<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>PR Besar Menhub di 2020: Pesawat Enggak Delay hingga Jakarta Bebas Macet</title><description>Kementerian Perhubungan akan terus melanjutkan pembangunan infrastruktur perhubungan pada tahun depan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/05/320/2138268/pr-besar-menhub-di-2020-pesawat-enggak-delay-hingga-jakarta-bebas-macet</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/12/05/320/2138268/pr-besar-menhub-di-2020-pesawat-enggak-delay-hingga-jakarta-bebas-macet"/><item><title>PR Besar Menhub di 2020: Pesawat Enggak Delay hingga Jakarta Bebas Macet</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/05/320/2138268/pr-besar-menhub-di-2020-pesawat-enggak-delay-hingga-jakarta-bebas-macet</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/12/05/320/2138268/pr-besar-menhub-di-2020-pesawat-enggak-delay-hingga-jakarta-bebas-macet</guid><pubDate>Kamis 05 Desember 2019 13:17 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/05/320/2138268/pr-besar-menhub-di-2020-pesawat-enggak-delay-hingga-jakarta-bebas-macet-EcAllxopXx.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/05/320/2138268/pr-besar-menhub-di-2020-pesawat-enggak-delay-hingga-jakarta-bebas-macet-EcAllxopXx.jpeg</image><title>Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Perhubungan akan terus melanjutkan pembangunan infrastruktur perhubungan pada tahun depan. Hal ini dilakukan untuk menyambungkan konektivitas antar daerah.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, untuk tahun depan dirinya menginginkan agar pelayanan di bidang perhubungan bisa lebih baik lagi. Misalnya adalah lalu lintas di Bandara harus lancar.
Baca juga: RI Calonkan Diri Jadi Anggota IMO Periode 2020-2021
&quot;Itu ada hubungannya dengan KPI, bagaimana masyarakat bisa dipuaskan. Bandara lancar enggak lambat, enggak delay, enggak mahal itu kerja keras,&quot; ujarnya dalam acara Jumpa Pers Akhir Tahun 2019 di Kantor kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (5/12/2019).
Sementara di darat, dirinya juga menginginkan agar kemacetan di beberapa kota besar bisa berkurang seperti di Jakarta. Oleh karena itu, yang perlu dilakukan adalah menggenjot pengembangan dan perbaikan transportasi umum.

Seperti misalnya di Jakarta, pemerintah akan menggenjot pembangunan proyek Laju Raya Terpadu (Light Rail Transit/LRT) Jabodebek Sehingga bisa selesai dan beroperasi 2021. Nantinya LRT Jabodebek ini bisa beroperasi dari Cibubur - Setiabudi - Bekasi.
Selain LRT, pembangunan Moda Raya Terpadu (Mass Rapid Transit/MRT) fase 2 juga akan segera dilakukan. Ditargetkan kereta MRT fase II akan beroperasi dari Bundaran Hotel Indonesia (HI) hingga Kota Tua pada 2024.
Baca juga: Menhub Budi Bertolak ke London, Hadiri Majelis Maritim Internasional
&quot;Bisa juga gitu Jakarta tak macet, LRT MRT bagus. Ini bagaimana kita bekerja tak hanya buat diri kita tapi untuk masyarakat,&quot; jelasnya.
Selain itu, dirinya juga mendapatkan tugas khusus dari Presiden Joko Widodo untuk mendukung konektivitas kepada 5 destinasi wisata prioritas. Adapun lima Bali baru ini meliputi Danau Tiba di Sumatera Utara, lalu Borobudur di Magelang Jawa Tengah, selanjutnya, ada juga Mandalika Lombok, Nusa Tenggara Barat, Bunaken di Sulawesi Tenggara, dan Bangka Belitung.
&quot;Kongkretnya yang 5 Bali baru, itu keren banget. Bayangin Toba itu bagus tapi belum ada yang ke sana. Kita bertugas bikin Bandara Silangit. Jogja juga gitu keren banget, tugas kita kembangkan bandara kereta api. Labuan Bajo juga gitu,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Perhubungan akan terus melanjutkan pembangunan infrastruktur perhubungan pada tahun depan. Hal ini dilakukan untuk menyambungkan konektivitas antar daerah.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, untuk tahun depan dirinya menginginkan agar pelayanan di bidang perhubungan bisa lebih baik lagi. Misalnya adalah lalu lintas di Bandara harus lancar.
Baca juga: RI Calonkan Diri Jadi Anggota IMO Periode 2020-2021
&quot;Itu ada hubungannya dengan KPI, bagaimana masyarakat bisa dipuaskan. Bandara lancar enggak lambat, enggak delay, enggak mahal itu kerja keras,&quot; ujarnya dalam acara Jumpa Pers Akhir Tahun 2019 di Kantor kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (5/12/2019).
Sementara di darat, dirinya juga menginginkan agar kemacetan di beberapa kota besar bisa berkurang seperti di Jakarta. Oleh karena itu, yang perlu dilakukan adalah menggenjot pengembangan dan perbaikan transportasi umum.

Seperti misalnya di Jakarta, pemerintah akan menggenjot pembangunan proyek Laju Raya Terpadu (Light Rail Transit/LRT) Jabodebek Sehingga bisa selesai dan beroperasi 2021. Nantinya LRT Jabodebek ini bisa beroperasi dari Cibubur - Setiabudi - Bekasi.
Selain LRT, pembangunan Moda Raya Terpadu (Mass Rapid Transit/MRT) fase 2 juga akan segera dilakukan. Ditargetkan kereta MRT fase II akan beroperasi dari Bundaran Hotel Indonesia (HI) hingga Kota Tua pada 2024.
Baca juga: Menhub Budi Bertolak ke London, Hadiri Majelis Maritim Internasional
&quot;Bisa juga gitu Jakarta tak macet, LRT MRT bagus. Ini bagaimana kita bekerja tak hanya buat diri kita tapi untuk masyarakat,&quot; jelasnya.
Selain itu, dirinya juga mendapatkan tugas khusus dari Presiden Joko Widodo untuk mendukung konektivitas kepada 5 destinasi wisata prioritas. Adapun lima Bali baru ini meliputi Danau Tiba di Sumatera Utara, lalu Borobudur di Magelang Jawa Tengah, selanjutnya, ada juga Mandalika Lombok, Nusa Tenggara Barat, Bunaken di Sulawesi Tenggara, dan Bangka Belitung.
&quot;Kongkretnya yang 5 Bali baru, itu keren banget. Bayangin Toba itu bagus tapi belum ada yang ke sana. Kita bertugas bikin Bandara Silangit. Jogja juga gitu keren banget, tugas kita kembangkan bandara kereta api. Labuan Bajo juga gitu,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
