<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Luhut Targetkan Rupiah di Bawah Rp10.000/USD</title><description>Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bisa menguat di bawah Rp10.000 per USD pada dua tahun mendatang</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/03/278/2137603/menko-luhut-targetkan-rupiah-di-bawah-rp10-000-usd</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/12/03/278/2137603/menko-luhut-targetkan-rupiah-di-bawah-rp10-000-usd"/><item><title>Menko Luhut Targetkan Rupiah di Bawah Rp10.000/USD</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/03/278/2137603/menko-luhut-targetkan-rupiah-di-bawah-rp10-000-usd</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/12/03/278/2137603/menko-luhut-targetkan-rupiah-di-bawah-rp10-000-usd</guid><pubDate>Selasa 03 Desember 2019 21:03 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/03/278/2137603/menko-luhut-targetkan-rupiah-di-bawah-rp10-000-usd-ZQCx3pa3BG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/03/278/2137603/menko-luhut-targetkan-rupiah-di-bawah-rp10-000-usd-ZQCx3pa3BG.jpg</image><title>Rupiah. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menargetkan, nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bisa menguat di bawah Rp10.000 per USD pada dua tahun mendatang. Hal itu seiring upaya pemerintah menekan defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD).
&quot;Kami perkirakan Rupiah bisa di bawah Rp10.000 per USD karena cadangan dolar banyak. Dalam dua tahun ke depan lah kalau strategi ini berjalan sesuai rencana menekan CAD,&quot; ungkap Luhut di kantornya, Jakarta, Selasa (3/12/2019).
Baca Juga: Mengenal 8 Pahlawan yang Ada di Uang Kertas Rupiah
Strategi yang dimaksud adalah mendorong ekspor dan menekan impor. Hal itu dilakukan dengan mempercepat proses hilirisasi. Salah satunya hilirisasi pada komoditas nikel sehingga memberii nilai tambah.

&quot;Itu penting untuk mempengaruhi CAD, ekspor dengan nilai tambah contohnya pada nikel ore, itu kan bagus,&quot; kata dia.
Selain itu, dilakukan dengan melepas ketergantungan Indonesia pada impor minyak melalui program biodiesel. Menurut Luhut, porgram B20 yang sudah berlangsung sejak September 2018  telah berdampak pada  pengurangan impor minyak untuk solar sebesar 29%.
Baca Juga: Viral, Misteri Pahlawan Sedih di Uang Rp5.000 dan Rp50.000
Pengurangan impor itu setara dengan menghemat devisa negara sebesar Rp300 triliun. Jika program ini terus berjalan, lanjut Luhut, maka akan mengurangi impor minyak menjadi sebesar 35%.
&quot;Ke depan juga akan naik ke B30 dan seterusnya. Sekarang kami lagi hitung berapa persen kalau B50-B100, maka bukan tidak mungkin kita enggak perlu lagi impor energi,&quot; jelas dia.Maka dengan mendorong hilirisasi dan menekan impor minyak, Luhut  meyakini, CAD hanya akan sebesar USD1 miliar bahkan bisa berbalik jadi  surplus. Hal ini akan berdampak baik bagi pergerakkan nilai tukar  Rupiah.
&quot;Kalau CAD dekat-dekat ke USD1 miliar, maka Rupiah akan di bawah 10.000 per USD,&quot; kata dia.
Sekedar diketahui, Bank Indonesia (BI) mencatat CAD hingga kuartal  III-2019 sebesar USD7,7 miliar atau setara 2,7% dari produk domestik  bruto (PDB). Adapun Rupiah pada hari ini, Selasa (3/12/2019) pada  perdagangan spot exchange berada di level Rp14.115 per USD.
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menargetkan, nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bisa menguat di bawah Rp10.000 per USD pada dua tahun mendatang. Hal itu seiring upaya pemerintah menekan defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD).
&quot;Kami perkirakan Rupiah bisa di bawah Rp10.000 per USD karena cadangan dolar banyak. Dalam dua tahun ke depan lah kalau strategi ini berjalan sesuai rencana menekan CAD,&quot; ungkap Luhut di kantornya, Jakarta, Selasa (3/12/2019).
Baca Juga: Mengenal 8 Pahlawan yang Ada di Uang Kertas Rupiah
Strategi yang dimaksud adalah mendorong ekspor dan menekan impor. Hal itu dilakukan dengan mempercepat proses hilirisasi. Salah satunya hilirisasi pada komoditas nikel sehingga memberii nilai tambah.

&quot;Itu penting untuk mempengaruhi CAD, ekspor dengan nilai tambah contohnya pada nikel ore, itu kan bagus,&quot; kata dia.
Selain itu, dilakukan dengan melepas ketergantungan Indonesia pada impor minyak melalui program biodiesel. Menurut Luhut, porgram B20 yang sudah berlangsung sejak September 2018  telah berdampak pada  pengurangan impor minyak untuk solar sebesar 29%.
Baca Juga: Viral, Misteri Pahlawan Sedih di Uang Rp5.000 dan Rp50.000
Pengurangan impor itu setara dengan menghemat devisa negara sebesar Rp300 triliun. Jika program ini terus berjalan, lanjut Luhut, maka akan mengurangi impor minyak menjadi sebesar 35%.
&quot;Ke depan juga akan naik ke B30 dan seterusnya. Sekarang kami lagi hitung berapa persen kalau B50-B100, maka bukan tidak mungkin kita enggak perlu lagi impor energi,&quot; jelas dia.Maka dengan mendorong hilirisasi dan menekan impor minyak, Luhut  meyakini, CAD hanya akan sebesar USD1 miliar bahkan bisa berbalik jadi  surplus. Hal ini akan berdampak baik bagi pergerakkan nilai tukar  Rupiah.
&quot;Kalau CAD dekat-dekat ke USD1 miliar, maka Rupiah akan di bawah 10.000 per USD,&quot; kata dia.
Sekedar diketahui, Bank Indonesia (BI) mencatat CAD hingga kuartal  III-2019 sebesar USD7,7 miliar atau setara 2,7% dari produk domestik  bruto (PDB). Adapun Rupiah pada hari ini, Selasa (3/12/2019) pada  perdagangan spot exchange berada di level Rp14.115 per USD.
</content:encoded></item></channel></rss>
