<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Oktober, Turis Malaysia Paling Banyak Piknik ke Indonesia</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah wisatawan asing yang datang ke Indonesia selama Oktober 2019 mencapai 1,35 juta.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/02/320/2136960/oktober-turis-malaysia-paling-banyak-piknik-ke-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/12/02/320/2136960/oktober-turis-malaysia-paling-banyak-piknik-ke-indonesia"/><item><title>Oktober, Turis Malaysia Paling Banyak Piknik ke Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/02/320/2136960/oktober-turis-malaysia-paling-banyak-piknik-ke-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/12/02/320/2136960/oktober-turis-malaysia-paling-banyak-piknik-ke-indonesia</guid><pubDate>Senin 02 Desember 2019 15:19 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/02/320/2136960/oktober-turis-malaysia-paling-banyak-piknik-ke-indonesia-bShP90DEXb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bandara (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/02/320/2136960/oktober-turis-malaysia-paling-banyak-piknik-ke-indonesia-bShP90DEXb.jpg</image><title>Bandara (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah wisatawan asing yang datang ke Indonesia selama Oktober 2019 mencapai 1,35 juta.  Dari jumlah tersebut, wisatawan dari wilayah Asia Tenggara (ASEAN) memiliki presentase kenaikan paling tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu dengan presentase kenaikan 20,14%.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, jumlah kunjungan wisman yang datang ke Indonesia paling banyak berasal dari negara Malaysia sebanyak 241,1 ribu wisman. Lalu disusul dengan Tiongkok dengan angka wisman sebanyak 160,4 ribu.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Turun 3,28% Selama Oktober 2019 
Di tempat ketiga ada Singapura dengan 145,2 ribu wisman atau naik 10,72%. Lalu ada Australia dan Timor Leste dengan masing-masing jumlah kunjungan wisatawan mencapai 131,9 ribu atau naik 9,74% dan 92 ribu dengan kenaikan 6,79%.
&amp;nbsp;
&quot;Wisman yang datang dari ASEAN paling tinggi sebesar 20,14%. Sementara penurunan terjadi di wisman yang datang dari wilayah Asia selain Asean,&quot; ujarnya di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (2/12/2019).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Kapal Pesiar Raksasa Bersandar di Pelabuhan Benoa, RI 'Kebanjiran' Turis Asing
Sementara itu secara kumulatif dari Januari hingga Oktober wisman yang datang  paling banyak didominasi oleh Malaysia dengan 2,58 juta kunjungan. Disusul oleh Tiongkok dengan 1,77 juta kunjungan.

Kemudian disusul oleh Singapura dengan 1,55 juta penumpang. Dan terakhir adalah Australia dan Timor Leste dengan masing-masing kunjungan 1,15 juta dan 1,02 juta kunjungan
Dia menambahkan tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi  bintang di Indonesia pada Oktober 2019 mencapai rata-rata 56,77% atau  turun 2,07 poin dibandingkan dengan TPK Oktober 2018 yang tercatat  sebesar 58,84 %.

&quot;Sementara itu, jika dibanding TPK September 2019, TPK hotel  klasifikasi bintang pada Oktober 2019 mengalami kenaikan sebesar 3,25  poin,&quot; kata Kecuk.

Sementara itu, rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada  hotel klasifikasi bintang selama Oktober 2019 tercatat sebesar 1,80  hari. Angka ini mengalami penurunan sebesar 0,10 poin jika dibandingkan  keadaan Oktober 2018.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah wisatawan asing yang datang ke Indonesia selama Oktober 2019 mencapai 1,35 juta.  Dari jumlah tersebut, wisatawan dari wilayah Asia Tenggara (ASEAN) memiliki presentase kenaikan paling tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu dengan presentase kenaikan 20,14%.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, jumlah kunjungan wisman yang datang ke Indonesia paling banyak berasal dari negara Malaysia sebanyak 241,1 ribu wisman. Lalu disusul dengan Tiongkok dengan angka wisman sebanyak 160,4 ribu.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Turun 3,28% Selama Oktober 2019 
Di tempat ketiga ada Singapura dengan 145,2 ribu wisman atau naik 10,72%. Lalu ada Australia dan Timor Leste dengan masing-masing jumlah kunjungan wisatawan mencapai 131,9 ribu atau naik 9,74% dan 92 ribu dengan kenaikan 6,79%.
&amp;nbsp;
&quot;Wisman yang datang dari ASEAN paling tinggi sebesar 20,14%. Sementara penurunan terjadi di wisman yang datang dari wilayah Asia selain Asean,&quot; ujarnya di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (2/12/2019).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Kapal Pesiar Raksasa Bersandar di Pelabuhan Benoa, RI 'Kebanjiran' Turis Asing
Sementara itu secara kumulatif dari Januari hingga Oktober wisman yang datang  paling banyak didominasi oleh Malaysia dengan 2,58 juta kunjungan. Disusul oleh Tiongkok dengan 1,77 juta kunjungan.

Kemudian disusul oleh Singapura dengan 1,55 juta penumpang. Dan terakhir adalah Australia dan Timor Leste dengan masing-masing kunjungan 1,15 juta dan 1,02 juta kunjungan
Dia menambahkan tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi  bintang di Indonesia pada Oktober 2019 mencapai rata-rata 56,77% atau  turun 2,07 poin dibandingkan dengan TPK Oktober 2018 yang tercatat  sebesar 58,84 %.

&quot;Sementara itu, jika dibanding TPK September 2019, TPK hotel  klasifikasi bintang pada Oktober 2019 mengalami kenaikan sebesar 3,25  poin,&quot; kata Kecuk.

Sementara itu, rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada  hotel klasifikasi bintang selama Oktober 2019 tercatat sebesar 1,80  hari. Angka ini mengalami penurunan sebesar 0,10 poin jika dibandingkan  keadaan Oktober 2018.</content:encoded></item></channel></rss>
