<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Jokowi Sudah Temukan Jurus Atasi Defisit BPJS Kesehatan</title><description>Menteri Kesehatan sudah menyampaikan tahun depan sudah ada ketemu jurusnya atasi defisit BPJS Kesehatan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/06/320/2138716/jokowi-sudah-temukan-jurus-atasi-defisit-bpjs-kesehatan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/12/06/320/2138716/jokowi-sudah-temukan-jurus-atasi-defisit-bpjs-kesehatan"/><item><title>   Jokowi Sudah Temukan Jurus Atasi Defisit BPJS Kesehatan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/06/320/2138716/jokowi-sudah-temukan-jurus-atasi-defisit-bpjs-kesehatan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/12/06/320/2138716/jokowi-sudah-temukan-jurus-atasi-defisit-bpjs-kesehatan</guid><pubDate>Jum'at 06 Desember 2019 13:52 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/06/320/2138716/jokowi-sudah-temukan-jurus-atasi-defisit-bpjs-kesehatan-cE8eA9Qk21.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi Sudah Temukan Jurus Atasi Defisit BPJS Kesehatan (Foto: Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/06/320/2138716/jokowi-sudah-temukan-jurus-atasi-defisit-bpjs-kesehatan-cE8eA9Qk21.jpg</image><title>Jokowi Sudah Temukan Jurus Atasi Defisit BPJS Kesehatan (Foto: Setkab)</title></images><description> 
JAKARTA - Terkait dengan keluhan sejumlah rumah sakit mengenai keterlambatan pembayaran yang dilakukan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui hal itu karena BPJS masih defisit.

&amp;ldquo;Itu yang mau kita atasi sudah empat tahun ini tapi belum ketemu jawabannya,&amp;rdquo; kata Presiden Jokowi menjawab wartawan usai meninjau ruang perawatan di RSUD Cilegon, Banten seperti dilansir setkab, Jakarta, Jumat (6/12/2019).
Baca Juga: Tagihan Operasi Jantung Rp10,5 Triliun, BPJS Kesehatan Akan Dievaluasi
Tapi sekarang, lanjut Presiden, Menteri Kesehatan sudah menyampaikan di Rapat Terbatas kemarin, tahun depan sudah ada ketemu jurusnya, sudah ketemu. &amp;ldquo;Ya, nanti tanyakan ke Menkes, sudah,&amp;rdquo; ujarnya.

Dari kunjungannya ke RSUD Cilegon itu, menurut Presiden, 70%-80% itu pasien PBI (Penerima Bantuan Iuran) yang gratis. Sisanya 20% itu memakai yang mandiri, bayar sendiri. &amp;ldquo;Saya kira kita kemarin di Lampung, di Subang, di sini angka-angkanya hampir sama,&amp;rdquo; ujarnya.
Baca Juga: 150 Juta Penduduk RI Disubsidi, Jokowi Warning BPJS Kesehatan
Soal pelayanan diakui Presiden kalau pelayanan setiap rumah sakit berbeda-beda. Ada yang rumah sakitnya sudah bagus, ada yang masih dalam proses pembenahan. Presiden Jokowi meminta agar rumah sakit-sakit yang menerima pasien peserta program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk memperbaiki pelayanannya, khususnya untuk perawatan di Kelas III.

&amp;ldquo;Meskipun di kelas tiga tetapi pembatas mesti ada, pembatas antarpasien, entah gorden, entah pakai sliding, sekat, mestinya ada,&amp;rdquo; tutur Presiden.

Mendampingi Presiden Jokowi dalam peninjauan ke RSUD Cilegon itu Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan Gubernur Banten Wahidin Halim.
&amp;nbsp;</description><content:encoded> 
JAKARTA - Terkait dengan keluhan sejumlah rumah sakit mengenai keterlambatan pembayaran yang dilakukan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui hal itu karena BPJS masih defisit.

&amp;ldquo;Itu yang mau kita atasi sudah empat tahun ini tapi belum ketemu jawabannya,&amp;rdquo; kata Presiden Jokowi menjawab wartawan usai meninjau ruang perawatan di RSUD Cilegon, Banten seperti dilansir setkab, Jakarta, Jumat (6/12/2019).
Baca Juga: Tagihan Operasi Jantung Rp10,5 Triliun, BPJS Kesehatan Akan Dievaluasi
Tapi sekarang, lanjut Presiden, Menteri Kesehatan sudah menyampaikan di Rapat Terbatas kemarin, tahun depan sudah ada ketemu jurusnya, sudah ketemu. &amp;ldquo;Ya, nanti tanyakan ke Menkes, sudah,&amp;rdquo; ujarnya.

Dari kunjungannya ke RSUD Cilegon itu, menurut Presiden, 70%-80% itu pasien PBI (Penerima Bantuan Iuran) yang gratis. Sisanya 20% itu memakai yang mandiri, bayar sendiri. &amp;ldquo;Saya kira kita kemarin di Lampung, di Subang, di sini angka-angkanya hampir sama,&amp;rdquo; ujarnya.
Baca Juga: 150 Juta Penduduk RI Disubsidi, Jokowi Warning BPJS Kesehatan
Soal pelayanan diakui Presiden kalau pelayanan setiap rumah sakit berbeda-beda. Ada yang rumah sakitnya sudah bagus, ada yang masih dalam proses pembenahan. Presiden Jokowi meminta agar rumah sakit-sakit yang menerima pasien peserta program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk memperbaiki pelayanannya, khususnya untuk perawatan di Kelas III.

&amp;ldquo;Meskipun di kelas tiga tetapi pembatas mesti ada, pembatas antarpasien, entah gorden, entah pakai sliding, sekat, mestinya ada,&amp;rdquo; tutur Presiden.

Mendampingi Presiden Jokowi dalam peninjauan ke RSUD Cilegon itu Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan Gubernur Banten Wahidin Halim.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
