<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi Dunia Gonjang-ganjing, JK: Presiden hingga Kepala Keluarga Tak Boleh Pesimis</title><description>Jusuf Kalla (JK) menyatakan, ekonomi global saat ini memang tengah diliputi ketidakpastian.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/05/20/2138177/ekonomi-dunia-gonjang-ganjing-jk-presiden-hingga-kepala-keluarga-tak-boleh-pesimis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/12/05/20/2138177/ekonomi-dunia-gonjang-ganjing-jk-presiden-hingga-kepala-keluarga-tak-boleh-pesimis"/><item><title>Ekonomi Dunia Gonjang-ganjing, JK: Presiden hingga Kepala Keluarga Tak Boleh Pesimis</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/05/20/2138177/ekonomi-dunia-gonjang-ganjing-jk-presiden-hingga-kepala-keluarga-tak-boleh-pesimis</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/12/05/20/2138177/ekonomi-dunia-gonjang-ganjing-jk-presiden-hingga-kepala-keluarga-tak-boleh-pesimis</guid><pubDate>Kamis 05 Desember 2019 09:32 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/05/20/2138177/ekonomi-dunia-gonjang-ganjing-jk-presiden-hingga-kepala-keluarga-tak-boleh-pesimis-tbaEYQGwo1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">JK soal Ekonomi Global (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/05/20/2138177/ekonomi-dunia-gonjang-ganjing-jk-presiden-hingga-kepala-keluarga-tak-boleh-pesimis-tbaEYQGwo1.jpg</image><title>JK soal Ekonomi Global (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Presiden Republik Indonesia  Periode 2014-2019 Jusuf Kalla (JK) menyatakan, ekonomi global saat ini memang tengah diliputi ketidakpastian, utamanya karena perang dagang antara Amerika Serikat (AS dan China). Imbasnya ekonomi global pun terpukul, IMF bahkan proyeksikan hanya tumbuh 3% pada 2019.
Baca Juga: BI: Ekonomi Global Cuma Tumbuh 3% di 2020 kalau Perang Dagang Berlanjut
Meski demikian, JK menyebut hal itu menjadi tantangan yang harus dihadapi dan tak boleh ada yang pesimistis, dari kepala negara hingga kepala keluarga. Lantaran dia yakin akan ada masanya perbaikan ekonomi di beberapa tahun kedepan.
&quot;Presiden tidak boleh pesimis. Direktur perusahaan juga tidak boleh pesimis. Kepala rumah tangga juga,&quot; ujar dia ketika ditemui di Hotel Westin, Jakarta, Rabu (4/12/2019) malam.
&amp;nbsp;Baca Juga: Ketidakpastian Ekonomi Global, Sri Mulyani: Berharap Lalu Kecewa
Menurutnya, dalam mengelola keuangan negara, tak jauh berbeda seperti mengelola keuangan sebuah perusahaan maupun rumah tangga. Dalam konteks ekonomi rumah tangga yang melemah, maka kepala rumah tangga akan melakukan penghematan.
Tatapi, penghematan yang dilakukan tersebut tentu bukan dalam jangka panjang. Melainkan hal pokok yang berkaitan dengan investasi masa depan tetap dilakukan, seperti biaya sekolah anak hingga membuka peluang usaha.
&quot;Jadi ini kehidupan ekonomi jalan. Enggak mungkin hanya di rumah, termenung, sedih. Menteri juga begitu, menghemat penting tapi tetap menjaga masa depannya, saat siklus ekonomi ke bawah tapi naik juga nanti,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;JK menyatakan, dalam kondisi saat ini perencanaan akan masa depan tak  bisa dirancang hanya untuk satu tahun mendatang, melainkan hingga tiga  atau empat tahun. Kata dia, satu hingga dua tahun merupakan waktu  bertahan dari pelemahan, tetapi tahun ketiga dan seterusnya menjadi  waktu untuk berkembang kembali.
Keyakinan itu didapat JK, lantaran menilai perang dagang AS dan China  tak akan bisa berlangsung terus-menerus. Itu hanya membuat kerugian  bagi kedua negara tersebut.
&quot;Apa AS bisa perang dagang lebih dari satu tahun? Pasti tidak. Dia  (Presiden AS Donald Trump) akan didemo oleh bangsanya sendiri. Jadi  semua bisa diatasi persoalan itu apabila kita punya pandangan yang luas.  Jadi optimisme itu pasti ada dua hingga tiga tahun yang akan datang,&quot;  katanya.
Optimisme itu juga yang dipegang JK saat kembali menjadi pengusaha,  usai pensiun dari jabatan wapres sejak Oktober 2019 lalu. JK bilang,  dirinya membuat perencanaan bisnis bukan untuk satu tahun ke depan, hal  itu juga yang harus dilakukan oleh para pengusaha lainnya.
&quot;Tapi percayalah, sebagai sama-sama pengusaha, saya kembali ke dunia  awal saya, meski cuma mantau saja. Jadi buatlah perencanaan tiga hingga  empat tahun akan datang, jangan bikin satu tahun saja. Saya kira itu  yang utama. Mari kita melihat Indonesia yang lebih panjang dan lebih  luas,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Presiden Republik Indonesia  Periode 2014-2019 Jusuf Kalla (JK) menyatakan, ekonomi global saat ini memang tengah diliputi ketidakpastian, utamanya karena perang dagang antara Amerika Serikat (AS dan China). Imbasnya ekonomi global pun terpukul, IMF bahkan proyeksikan hanya tumbuh 3% pada 2019.
Baca Juga: BI: Ekonomi Global Cuma Tumbuh 3% di 2020 kalau Perang Dagang Berlanjut
Meski demikian, JK menyebut hal itu menjadi tantangan yang harus dihadapi dan tak boleh ada yang pesimistis, dari kepala negara hingga kepala keluarga. Lantaran dia yakin akan ada masanya perbaikan ekonomi di beberapa tahun kedepan.
&quot;Presiden tidak boleh pesimis. Direktur perusahaan juga tidak boleh pesimis. Kepala rumah tangga juga,&quot; ujar dia ketika ditemui di Hotel Westin, Jakarta, Rabu (4/12/2019) malam.
&amp;nbsp;Baca Juga: Ketidakpastian Ekonomi Global, Sri Mulyani: Berharap Lalu Kecewa
Menurutnya, dalam mengelola keuangan negara, tak jauh berbeda seperti mengelola keuangan sebuah perusahaan maupun rumah tangga. Dalam konteks ekonomi rumah tangga yang melemah, maka kepala rumah tangga akan melakukan penghematan.
Tatapi, penghematan yang dilakukan tersebut tentu bukan dalam jangka panjang. Melainkan hal pokok yang berkaitan dengan investasi masa depan tetap dilakukan, seperti biaya sekolah anak hingga membuka peluang usaha.
&quot;Jadi ini kehidupan ekonomi jalan. Enggak mungkin hanya di rumah, termenung, sedih. Menteri juga begitu, menghemat penting tapi tetap menjaga masa depannya, saat siklus ekonomi ke bawah tapi naik juga nanti,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;JK menyatakan, dalam kondisi saat ini perencanaan akan masa depan tak  bisa dirancang hanya untuk satu tahun mendatang, melainkan hingga tiga  atau empat tahun. Kata dia, satu hingga dua tahun merupakan waktu  bertahan dari pelemahan, tetapi tahun ketiga dan seterusnya menjadi  waktu untuk berkembang kembali.
Keyakinan itu didapat JK, lantaran menilai perang dagang AS dan China  tak akan bisa berlangsung terus-menerus. Itu hanya membuat kerugian  bagi kedua negara tersebut.
&quot;Apa AS bisa perang dagang lebih dari satu tahun? Pasti tidak. Dia  (Presiden AS Donald Trump) akan didemo oleh bangsanya sendiri. Jadi  semua bisa diatasi persoalan itu apabila kita punya pandangan yang luas.  Jadi optimisme itu pasti ada dua hingga tiga tahun yang akan datang,&quot;  katanya.
Optimisme itu juga yang dipegang JK saat kembali menjadi pengusaha,  usai pensiun dari jabatan wapres sejak Oktober 2019 lalu. JK bilang,  dirinya membuat perencanaan bisnis bukan untuk satu tahun ke depan, hal  itu juga yang harus dilakukan oleh para pengusaha lainnya.
&quot;Tapi percayalah, sebagai sama-sama pengusaha, saya kembali ke dunia  awal saya, meski cuma mantau saja. Jadi buatlah perencanaan tiga hingga  empat tahun akan datang, jangan bikin satu tahun saja. Saya kira itu  yang utama. Mari kita melihat Indonesia yang lebih panjang dan lebih  luas,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
