<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>    Wall Street Lesu karena Kegelisahan Ekonomi dan Perang Dagang</title><description>Wall Street melemah pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat imbas melemahnya data manufaktur AS.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/03/278/2137213/wall-street-lesu-karena-kegelisahan-ekonomi-dan-perang-dagang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/12/03/278/2137213/wall-street-lesu-karena-kegelisahan-ekonomi-dan-perang-dagang"/><item><title>    Wall Street Lesu karena Kegelisahan Ekonomi dan Perang Dagang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/03/278/2137213/wall-street-lesu-karena-kegelisahan-ekonomi-dan-perang-dagang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/12/03/278/2137213/wall-street-lesu-karena-kegelisahan-ekonomi-dan-perang-dagang</guid><pubDate>Selasa 03 Desember 2019 08:17 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/03/278/2137213/wall-street-lesu-karena-kegelisahan-ekonomi-dan-perang-dagang-dNkCnV9l9Z.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wall Street Melemah (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/03/278/2137213/wall-street-lesu-karena-kegelisahan-ekonomi-dan-perang-dagang-dNkCnV9l9Z.jpg</image><title>Wall Street Melemah (Foto: Shutterstock)</title></images><description>NEW YORK - Wall Street melemah pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat imbas melemahnya data manufaktur AS dan kekhawatiran mengenai penyelesaian konflik perang dagang

Rata-rata ketiga saham utama bursa AS memulai awal bulan ini di zona merah karena investor kembali dari liburan panjang akhir pekan.
Baca Juga: Saham Perusahaan Ritel AS Turun, Wall Street Berakhir Lesu
Melansir Reuters, Jakarta, Selasa (3/12/2019), indeks Dow Jones Industrial Average turun 267,35 poin atau 0,95% menjadi 27.784,06, indeks S&amp;amp;P 500 turun 27 poin atau 0,86% menjadi 3.113,98 dan dan indeks Nasdaq Composite turun 97,48 poin atau 1,12% menjadi 8.567,99.

Sebuah laporan dari Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan aktivitas manufaktur AS pada bulan November untuk bulan keempat berturut-turut memicu kekhawatiran bahwa periode ekspansi ekonomi terpanjang dalam sejarah AS bisa kehilangan tenaga.
Baca Juga: Wall Street Dibuka Menguat di Awal Pekan
&quot;Data manufaktur yang lebih lemah dari perkiraan tidak membantu,&quot; kata kepala strategi pasar di Bruderman Asset Management di New York, Oliver Pursche.

&quot;Tren itu kemungkinan akan berlanjut dalam jangka pendek,&quot; sambungnya.

&quot;Pertanyaannya adalah apakah konsumen akan terus menjaga perekonomian tetap bertahan,&quot; tambah Pursche. &amp;ldquo;Dan sejauh ini, data awal mengenai pengeluaran Black Friday sangat positif. Ini jumlah yang besar.&quot;
&amp;nbsp;
Sementara itu, penjualan Cyber &amp;#8203;&amp;#8203;Monday diperkirakan mencapai rekor  setelah USD11,6 miliar penjualan online di Thanksgiving dan Black  Friday.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump dalam kicauannya di Twitter akan  mengembalikan tarif pada baja yang diimpor dari Brasil dan Argentina.  Hal ini meningkatkan saham pembuat baja AS US Steel Corp (XN) dan AK  Steel Holding Corp (AKS.N) masing-masing sebesar 4,2% dan 4,7%.

Namun, itu adalah tanda terbaru bahwa perdagangan multi-front antara  Amerika Serikat dan mitra dagang globalnya akan terus mendominasi pasar  dan menghambat pertumbuhan ekonomi global.
</description><content:encoded>NEW YORK - Wall Street melemah pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat imbas melemahnya data manufaktur AS dan kekhawatiran mengenai penyelesaian konflik perang dagang

Rata-rata ketiga saham utama bursa AS memulai awal bulan ini di zona merah karena investor kembali dari liburan panjang akhir pekan.
Baca Juga: Saham Perusahaan Ritel AS Turun, Wall Street Berakhir Lesu
Melansir Reuters, Jakarta, Selasa (3/12/2019), indeks Dow Jones Industrial Average turun 267,35 poin atau 0,95% menjadi 27.784,06, indeks S&amp;amp;P 500 turun 27 poin atau 0,86% menjadi 3.113,98 dan dan indeks Nasdaq Composite turun 97,48 poin atau 1,12% menjadi 8.567,99.

Sebuah laporan dari Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan aktivitas manufaktur AS pada bulan November untuk bulan keempat berturut-turut memicu kekhawatiran bahwa periode ekspansi ekonomi terpanjang dalam sejarah AS bisa kehilangan tenaga.
Baca Juga: Wall Street Dibuka Menguat di Awal Pekan
&quot;Data manufaktur yang lebih lemah dari perkiraan tidak membantu,&quot; kata kepala strategi pasar di Bruderman Asset Management di New York, Oliver Pursche.

&quot;Tren itu kemungkinan akan berlanjut dalam jangka pendek,&quot; sambungnya.

&quot;Pertanyaannya adalah apakah konsumen akan terus menjaga perekonomian tetap bertahan,&quot; tambah Pursche. &amp;ldquo;Dan sejauh ini, data awal mengenai pengeluaran Black Friday sangat positif. Ini jumlah yang besar.&quot;
&amp;nbsp;
Sementara itu, penjualan Cyber &amp;#8203;&amp;#8203;Monday diperkirakan mencapai rekor  setelah USD11,6 miliar penjualan online di Thanksgiving dan Black  Friday.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump dalam kicauannya di Twitter akan  mengembalikan tarif pada baja yang diimpor dari Brasil dan Argentina.  Hal ini meningkatkan saham pembuat baja AS US Steel Corp (XN) dan AK  Steel Holding Corp (AKS.N) masing-masing sebesar 4,2% dan 4,7%.

Namun, itu adalah tanda terbaru bahwa perdagangan multi-front antara  Amerika Serikat dan mitra dagang globalnya akan terus mendominasi pasar  dan menghambat pertumbuhan ekonomi global.
</content:encoded></item></channel></rss>
