<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemerintah Suntik BUMN Rp17,73 Triliun di 2020, PLN Terima Paling Banyak</title><description>Pemerintah mengalokasikan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp17,73  triliun untuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di tahun 2020.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/02/320/2136890/pemerintah-suntik-bumn-rp17-73-triliun-di-2020-pln-terima-paling-banyak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/12/02/320/2136890/pemerintah-suntik-bumn-rp17-73-triliun-di-2020-pln-terima-paling-banyak"/><item><title>Pemerintah Suntik BUMN Rp17,73 Triliun di 2020, PLN Terima Paling Banyak</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/02/320/2136890/pemerintah-suntik-bumn-rp17-73-triliun-di-2020-pln-terima-paling-banyak</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/12/02/320/2136890/pemerintah-suntik-bumn-rp17-73-triliun-di-2020-pln-terima-paling-banyak</guid><pubDate>Senin 02 Desember 2019 13:04 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/02/320/2136890/pemerintah-suntik-bumn-rp17-73-triliun-di-2020-pln-terima-paling-banyak-RzG6YoBpoL.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com/Yohana)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/02/320/2136890/pemerintah-suntik-bumn-rp17-73-triliun-di-2020-pln-terima-paling-banyak-RzG6YoBpoL.jpeg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com/Yohana)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah mengalokasikan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp17,73 triliun untuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di tahun 2020. Terdapat 7 BUMN yang bakal menerima alokasi anggaran PMN tersebut.
Ketujuh BUMN itu yakni PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF, PT Hutama Karya (Persero), PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) atau BPUI, PT Geo Dipa Energi (Persero), PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM, dan PT Pengembangan Armada Niaga Nasional (Persero) atau PANN.
Baca Juga: Erick Sebut Total PMN BUMN Rp105,5 Triliun, Terbanyak PLN dan Hutama Karya
&quot;Alokasi PMN dalam APBN 2020 dimaksudkan untuk mendorong peran BUMN untuk akselerasi pembangunan,&quot; ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Jakarta Senin (2/12/2019).
Dia menjelaskan, PLN menerima alokasi anggaran PMN tertinggi yakni sebesar Rp5 triliun di tahun depan. Suntikan dana dari negara itu, bakal digunakan untuk penyelesaian pembangunan beberapa proyek ketenagalistrikan.

Antara lain pengembangan pembangkit tenaga listrik termasuk yang berasal dari energi baru dan terbarukan (renewable energy/EBT), transmisi, gardu induk, distribusi dan listrik pedesaan. &quot;Serta untuk mempercepat penyediaan listrik di seluruh wilayah Indonesia terutama desa 3T (terluar, terdepan, dan tertinggal),&quot; kata dia.
Sedangkan alokasi anggaran PNM yang terendah diterima oleh  BPUI sebesar Rp270 miliar, yakni berasal dari konversi utang pokok dari subsidiary loan agreement (SLA) menjadi PMN. Suntikan dana itu untuk mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui akses pembiayaan.
Adapun selain 7 BUMN, pemerintah juga mengalokasikan  PMN sebesar Rp1 triliun untuk penguatan neraca transaksi berjalan. Meski demikian, alokasi ini belum ditentukan akan diberikan kepada BUMN mana saja.


&quot;Arah kebijakan pembiayaan non utang di 2020 dimaksudkan untuk  mendorong pembiayaan yang inovatif untuk pembangunan infrastruktur,  kewajiban penjaminan dan peningkatan akses pembiayaan UMKM, pengembangan  EBT, serta penguatan neraca transaksi berjalan,&quot; kata Sri Mulyani.
Berikut rincian alokasi PNM sebesar Rp17,73 triliun di tahun 2020 untuk BUMN:
Baca Juga: Diterima DPR, Ini Gaya Erick Thohir Rapat Perdana Bersama Komisi VI
1. PT PLN (Persero) Rp5 Triliun
Untuk menyelesaikan pembangunan proyek-proyek ketenagalistrikan  antara lain untuk program pengembangan pembangkit tenaga listrik  termasuk yang berasal dari energi baru dan terbarukan transmisi, gardu  induk, distribusi dan listrik pedesaan serta mempercepat penyediaan  listrik di seluruh wilayah Indonesia terutama desa 3T (terluar,  terdepan, dan tertinggal).
2. PT PANN (Persero) Rp3,76 Triliun
Alokasi itu berasal dari konversi utang pokok dari subsidiary loan  agreement (SLA) menjadi PMN. Di mana untuk meningkatkan kepercayaan  stakeholder, sehingga dapat lebih berperan dalam pengembangan armada  maritim nasional. Serta mendukung nawacita pemerintah dalam mewujudkan  Indonesia menjadi poros maritim dunia.

3. PT Hutama Karya (Persero) Rp3,5 Triliun.
Alokasi ini merupakan kesinambungan dari PMN yang telah diberikan  pada tahun 2015, 2016, dan 2019. Di mana dana tersebut akan dimanfaatkan  untuk mendukung penyelesaian ruas-ruas prioritas dari Jalan Tol Trans  Sumatera, yaitu Pekanbaru-Dumai dan Terbanggi Besar-Pematang  Panggang-Kayu Agung.
4. PT SMF (Persero) Rp2,5 Triliun
Untuk kebutuhan menjaga sustainability dukungan SMF dalam menurunkan  porsi/beban pemerintah untukprogram pembiayaan perumahan, khususnya  Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).&amp;nbsp;5. PT PNM (Persero) Rp1 Triliun
Suntikan dana itu untuk memperbaiki struktur permodalan dan   meningkatkan kapasitas usaha perseroan dalam rangka mendukung pembiayaan   bagi Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Koperasi (UMKMK). Saat ini  rasio  DER sebesar 8,6 kali menyebabkan perseroan mengalami keterbatasan  dalam  mencari sumber dana komersial dengan tingkat cost of fund yang   kompetitif.
6. PT Geo Dipa Energi (Persero) Rp700 miliar
Alokasi dana untuk pengembangan PLTP Dieng Unit 2 dan PLTP Patuha   Unit 2 dalam rangka meningkatkan kapasitas terpasang dari 120 MW menjadi   270 MW.

7.  PT BPUI (Persero) Rp270 Miliar
Alokasi dana itu berasal konversi utang pokok dari subsidiary loan   agreement (SLA) menjadi PMN. Dana itu guna meningkatkan pertumbuhan UMKM   melalui akses sumber pembiayaan, pengembangan kewirausahan dan   peningkatan akses pasar produk UMKM.
8. PMN untuk Penguatan Neraca Transaksi Berjalan Rp1 Triliun
Ini untuk mendukung terobosan kebijakan dalam meningkatkan kinerja   ekspor nasional dan menekan impor khususnya impor migas melalui   investasi kepada BUMN untuk penguatan neraca transaksi berjalan.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah mengalokasikan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp17,73 triliun untuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di tahun 2020. Terdapat 7 BUMN yang bakal menerima alokasi anggaran PMN tersebut.
Ketujuh BUMN itu yakni PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF, PT Hutama Karya (Persero), PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) atau BPUI, PT Geo Dipa Energi (Persero), PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM, dan PT Pengembangan Armada Niaga Nasional (Persero) atau PANN.
Baca Juga: Erick Sebut Total PMN BUMN Rp105,5 Triliun, Terbanyak PLN dan Hutama Karya
&quot;Alokasi PMN dalam APBN 2020 dimaksudkan untuk mendorong peran BUMN untuk akselerasi pembangunan,&quot; ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Jakarta Senin (2/12/2019).
Dia menjelaskan, PLN menerima alokasi anggaran PMN tertinggi yakni sebesar Rp5 triliun di tahun depan. Suntikan dana dari negara itu, bakal digunakan untuk penyelesaian pembangunan beberapa proyek ketenagalistrikan.

Antara lain pengembangan pembangkit tenaga listrik termasuk yang berasal dari energi baru dan terbarukan (renewable energy/EBT), transmisi, gardu induk, distribusi dan listrik pedesaan. &quot;Serta untuk mempercepat penyediaan listrik di seluruh wilayah Indonesia terutama desa 3T (terluar, terdepan, dan tertinggal),&quot; kata dia.
Sedangkan alokasi anggaran PNM yang terendah diterima oleh  BPUI sebesar Rp270 miliar, yakni berasal dari konversi utang pokok dari subsidiary loan agreement (SLA) menjadi PMN. Suntikan dana itu untuk mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui akses pembiayaan.
Adapun selain 7 BUMN, pemerintah juga mengalokasikan  PMN sebesar Rp1 triliun untuk penguatan neraca transaksi berjalan. Meski demikian, alokasi ini belum ditentukan akan diberikan kepada BUMN mana saja.


&quot;Arah kebijakan pembiayaan non utang di 2020 dimaksudkan untuk  mendorong pembiayaan yang inovatif untuk pembangunan infrastruktur,  kewajiban penjaminan dan peningkatan akses pembiayaan UMKM, pengembangan  EBT, serta penguatan neraca transaksi berjalan,&quot; kata Sri Mulyani.
Berikut rincian alokasi PNM sebesar Rp17,73 triliun di tahun 2020 untuk BUMN:
Baca Juga: Diterima DPR, Ini Gaya Erick Thohir Rapat Perdana Bersama Komisi VI
1. PT PLN (Persero) Rp5 Triliun
Untuk menyelesaikan pembangunan proyek-proyek ketenagalistrikan  antara lain untuk program pengembangan pembangkit tenaga listrik  termasuk yang berasal dari energi baru dan terbarukan transmisi, gardu  induk, distribusi dan listrik pedesaan serta mempercepat penyediaan  listrik di seluruh wilayah Indonesia terutama desa 3T (terluar,  terdepan, dan tertinggal).
2. PT PANN (Persero) Rp3,76 Triliun
Alokasi itu berasal dari konversi utang pokok dari subsidiary loan  agreement (SLA) menjadi PMN. Di mana untuk meningkatkan kepercayaan  stakeholder, sehingga dapat lebih berperan dalam pengembangan armada  maritim nasional. Serta mendukung nawacita pemerintah dalam mewujudkan  Indonesia menjadi poros maritim dunia.

3. PT Hutama Karya (Persero) Rp3,5 Triliun.
Alokasi ini merupakan kesinambungan dari PMN yang telah diberikan  pada tahun 2015, 2016, dan 2019. Di mana dana tersebut akan dimanfaatkan  untuk mendukung penyelesaian ruas-ruas prioritas dari Jalan Tol Trans  Sumatera, yaitu Pekanbaru-Dumai dan Terbanggi Besar-Pematang  Panggang-Kayu Agung.
4. PT SMF (Persero) Rp2,5 Triliun
Untuk kebutuhan menjaga sustainability dukungan SMF dalam menurunkan  porsi/beban pemerintah untukprogram pembiayaan perumahan, khususnya  Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).&amp;nbsp;5. PT PNM (Persero) Rp1 Triliun
Suntikan dana itu untuk memperbaiki struktur permodalan dan   meningkatkan kapasitas usaha perseroan dalam rangka mendukung pembiayaan   bagi Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Koperasi (UMKMK). Saat ini  rasio  DER sebesar 8,6 kali menyebabkan perseroan mengalami keterbatasan  dalam  mencari sumber dana komersial dengan tingkat cost of fund yang   kompetitif.
6. PT Geo Dipa Energi (Persero) Rp700 miliar
Alokasi dana untuk pengembangan PLTP Dieng Unit 2 dan PLTP Patuha   Unit 2 dalam rangka meningkatkan kapasitas terpasang dari 120 MW menjadi   270 MW.

7.  PT BPUI (Persero) Rp270 Miliar
Alokasi dana itu berasal konversi utang pokok dari subsidiary loan   agreement (SLA) menjadi PMN. Dana itu guna meningkatkan pertumbuhan UMKM   melalui akses sumber pembiayaan, pengembangan kewirausahan dan   peningkatan akses pasar produk UMKM.
8. PMN untuk Penguatan Neraca Transaksi Berjalan Rp1 Triliun
Ini untuk mendukung terobosan kebijakan dalam meningkatkan kinerja   ekspor nasional dan menekan impor khususnya impor migas melalui   investasi kepada BUMN untuk penguatan neraca transaksi berjalan.</content:encoded></item></channel></rss>
