ada Miss Informasi, Kendala Bahasa
Direktur Utama Wijaya Karya (Persero) Tumiyana mengatakan, pembangunan kereta cepat Jakarta Bandung ini memang bersinggungan dengan pipa gas dan menara SUTET, sehingga pihaknya harus memindahkan kedua infrastruktur yang sudah ada itu ke tempat yang lebih aman.

&amp;lrm;&quot;Pemindahan sambungan udara tegangan tinggi atau sutet itu dilakukan secara bertahap karena jumlahnya banyak,&quot; ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (29/11/2019).
Baca Juga: Pipa Pertamina Terbakar Akibat Proyek Kereta Cepat, Tol Padaleunyi Ditutup
Menurut Tumiyana, pemindahan SUTET untuk Kereta Cepat Jakarta-Bandung sudah direncanakan dengan matang, sehingga dirinya menjamin, pemadaman listrik tidak terjadi ketika proses pemindahan sedang berlangsung.

&quot;Dan itu kita menyediakan waktu jeda atau window time supaya tidak terjadi pemadaman, ketika SUTET-SUTET itu dipindahkan,&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;Adapun masalah pembangunan secara keseluruhan  pembangunan proyek  Kereta Cepat Jakarta - Bandung berjalan normal, di mana progresnnya sudah  mencapai 38%. Dia pun optimis proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung  rampung sesuai jadwal pada 2021.

&quot;Kereta cepat sekarang progress nya sudah 38%, saat ini sudah  berjalan normal sesuai dengan progres bahwa kita akan menuju selesai  pada tahun 2021 sesuai jadwal untuk operasionalnya,&quot; ucapnya.

Sementara itu mengenai pembebasan lahan proyek, saat  ini pembebasan  lahan yang akan digunakan untuk proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung  &amp;lrm;sudah mencapai 99,4%. Proses tersebut termasuk pemindahan pipa BBM  milik Pertamina.

&quot;Pertamina sudah selesai pemindahan pipanya, cuma 3 Km dan itu sudah dialihkan jalur pipanya,&quot; kata Tumiyana.
</content:encoded></item></channel></rss>
