<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Oleh-Oleh Jokowi dari Korsel, Investasi Hyundai hingga Pembangunan Ibu Kota</title><description>Presiden Jokowi melakukan peninjauan di kompleks Pabrik Hyundai Motor Company, di Ulsan, Korea Selatan</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/01/320/2135975/oleh-oleh-jokowi-dari-korsel-investasi-hyundai-hingga-pembangunan-ibu-kota</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/12/01/320/2135975/oleh-oleh-jokowi-dari-korsel-investasi-hyundai-hingga-pembangunan-ibu-kota"/><item><title>Oleh-Oleh Jokowi dari Korsel, Investasi Hyundai hingga Pembangunan Ibu Kota</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/01/320/2135975/oleh-oleh-jokowi-dari-korsel-investasi-hyundai-hingga-pembangunan-ibu-kota</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/12/01/320/2135975/oleh-oleh-jokowi-dari-korsel-investasi-hyundai-hingga-pembangunan-ibu-kota</guid><pubDate>Minggu 01 Desember 2019 09:14 WIB</pubDate><dc:creator>Adhyasta Dirgantara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/29/320/2135975/oleh-oleh-jokowi-dari-korsel-investasi-hyundai-hingga-pembangunan-ibu-kota-cubZD5h4iA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Joko Widodo di Korsel. (Foto: Okezone.com/Biro Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/29/320/2135975/oleh-oleh-jokowi-dari-korsel-investasi-hyundai-hingga-pembangunan-ibu-kota-cubZD5h4iA.jpg</image><title>Presiden Joko Widodo di Korsel. (Foto: Okezone.com/Biro Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambangi Busan, Korea Selatan. Seperti biasa, Presiden Jokowi ditemani Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan bersama-sama tiba di Gimhae Air Force Base, Busan.
Bukan tanpa sebab, beliau mengunjungi Korea Selatan dalam rangka kunjungan kerja. Pasalnya, Presiden Jokowi bertujuan untuk menyepakati beberapa hal dengan Korsel.
Lebih-lebih, Presiden Jokowi juga ditemani oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Mensesneg Pratikno, Menlu Retno Marsudi, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, dan Dubes RI di Korsel Umar Hadi.
Namun, tidak hanya sekadar kunjungan kerja, sebab Presiden Jokowi juga tampak diajak jalan-jalan oleh Presiden Korsel Moon Jae-in.
Baca Juga: Ajukan Omnibus Law ke DPR, Jokowi: Jangan Disulit-sulitin
Mulai dari berkunjung ke desa budaya di Busan hingga menghadiri serangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Republic of Korea (ROK), berikut beberapa fakta seputar hasil kunjungan Presiden Jokowi ke Korsel yang Okezone rangkum, Minggu (1/12/2019).
1. Hyundai segera investasi di Indonesia pasca dikunjungi Jokowi
Presiden Jokowi melakukan peninjauan di kompleks Pabrik Hyundai Motor Company, di Ulsan, Korea Selatan.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden menyaksikan penandatanganan MoU antara Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadahlia dengan pihak Hyundai Motor Company.

Kepala BKPM Bahlil Lahadahlia mengutarakan bahwa Hyundai akan melakukan investasi di Indonesia dengan membangun pabrik atau setara Rp21 triliun (kurs Rp14.000 per USD). Tahap pertama kurang lebih sekitar USD700 juta.
&amp;ldquo;Semua perizinan itu sudah komplet, dan tahap pertama ini mereka akan running di 2020 bulan Januari sudah jalan, begitu. Dan diharapkan 1 tahun produksi bisa mencapai 250 ribu unit,&amp;rdquo; kata Bahlil seperti dilansir Setkab, Jakarta.
Baca Juga: BKPM 'Loby' 100 Pengusaha Korsel untuk Investasi di Indonesia
Realisasi investasi Hyundai Motor Company di Indonesia direncanakan akan dilakukan melalui dua tahap, yaitu tahun 2019&amp;ndash;2021 dan tahun 2022&amp;ndash;2030. Pada fase pertama Hyundai akan berfokus pada investasi pabrik pembuatan mobil Hyundai dan akan mengekspor setidaknya 50 persen dari total produksi.
2. Mengusulkan ASEAN-RoK Creative Economy Center
Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi yang hadir dalam KTT tersebut untuk mendampingi Presiden Jokowi mengatakan, Presiden ke depan menyarankan kerja sama-kerja sama dengan RoK yang dapat diprioritaskan antara lain adalah di Bidang Perdagangan, Investasi, Pendidikan, Riset, Teknologi, Ekonomi Kreatif, dan juga Renewable Energy.
&amp;ldquo;Presiden mengusulkan agar dapat dibentuk ASEAN-RoK Creative Economy Center. Selain itu, Presiden juga menyambut baik, akan dibentuknya ASEAN-RoK Science and Technology Center tahun 2020 di Jakarta,&amp;rdquo; ujar Menlu Retno.3. Berkunjung ke Gamcheon Culture Village
Di sela-sela kunjungan kerjanya ke Busan, Korea Selatan, Presiden  Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana mengunjungi Gamcheon Culture  Village. Di sana, dirinya melihat Kampung Gamcheon yang sebelumnya  kumuh, kini telah ditata menjadi kawasan wisata.
&quot;Ya, ini, apa, sore-sore saya jalan diajak Pak Dubes dengan Ibu  Menteri Luar Negeri melihat Kampung Gamcheon. Ini kampung yang  sebelumnya kumuh. Kemudian, dilakukan penataan, pengecatan, tetapi juga,  apa kegiatan pemberdayaannya diisi,&amp;rdquo; jelas Jokowi seperti dikutip dari  laman Setkab, Jakarta.
Menurutnya, hal ini bisa ditiru dengan modifikasi-modifikasi yang  dibuat di desa-desa di Indonesia. Jokowi menilai hal ini bukan sesuatu  yang sulit, namun yang terpenting ialah dengan perbaikan kampung  kemudian diisi kegiatan pemberdayaan ekonomi kreatif untuk masyarakat.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/11/29/59728/307372_medium.jpg&quot; alt=&quot;CEO Forum, Presiden Jokowi Jelaskan Cara Tingkatkan Devisa&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&amp;ldquo;Yang membedakan, kalau di sini, penataan kampung, pemberdayaan  ekonominya menjadi wisata, menjadi kawasan wisata sehingga bercampur  aduk dan meningkatkan ekonomi masyarakat. Sehingga ini sebuah contoh  yang sangat baik,&amp;rdquo; tuturnya.
4. Adakan pertemuan bilateral untuk tingkatkan kerjasama
Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) mengadakan  pertemuan bilateral dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in. Pertemuan  ini dilakukan di sela-sela pelaksanaan ASEAN-Republic of Korea (RoK)  Summit di Westin Chosun Hotel, Busan
Dalam pertemuan tersebut, keduanya menyepakati mengenai beberapa hal,  diantaranya, yaitu peningkatan kerja sama ekonomi kedua negara.  Terutama dalam hal menghadapi situasi ekonomi dunia seperti saat ini.
Pertemuan bilateral Indonesia dan Korea Selatan ini menyepakati  sebanyak tiga nota kesepahaman yang diteken di akhir pertemuan. Di  antaranya yaitu Perjanjian Kemitraan Ekonomi Menyeluruh Indonesia dan  Korea, Perjanjian Bebas Visa Bagi Pemegang Paspor Diplomatik dan Dinas  RI-Republik Korea, dan Kerja Sama Teknik Terkait Pemindahan dan  Pengembangan Ibu Kota.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/11/29/59728/307367_medium.jpg&quot; alt=&quot;CEO Forum, Presiden Jokowi Jelaskan Cara Tingkatkan Devisa&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
5. Disuguhi pantai yang indah
Ketika mengadakan pertemuan bilateral dengan Korea Selatan, Presiden  Jokowi disuguhi pemandangan yang indah. Adalah Pantai Haeundae yang  menjadi suguhan dari Korsel. Hal ini pun diunggah olehnya melalui akun  Instagramnya.
&quot;Selamat pagi. Pemandangan Pantai Haeundae dengan pasir putihnya  ditunjukkan kepada saya oleh Presiden Korea Selatan Moon Jae-in saat  kami bertemu di Westin Chosun Hotel, Busan, kemarin, di sela-sela KTT  ASEAN-RoK,&quot; tulis Presiden Jokowi seperti dikutip dari akun resmi  Instagramnya, Jakarta.6. Klaim emerging economies bisa melampaui develo countries
Presiden Jokowi memperkirakan 30 tahun ke depan, kekuatan emerging   economies akan dapat melampaui kekuatan dari develop countries.
&amp;ldquo;Namun hal itu tidak begitu saja akan terjadi. Jika structural reform   tidak dilakukan, diversifikasi ekonomi tidak dilakukan untuk menjamin   ekonomi yang berkelanjutan. Kemudian, investasi tidak dilakukan secara   efektif dan berkelanjutan terutama di bidang pendidikan, riset dan juga   yang tidak kalah pentingnya kita terus memberikan pengabdian terhadap   upaya untuk mempersempit inqualities,&amp;rdquo; kata Presiden Jokowi seperti   dilansir setkab, Jakarta.
7. Korsel Ikut Bangun Ibu Kota Baru
Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan bilateral dengan   Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-n di Hotel Westin, Busan. Usai   pertemuan bilateral, Presiden Jokowi dan Presiden Moon Jae In   menyaksikan tiga penandatanganan kerja sama, salah satunya MoU on for   Cooperation on the Construction of the Relocated Capital City, oleh   Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dengan Menteri Infrastruktur dan   Transportasi Republik Korea Kim Hyun-mee.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menerangkan, kerjasama   tersebut untuk pengembangan atau persiapan relokasi ibu kota. Pada   intinya, lanjut Menlu, kerjasama tersebut mengatur beberapa bidang   kerjasama antara lain pembangunan kota dalam perspektif kewilayahan.
&amp;ldquo;Lalu perencanaan dan perancangan kota, pembangunan di bidang   pekerjaan umum dan perumahan termasuk rekayasa konstruksi, teknologi,   dan manajemen yang menyangkut jalan, jembatan, air bersih, air baku,&amp;rdquo;   ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambangi Busan, Korea Selatan. Seperti biasa, Presiden Jokowi ditemani Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan bersama-sama tiba di Gimhae Air Force Base, Busan.
Bukan tanpa sebab, beliau mengunjungi Korea Selatan dalam rangka kunjungan kerja. Pasalnya, Presiden Jokowi bertujuan untuk menyepakati beberapa hal dengan Korsel.
Lebih-lebih, Presiden Jokowi juga ditemani oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Mensesneg Pratikno, Menlu Retno Marsudi, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, dan Dubes RI di Korsel Umar Hadi.
Namun, tidak hanya sekadar kunjungan kerja, sebab Presiden Jokowi juga tampak diajak jalan-jalan oleh Presiden Korsel Moon Jae-in.
Baca Juga: Ajukan Omnibus Law ke DPR, Jokowi: Jangan Disulit-sulitin
Mulai dari berkunjung ke desa budaya di Busan hingga menghadiri serangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Republic of Korea (ROK), berikut beberapa fakta seputar hasil kunjungan Presiden Jokowi ke Korsel yang Okezone rangkum, Minggu (1/12/2019).
1. Hyundai segera investasi di Indonesia pasca dikunjungi Jokowi
Presiden Jokowi melakukan peninjauan di kompleks Pabrik Hyundai Motor Company, di Ulsan, Korea Selatan.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden menyaksikan penandatanganan MoU antara Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadahlia dengan pihak Hyundai Motor Company.

Kepala BKPM Bahlil Lahadahlia mengutarakan bahwa Hyundai akan melakukan investasi di Indonesia dengan membangun pabrik atau setara Rp21 triliun (kurs Rp14.000 per USD). Tahap pertama kurang lebih sekitar USD700 juta.
&amp;ldquo;Semua perizinan itu sudah komplet, dan tahap pertama ini mereka akan running di 2020 bulan Januari sudah jalan, begitu. Dan diharapkan 1 tahun produksi bisa mencapai 250 ribu unit,&amp;rdquo; kata Bahlil seperti dilansir Setkab, Jakarta.
Baca Juga: BKPM 'Loby' 100 Pengusaha Korsel untuk Investasi di Indonesia
Realisasi investasi Hyundai Motor Company di Indonesia direncanakan akan dilakukan melalui dua tahap, yaitu tahun 2019&amp;ndash;2021 dan tahun 2022&amp;ndash;2030. Pada fase pertama Hyundai akan berfokus pada investasi pabrik pembuatan mobil Hyundai dan akan mengekspor setidaknya 50 persen dari total produksi.
2. Mengusulkan ASEAN-RoK Creative Economy Center
Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi yang hadir dalam KTT tersebut untuk mendampingi Presiden Jokowi mengatakan, Presiden ke depan menyarankan kerja sama-kerja sama dengan RoK yang dapat diprioritaskan antara lain adalah di Bidang Perdagangan, Investasi, Pendidikan, Riset, Teknologi, Ekonomi Kreatif, dan juga Renewable Energy.
&amp;ldquo;Presiden mengusulkan agar dapat dibentuk ASEAN-RoK Creative Economy Center. Selain itu, Presiden juga menyambut baik, akan dibentuknya ASEAN-RoK Science and Technology Center tahun 2020 di Jakarta,&amp;rdquo; ujar Menlu Retno.3. Berkunjung ke Gamcheon Culture Village
Di sela-sela kunjungan kerjanya ke Busan, Korea Selatan, Presiden  Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana mengunjungi Gamcheon Culture  Village. Di sana, dirinya melihat Kampung Gamcheon yang sebelumnya  kumuh, kini telah ditata menjadi kawasan wisata.
&quot;Ya, ini, apa, sore-sore saya jalan diajak Pak Dubes dengan Ibu  Menteri Luar Negeri melihat Kampung Gamcheon. Ini kampung yang  sebelumnya kumuh. Kemudian, dilakukan penataan, pengecatan, tetapi juga,  apa kegiatan pemberdayaannya diisi,&amp;rdquo; jelas Jokowi seperti dikutip dari  laman Setkab, Jakarta.
Menurutnya, hal ini bisa ditiru dengan modifikasi-modifikasi yang  dibuat di desa-desa di Indonesia. Jokowi menilai hal ini bukan sesuatu  yang sulit, namun yang terpenting ialah dengan perbaikan kampung  kemudian diisi kegiatan pemberdayaan ekonomi kreatif untuk masyarakat.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/11/29/59728/307372_medium.jpg&quot; alt=&quot;CEO Forum, Presiden Jokowi Jelaskan Cara Tingkatkan Devisa&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
&amp;ldquo;Yang membedakan, kalau di sini, penataan kampung, pemberdayaan  ekonominya menjadi wisata, menjadi kawasan wisata sehingga bercampur  aduk dan meningkatkan ekonomi masyarakat. Sehingga ini sebuah contoh  yang sangat baik,&amp;rdquo; tuturnya.
4. Adakan pertemuan bilateral untuk tingkatkan kerjasama
Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) mengadakan  pertemuan bilateral dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in. Pertemuan  ini dilakukan di sela-sela pelaksanaan ASEAN-Republic of Korea (RoK)  Summit di Westin Chosun Hotel, Busan
Dalam pertemuan tersebut, keduanya menyepakati mengenai beberapa hal,  diantaranya, yaitu peningkatan kerja sama ekonomi kedua negara.  Terutama dalam hal menghadapi situasi ekonomi dunia seperti saat ini.
Pertemuan bilateral Indonesia dan Korea Selatan ini menyepakati  sebanyak tiga nota kesepahaman yang diteken di akhir pertemuan. Di  antaranya yaitu Perjanjian Kemitraan Ekonomi Menyeluruh Indonesia dan  Korea, Perjanjian Bebas Visa Bagi Pemegang Paspor Diplomatik dan Dinas  RI-Republik Korea, dan Kerja Sama Teknik Terkait Pemindahan dan  Pengembangan Ibu Kota.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/11/29/59728/307367_medium.jpg&quot; alt=&quot;CEO Forum, Presiden Jokowi Jelaskan Cara Tingkatkan Devisa&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
5. Disuguhi pantai yang indah
Ketika mengadakan pertemuan bilateral dengan Korea Selatan, Presiden  Jokowi disuguhi pemandangan yang indah. Adalah Pantai Haeundae yang  menjadi suguhan dari Korsel. Hal ini pun diunggah olehnya melalui akun  Instagramnya.
&quot;Selamat pagi. Pemandangan Pantai Haeundae dengan pasir putihnya  ditunjukkan kepada saya oleh Presiden Korea Selatan Moon Jae-in saat  kami bertemu di Westin Chosun Hotel, Busan, kemarin, di sela-sela KTT  ASEAN-RoK,&quot; tulis Presiden Jokowi seperti dikutip dari akun resmi  Instagramnya, Jakarta.6. Klaim emerging economies bisa melampaui develo countries
Presiden Jokowi memperkirakan 30 tahun ke depan, kekuatan emerging   economies akan dapat melampaui kekuatan dari develop countries.
&amp;ldquo;Namun hal itu tidak begitu saja akan terjadi. Jika structural reform   tidak dilakukan, diversifikasi ekonomi tidak dilakukan untuk menjamin   ekonomi yang berkelanjutan. Kemudian, investasi tidak dilakukan secara   efektif dan berkelanjutan terutama di bidang pendidikan, riset dan juga   yang tidak kalah pentingnya kita terus memberikan pengabdian terhadap   upaya untuk mempersempit inqualities,&amp;rdquo; kata Presiden Jokowi seperti   dilansir setkab, Jakarta.
7. Korsel Ikut Bangun Ibu Kota Baru
Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan bilateral dengan   Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-n di Hotel Westin, Busan. Usai   pertemuan bilateral, Presiden Jokowi dan Presiden Moon Jae In   menyaksikan tiga penandatanganan kerja sama, salah satunya MoU on for   Cooperation on the Construction of the Relocated Capital City, oleh   Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dengan Menteri Infrastruktur dan   Transportasi Republik Korea Kim Hyun-mee.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menerangkan, kerjasama   tersebut untuk pengembangan atau persiapan relokasi ibu kota. Pada   intinya, lanjut Menlu, kerjasama tersebut mengatur beberapa bidang   kerjasama antara lain pembangunan kota dalam perspektif kewilayahan.
&amp;ldquo;Lalu perencanaan dan perancangan kota, pembangunan di bidang   pekerjaan umum dan perumahan termasuk rekayasa konstruksi, teknologi,   dan manajemen yang menyangkut jalan, jembatan, air bersih, air baku,&amp;rdquo;   ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
