<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Apa Kabar Rencana Pembangunan Pipa Gas Bumi Trans Kalimantan?</title><description>BPH Migas terus mendorong terwujudnya proses Pembangunan Pipa Gas Bumi Trans Kalimantan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/03/470/2137327/apa-kabar-rencana-pembangunan-pipa-gas-bumi-trans-kalimantan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/12/03/470/2137327/apa-kabar-rencana-pembangunan-pipa-gas-bumi-trans-kalimantan"/><item><title>Apa Kabar Rencana Pembangunan Pipa Gas Bumi Trans Kalimantan?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/03/470/2137327/apa-kabar-rencana-pembangunan-pipa-gas-bumi-trans-kalimantan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/12/03/470/2137327/apa-kabar-rencana-pembangunan-pipa-gas-bumi-trans-kalimantan</guid><pubDate>Selasa 03 Desember 2019 12:37 WIB</pubDate><dc:creator>Ade Putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/03/470/2137327/apa-kabar-rencana-pembangunan-pipa-gas-bumi-trans-kalimantan-RDobriXHro.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BPH Migas soal Pipa Gas Trans Kalimantan (Foto: Okezone.com/Ade)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/03/470/2137327/apa-kabar-rencana-pembangunan-pipa-gas-bumi-trans-kalimantan-RDobriXHro.jpg</image><title>BPH Migas soal Pipa Gas Trans Kalimantan (Foto: Okezone.com/Ade)</title></images><description>PONTIANAK - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) terus mendorong terwujudnya proses Pembangunan Pipa Gas Bumi Trans Kalimantan.
Baca Juga: Proyek Pipa Gas Trans Kalimantan Dilelang, Berminat?
Kepala BPH Migas M Fashurullah Asa menyampaikan bahwa pembangunan Pipa Gas Bumi Trans Kalimantan ini merupakan tindak lanjut Rencana Induk Gas Bumi Tahun 2012-2025.

&amp;ldquo;Kementerian ESDM telah merencanakan pembangunan jalur Pipa Gas Bumi Trans Kalimantan yang membentang dari Bontang, Banjarmasin, Palangkaraya hingga Pontianak sepanjang 2.219 kilometer, yang akan mengangkut gas bumi dari Bontang Kalimantan Timur guna memenuhi kebutuhan energi gas alam bagi seluruh masyarakat di Pulau Kalimantan,&quot; kata Fashurullah di Grand Mahkota Hotel Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (3/12/2019).
Baca Juga: Bagaimana Cara Realisasikan Pembangunan Pipa Gas Trans Kalimantan 2.019 Km?
Pria yang akrab disapa Ifan ini menjelaskan, berdasarkan data dari Neraca Gas Bumi Indonesia 2018-2027, diperkirakan supply demand gas bumi di Pulau Kalimantan mengalami surplus supply dari tahun 2018-2027 yang selama ini sebagian besar diolah menjadi LNG yang didistribusikan untuk memenuhi komitmen LNG Domestik dan Ekspor (komitmen ekspor belum diperoleh paska 2021).

&quot;Tetapi hal tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal khususnya di wilayah Kalimantan untuk penggunaan transportasi, rumah tangga dan pelanggan kecil, lifting minyak, industri pupuk, industri berbasis gas bumi, pembangkit listrik dan industri berbahan bakar gas,&quot; kata dia.
&amp;nbsp;Berdasarkan Neraca Gas Bumi Indonesia 2018-2027, potensi pengembangan  sumber gas wilayah Kalimantan masih amat besar, pasokan gas bumi di  wilayah Kalimantan pada tahun 2024 diperkirakan mencapai 2.075,35 -  2.609,49 MMSCFD yang terdiri dari existing 1.388,09 MMSCFD, project on  going 26,91 MMSCFD dan 2 project hulu yang akan first gas in dari IDD  dan ENI sebesar 1.218,20 MMSCFD.

Di samping itu, terdapat juga potensi supply gas bumi dari beberapa  wilayah kerja (WK) ekploitasi sekitar Natuna seperti Wilyah Kerja Kakap,  WK blok A, WK Natuna Sea B dan WK Duyung. Ditambah juga potensi  kelebihan pasokan gas bumi sebanyak 40 kargo gas alam cair (LNG) hingga  tahun 2025 yang belum ada pembelinya (uncommited) sebesar 116.769,6  MMSCF (53,317 MMSCFD) atau setara 266,585 MW, yang berasal dari dua  fasilitas gas utama yang dimiliki Indonesia saat ini. Yaitu LNG Tangguh  dan Bontang.

Sedangkan kebutuhan gas bumi di wilayah Kalimantan pada tahun 2018  yang lalu (diluar Ekspor/Komitmen LNG) hanya sebesar 675,21-696,40  MMSCFD. Dengan adanya rencana pemindahan ibukota yang kebutuhan  energinya dipenuhi menggunakan gas bumi serta apabila dikeluarkan  kebijakan konversi pembangkit berbahan bakar batubara dan BBM ke gas  bumi untuk mendukung kesepakatan Paris Agreement tahun 2015 dan juga  untuk mendukung pengembangan kawasan industri dengan berbasis clean  energy, maka potensi demand di Kalimantan diperkirakan akan meningkat  sebesar 92% dari kebutuhan saat ini yaitu diperkirakan mencapai 1.214  MMSCFD.

Adanya rencana pemindahan ibukota ke Kalimantan sertapembangunan  Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Kawasan Industri (KI) dinilai efektif  untuk meningkatkan penyerapan gas di wilayah ini. Nantinya di Kalimantan  juga akan dibangun jaringan distribusi termasuk Jaringan Gas (jargas).  &amp;ldquo;Oleh karena itu BPH Migas perlu mengatur dan fokus menciptakan demand  sedangkan untuk pasokan gas untuk Pipa Gas Bumi Trans Kalimantan tidak  ada masalah,&quot; jelas Ifan.

Jadi l, kata Ifan, tujuan dari FGD ini adalah untuk mendalami supply  and demand gas bumi di Pulau Kalimantan. Khususnya terkait pemindahan  ibukota negara di Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di  Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur dan juga supply  and demand gas bumi di Kalimantan Barat.

&quot;Selain itu juga kegiatan ini dirancang untuk menciptakan sinergi  antar Lembaga dalam mendukung keberhasilan pembangunan infrastruktur  Pipa Gas Bumi Trans Kalimantan agar semua pihak terkait diharapkan  memberikan kemudahan dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunannya,&quot;  tuturnya.BPH Migas, sambung Ifan, terus mendorong diwujudkannya  pembangunan  pipa Trans Kalimantan dalam rangka meningkatkan pemanfaatan  gas bumi di  dalam negeri khususnya bagi seluruh masyarakat di Pulau  Kalimantan dan  sekaligus dapat ikut membantu mengurangi defisit  perdagangan melalui  peningkatan pemanfaatan gas bumi sebagai substitusi  BBM terutama pada  sektor kelistrikan dan pertambangan.

Kepala Staf Kepresidenan RI Jendral TNI (Purn) Dr. Moeldoko di lokasi   acara menyampaikan bahwa upaya pembangunan Pipa Gas Bumi Trans   Kalimantan ini sejalan dengan Visi Presiden Joko Widodo yang   memprioritaskan lima aspek khususnya pembangunan infrastruktur. &quot;Kelima   aspek tersebut meliputi infrastruktur, investasi, kualitas sumber daya   manusia, reformasi birokrasi dan APBN yang tepat sasaran,&quot; ucapnya.

Moeldoko mengatakan, pembangunan pipa gas Trans Kalimantan selain   mendukung kebutuhan clean energy untuk ibukota pemerintahan baru juga   sekaligus mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.   &quot;Salah satu indikatornya adalah terwujudnya keadilan energi dan keadilan   wilayah terutama Kalimantan yang telah memberikan konstribusi besar   pada sektor energi untuk NKRI,&quot; tutupnya.
</description><content:encoded>PONTIANAK - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) terus mendorong terwujudnya proses Pembangunan Pipa Gas Bumi Trans Kalimantan.
Baca Juga: Proyek Pipa Gas Trans Kalimantan Dilelang, Berminat?
Kepala BPH Migas M Fashurullah Asa menyampaikan bahwa pembangunan Pipa Gas Bumi Trans Kalimantan ini merupakan tindak lanjut Rencana Induk Gas Bumi Tahun 2012-2025.

&amp;ldquo;Kementerian ESDM telah merencanakan pembangunan jalur Pipa Gas Bumi Trans Kalimantan yang membentang dari Bontang, Banjarmasin, Palangkaraya hingga Pontianak sepanjang 2.219 kilometer, yang akan mengangkut gas bumi dari Bontang Kalimantan Timur guna memenuhi kebutuhan energi gas alam bagi seluruh masyarakat di Pulau Kalimantan,&quot; kata Fashurullah di Grand Mahkota Hotel Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (3/12/2019).
Baca Juga: Bagaimana Cara Realisasikan Pembangunan Pipa Gas Trans Kalimantan 2.019 Km?
Pria yang akrab disapa Ifan ini menjelaskan, berdasarkan data dari Neraca Gas Bumi Indonesia 2018-2027, diperkirakan supply demand gas bumi di Pulau Kalimantan mengalami surplus supply dari tahun 2018-2027 yang selama ini sebagian besar diolah menjadi LNG yang didistribusikan untuk memenuhi komitmen LNG Domestik dan Ekspor (komitmen ekspor belum diperoleh paska 2021).

&quot;Tetapi hal tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal khususnya di wilayah Kalimantan untuk penggunaan transportasi, rumah tangga dan pelanggan kecil, lifting minyak, industri pupuk, industri berbasis gas bumi, pembangkit listrik dan industri berbahan bakar gas,&quot; kata dia.
&amp;nbsp;Berdasarkan Neraca Gas Bumi Indonesia 2018-2027, potensi pengembangan  sumber gas wilayah Kalimantan masih amat besar, pasokan gas bumi di  wilayah Kalimantan pada tahun 2024 diperkirakan mencapai 2.075,35 -  2.609,49 MMSCFD yang terdiri dari existing 1.388,09 MMSCFD, project on  going 26,91 MMSCFD dan 2 project hulu yang akan first gas in dari IDD  dan ENI sebesar 1.218,20 MMSCFD.

Di samping itu, terdapat juga potensi supply gas bumi dari beberapa  wilayah kerja (WK) ekploitasi sekitar Natuna seperti Wilyah Kerja Kakap,  WK blok A, WK Natuna Sea B dan WK Duyung. Ditambah juga potensi  kelebihan pasokan gas bumi sebanyak 40 kargo gas alam cair (LNG) hingga  tahun 2025 yang belum ada pembelinya (uncommited) sebesar 116.769,6  MMSCF (53,317 MMSCFD) atau setara 266,585 MW, yang berasal dari dua  fasilitas gas utama yang dimiliki Indonesia saat ini. Yaitu LNG Tangguh  dan Bontang.

Sedangkan kebutuhan gas bumi di wilayah Kalimantan pada tahun 2018  yang lalu (diluar Ekspor/Komitmen LNG) hanya sebesar 675,21-696,40  MMSCFD. Dengan adanya rencana pemindahan ibukota yang kebutuhan  energinya dipenuhi menggunakan gas bumi serta apabila dikeluarkan  kebijakan konversi pembangkit berbahan bakar batubara dan BBM ke gas  bumi untuk mendukung kesepakatan Paris Agreement tahun 2015 dan juga  untuk mendukung pengembangan kawasan industri dengan berbasis clean  energy, maka potensi demand di Kalimantan diperkirakan akan meningkat  sebesar 92% dari kebutuhan saat ini yaitu diperkirakan mencapai 1.214  MMSCFD.

Adanya rencana pemindahan ibukota ke Kalimantan sertapembangunan  Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Kawasan Industri (KI) dinilai efektif  untuk meningkatkan penyerapan gas di wilayah ini. Nantinya di Kalimantan  juga akan dibangun jaringan distribusi termasuk Jaringan Gas (jargas).  &amp;ldquo;Oleh karena itu BPH Migas perlu mengatur dan fokus menciptakan demand  sedangkan untuk pasokan gas untuk Pipa Gas Bumi Trans Kalimantan tidak  ada masalah,&quot; jelas Ifan.

Jadi l, kata Ifan, tujuan dari FGD ini adalah untuk mendalami supply  and demand gas bumi di Pulau Kalimantan. Khususnya terkait pemindahan  ibukota negara di Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di  Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur dan juga supply  and demand gas bumi di Kalimantan Barat.

&quot;Selain itu juga kegiatan ini dirancang untuk menciptakan sinergi  antar Lembaga dalam mendukung keberhasilan pembangunan infrastruktur  Pipa Gas Bumi Trans Kalimantan agar semua pihak terkait diharapkan  memberikan kemudahan dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunannya,&quot;  tuturnya.BPH Migas, sambung Ifan, terus mendorong diwujudkannya  pembangunan  pipa Trans Kalimantan dalam rangka meningkatkan pemanfaatan  gas bumi di  dalam negeri khususnya bagi seluruh masyarakat di Pulau  Kalimantan dan  sekaligus dapat ikut membantu mengurangi defisit  perdagangan melalui  peningkatan pemanfaatan gas bumi sebagai substitusi  BBM terutama pada  sektor kelistrikan dan pertambangan.

Kepala Staf Kepresidenan RI Jendral TNI (Purn) Dr. Moeldoko di lokasi   acara menyampaikan bahwa upaya pembangunan Pipa Gas Bumi Trans   Kalimantan ini sejalan dengan Visi Presiden Joko Widodo yang   memprioritaskan lima aspek khususnya pembangunan infrastruktur. &quot;Kelima   aspek tersebut meliputi infrastruktur, investasi, kualitas sumber daya   manusia, reformasi birokrasi dan APBN yang tepat sasaran,&quot; ucapnya.

Moeldoko mengatakan, pembangunan pipa gas Trans Kalimantan selain   mendukung kebutuhan clean energy untuk ibukota pemerintahan baru juga   sekaligus mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.   &quot;Salah satu indikatornya adalah terwujudnya keadilan energi dan keadilan   wilayah terutama Kalimantan yang telah memberikan konstribusi besar   pada sektor energi untuk NKRI,&quot; tutupnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
