<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dana Tambahan FLPP Rp2 Triliun Cair Paling Lambat Hari Senin</title><description>PT BTN Tbk memastikan pencairan  tambahan kuota rumah subsidi dengan skema Fasilitas Likuiditas (FLPP)  untuk tahun ini akan segera cair.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/29/470/2136070/dana-tambahan-flpp-rp2-triliun-cair-paling-lambat-hari-senin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/11/29/470/2136070/dana-tambahan-flpp-rp2-triliun-cair-paling-lambat-hari-senin"/><item><title>Dana Tambahan FLPP Rp2 Triliun Cair Paling Lambat Hari Senin</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/29/470/2136070/dana-tambahan-flpp-rp2-triliun-cair-paling-lambat-hari-senin</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/11/29/470/2136070/dana-tambahan-flpp-rp2-triliun-cair-paling-lambat-hari-senin</guid><pubDate>Jum'at 29 November 2019 17:25 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/29/470/2136070/dana-tambahan-flpp-rp2-triliun-cair-paling-lambat-hari-senin-E5mpCFyJVQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Industri Rumah (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/29/470/2136070/dana-tambahan-flpp-rp2-triliun-cair-paling-lambat-hari-senin-E5mpCFyJVQ.jpg</image><title>Industri Rumah (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) memastikan pencairan tambahan kuota rumah subsidi dengan skema Fasilitas Likuiditas (FLPP) untuk tahun ini akan segera cair. Rencananya surat ini akan ditandatangani hari ini atau paling lambat pada Senin 2 Desember 2019.

Direktur Keuangan Bank BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, dirinya sudah menerima surat dari pemerintah untuk segera mencairkan dana tambahan FLPP. Nantinya Bank BTN dan PT SMF yang akan menalangi dana tambahan FLPP tersebut.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Kantongi Rp2 Triliun, BTN Alokasikan untuk Subsidi 20.000 Rumah
&quot;Kita menyiapkan juga ketentuan, supaya begitu surat done jalan kita tanda tangan, enggak tahu hari ini atau senin tanda tangan langsung seluruh cabang BTN siap menyalurkan tambahan kurang lebih Rp2 triliun,&quot; ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (29/11/2019).
&amp;nbsp;
Adapun dana yang akan dicairkan adalah sebesar Rp2 triliun yang diperkirakan bisa membiayai 20.000 unit rumah. Adapun rinciannya adalah Rp1,5 triliun akan ditalangi oleh Bank BTN sementara sisanya.
 
&amp;nbsp;Baca&amp;nbsp; juga: Wamen PUPR ke Pengembang: Bangun Rumah yang Berkualitas
&quot;Bank BTN Rp1,5 triliun. Rp500 miliar pakai SMF,&quot; ucapnya.

Meskipun begitu lanjut Nixon, dirinya belum mengetahui apakah dana tambahan Rp2 truliun ini akan dicairkan untuk BTN seluruhnya atau bersama Bank lain. Namun jika dicairkan kepada Bank BTN, dirinya meyakini Rp2 triliun akan terserap habis seluruhnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Tambahan Anggaran Rumah Subsidi Masih Dibahas Pemerintah 
&quot;Di pipe kita sendiri Rp2 triliun pasti habis karena tambahan 2019. Kita enggak tahu. Tapi di BTN Rp2 triliun pasti habis,&quot; ucapnya.
Menurut Nixon, tambahan kuota FLPP ini menyusul kuota sebelumnya yang  sudah habis sejak beberapa bulan lalu. Sedangkan dari pihak asosiasi  selalu mengeluhkan masalah ini.

&quot;Justru talangan tambahan kuota FLPP sudah habis nih sementara asoasi  minta terus. Pak Jokowi memutuskan iya ditambah. Kurang lebih bahasa  konversi 20 ribu unitlah,&quot; jelasnya.

Menurutnya, habis di tengah jalannya kuota FLPP ini membuat penjualan  sedikit terhambat. Sebab beberapa rumah subsidi terpaksa harus tertunda  akadnya.

&quot;Itu slot sudah nunggu, malah nunggu akad, begitu kita kasih surat  hari ini akad jalan. Harusnya hari ini kita tanda tangan,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) memastikan pencairan tambahan kuota rumah subsidi dengan skema Fasilitas Likuiditas (FLPP) untuk tahun ini akan segera cair. Rencananya surat ini akan ditandatangani hari ini atau paling lambat pada Senin 2 Desember 2019.

Direktur Keuangan Bank BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, dirinya sudah menerima surat dari pemerintah untuk segera mencairkan dana tambahan FLPP. Nantinya Bank BTN dan PT SMF yang akan menalangi dana tambahan FLPP tersebut.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Kantongi Rp2 Triliun, BTN Alokasikan untuk Subsidi 20.000 Rumah
&quot;Kita menyiapkan juga ketentuan, supaya begitu surat done jalan kita tanda tangan, enggak tahu hari ini atau senin tanda tangan langsung seluruh cabang BTN siap menyalurkan tambahan kurang lebih Rp2 triliun,&quot; ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (29/11/2019).
&amp;nbsp;
Adapun dana yang akan dicairkan adalah sebesar Rp2 triliun yang diperkirakan bisa membiayai 20.000 unit rumah. Adapun rinciannya adalah Rp1,5 triliun akan ditalangi oleh Bank BTN sementara sisanya.
 
&amp;nbsp;Baca&amp;nbsp; juga: Wamen PUPR ke Pengembang: Bangun Rumah yang Berkualitas
&quot;Bank BTN Rp1,5 triliun. Rp500 miliar pakai SMF,&quot; ucapnya.

Meskipun begitu lanjut Nixon, dirinya belum mengetahui apakah dana tambahan Rp2 truliun ini akan dicairkan untuk BTN seluruhnya atau bersama Bank lain. Namun jika dicairkan kepada Bank BTN, dirinya meyakini Rp2 triliun akan terserap habis seluruhnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Tambahan Anggaran Rumah Subsidi Masih Dibahas Pemerintah 
&quot;Di pipe kita sendiri Rp2 triliun pasti habis karena tambahan 2019. Kita enggak tahu. Tapi di BTN Rp2 triliun pasti habis,&quot; ucapnya.
Menurut Nixon, tambahan kuota FLPP ini menyusul kuota sebelumnya yang  sudah habis sejak beberapa bulan lalu. Sedangkan dari pihak asosiasi  selalu mengeluhkan masalah ini.

&quot;Justru talangan tambahan kuota FLPP sudah habis nih sementara asoasi  minta terus. Pak Jokowi memutuskan iya ditambah. Kurang lebih bahasa  konversi 20 ribu unitlah,&quot; jelasnya.

Menurutnya, habis di tengah jalannya kuota FLPP ini membuat penjualan  sedikit terhambat. Sebab beberapa rumah subsidi terpaksa harus tertunda  akadnya.

&quot;Itu slot sudah nunggu, malah nunggu akad, begitu kita kasih surat  hari ini akad jalan. Harusnya hari ini kita tanda tangan,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
