<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Larry Page Mundur, Sundar Pichai Jadi CEO Alphabet</title><description>CEO Alphabet Larry Page mengumumkan mundur dari jabatannya</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/04/320/2137782/larry-page-mundur-sundar-pichai-jadi-ceo-alphabet</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/12/04/320/2137782/larry-page-mundur-sundar-pichai-jadi-ceo-alphabet"/><item><title>   Larry Page Mundur, Sundar Pichai Jadi CEO Alphabet</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/04/320/2137782/larry-page-mundur-sundar-pichai-jadi-ceo-alphabet</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/12/04/320/2137782/larry-page-mundur-sundar-pichai-jadi-ceo-alphabet</guid><pubDate>Rabu 04 Desember 2019 11:49 WIB</pubDate><dc:creator>Maylisda Frisca Elenor Solagracia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/04/320/2137782/larry-page-mundur-sundar-pichai-jadi-ceo-alphabet-lUYfxA9TCC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sundar Pichai (Foto: Business Insider)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/04/320/2137782/larry-page-mundur-sundar-pichai-jadi-ceo-alphabet-lUYfxA9TCC.jpg</image><title>Sundar Pichai (Foto: Business Insider)</title></images><description>JAKARTA - CEO Alphabet Larry Page mengumumkan mundur dari jabatannya pada Selasa waktu setempat.

Nantinya, CEO Google Sundar Pichai yang akan menjadi CEO Alphabet. Salah satu pendiri Alphabet, Sergey Brin juga akan mengundurkan diri sebagai Presiden Alphabet.
Baca Juga: Sundar Pichai, si Bocah Miskin dari India yang Kini Jadi Miliarder di Google
Pengumuman pengunduran diri ini membuat saham Alphabet naik sebanyak 0,8% setelah beberapa jam.

&quot;Dengan Alphabet yang sekarang sudah mapan dan mumpuni, Google dan Other Bets beroperasi secara efektif sebagai perusahaan independen, ini adalah waktu yang wajar untuk menyederhanakan struktur manajemen kami,&quot; tulis Page dan Brin yang dilansir dari CNBC, Jakarta, Rabu (4/12/2019).
Baca Juga: Sundar Pichai Larang Budaya Minum-Minum untuk Karyawannya, Kenapa?
&amp;ldquo;Kami belum pernah memegang peran manajemen ketika kami berpikir ada cara yang lebih baik untuk menjalankan perusahaan. Alphabet dan Google tidak lagi membutuhkan dua CEO dan seorang Presiden,&quot; lanjutnya.
&amp;nbsp;Page menjadi CEO Alphabet pada 2015 ketika Google mereorganisasi  untuk membentuk perusahaan induk baru untuk mengawasi &quot;Other Bets&quot; di  luar bisnis pencarian dan iklan digital utamanya. Sebelumnya, Page  menjabat sebagai CEO Google. Di bawah struktur baru, Pichai menjadi CEO  Google. Pichai sebelumnya memimpin Android dan Chrome di perusahaan ini.

Berdasarkan surat itu, baik Page maupun Brin akan tetap &amp;ldquo;terlibat  aktif&amp;rdquo; sebagai anggota dewan Alphabet. Para co-founder masih memiliki  hak suara mengendalikan perusahaan. Page memegang sekitar 5,8% saham  Alphabet, Brin mengendalikan sekitar 5,6% sahamnya, dan Pichai memegang  saham sekitar 0,1%, memastikan CEO baru masih dapat ditantang oleh para  pendiri perusahaan. Google mengatakan struktur pemilihannya tidak  berubah.

Alphabet mungkin perlu lebih bersandar pada taruhan lainnya, yang  mencakup perusahaan seperti Waymo dan Verily, karena bisnis periklanan  digital intinya yang dijalankan oleh Google menunjukkan tanda-tanda  melambat.
Google menunjukkan pendapatan iklan yang melambat pada kuartal   pertama tahun 2019 dan laba yang lebih rendah dibandingkan tahun   sebelumnya selama kuartal ketiga. Perusahaan masih berjuang untuk   menghasilkan pendapatan yang signifikan dalam perangkat keras, meskipun   bisnis cloud-nya sedang berkembang saat ini.

Page dan Pichai telah mengawasi perusahaan selama beberapa tahun yang   penuh gejolak ketika karyawan Google menyuarakan ketidakpuasan mereka   dengan kebijakan perusahaan tersebut.

Ribuan karyawan Google keluar dari kantor pada tahun lalu untuk   memprotes paket keluar sebesar USD90 juta setara Rp1,2 triliun (kurs   Rp14.103 per USD) yang menurut Google dibayarkan kepada mantan pemimpin   Android Andy Rubin, walaupun dia melakukan pelanggaran seksual. Dewan   Alphabet telah membuka penyelidikan tentang bagaimana para eksekutif   telah menangani klaim pelanggaran seksual.
</description><content:encoded>JAKARTA - CEO Alphabet Larry Page mengumumkan mundur dari jabatannya pada Selasa waktu setempat.

Nantinya, CEO Google Sundar Pichai yang akan menjadi CEO Alphabet. Salah satu pendiri Alphabet, Sergey Brin juga akan mengundurkan diri sebagai Presiden Alphabet.
Baca Juga: Sundar Pichai, si Bocah Miskin dari India yang Kini Jadi Miliarder di Google
Pengumuman pengunduran diri ini membuat saham Alphabet naik sebanyak 0,8% setelah beberapa jam.

&quot;Dengan Alphabet yang sekarang sudah mapan dan mumpuni, Google dan Other Bets beroperasi secara efektif sebagai perusahaan independen, ini adalah waktu yang wajar untuk menyederhanakan struktur manajemen kami,&quot; tulis Page dan Brin yang dilansir dari CNBC, Jakarta, Rabu (4/12/2019).
Baca Juga: Sundar Pichai Larang Budaya Minum-Minum untuk Karyawannya, Kenapa?
&amp;ldquo;Kami belum pernah memegang peran manajemen ketika kami berpikir ada cara yang lebih baik untuk menjalankan perusahaan. Alphabet dan Google tidak lagi membutuhkan dua CEO dan seorang Presiden,&quot; lanjutnya.
&amp;nbsp;Page menjadi CEO Alphabet pada 2015 ketika Google mereorganisasi  untuk membentuk perusahaan induk baru untuk mengawasi &quot;Other Bets&quot; di  luar bisnis pencarian dan iklan digital utamanya. Sebelumnya, Page  menjabat sebagai CEO Google. Di bawah struktur baru, Pichai menjadi CEO  Google. Pichai sebelumnya memimpin Android dan Chrome di perusahaan ini.

Berdasarkan surat itu, baik Page maupun Brin akan tetap &amp;ldquo;terlibat  aktif&amp;rdquo; sebagai anggota dewan Alphabet. Para co-founder masih memiliki  hak suara mengendalikan perusahaan. Page memegang sekitar 5,8% saham  Alphabet, Brin mengendalikan sekitar 5,6% sahamnya, dan Pichai memegang  saham sekitar 0,1%, memastikan CEO baru masih dapat ditantang oleh para  pendiri perusahaan. Google mengatakan struktur pemilihannya tidak  berubah.

Alphabet mungkin perlu lebih bersandar pada taruhan lainnya, yang  mencakup perusahaan seperti Waymo dan Verily, karena bisnis periklanan  digital intinya yang dijalankan oleh Google menunjukkan tanda-tanda  melambat.
Google menunjukkan pendapatan iklan yang melambat pada kuartal   pertama tahun 2019 dan laba yang lebih rendah dibandingkan tahun   sebelumnya selama kuartal ketiga. Perusahaan masih berjuang untuk   menghasilkan pendapatan yang signifikan dalam perangkat keras, meskipun   bisnis cloud-nya sedang berkembang saat ini.

Page dan Pichai telah mengawasi perusahaan selama beberapa tahun yang   penuh gejolak ketika karyawan Google menyuarakan ketidakpuasan mereka   dengan kebijakan perusahaan tersebut.

Ribuan karyawan Google keluar dari kantor pada tahun lalu untuk   memprotes paket keluar sebesar USD90 juta setara Rp1,2 triliun (kurs   Rp14.103 per USD) yang menurut Google dibayarkan kepada mantan pemimpin   Android Andy Rubin, walaupun dia melakukan pelanggaran seksual. Dewan   Alphabet telah membuka penyelidikan tentang bagaimana para eksekutif   telah menangani klaim pelanggaran seksual.
</content:encoded></item></channel></rss>
