<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Viral Video Ferarri Merah, Garuda Indonesia Pastikan Itu Legal</title><description>Garuda Indonesia membenarkan adanya pengiriman mobil mewah Ferrari melalui penerbangan maskapai tersebut</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/06/320/2138969/viral-video-ferarri-merah-garuda-indonesia-pastikan-itu-legal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/12/06/320/2138969/viral-video-ferarri-merah-garuda-indonesia-pastikan-itu-legal"/><item><title>Viral Video Ferarri Merah, Garuda Indonesia Pastikan Itu Legal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/06/320/2138969/viral-video-ferarri-merah-garuda-indonesia-pastikan-itu-legal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/12/06/320/2138969/viral-video-ferarri-merah-garuda-indonesia-pastikan-itu-legal</guid><pubDate>Jum'at 06 Desember 2019 20:57 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/06/320/2138969/viral-video-ferarri-merah-garuda-indonesia-pastikan-itu-legal-jzxEM45Rlw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pesawat Garuda Indonesia. (Foto: Okezone.com/Infokoms)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/06/320/2138969/viral-video-ferarri-merah-garuda-indonesia-pastikan-itu-legal-jzxEM45Rlw.jpg</image><title>Pesawat Garuda Indonesia. (Foto: Okezone.com/Infokoms)</title></images><description>JAKARTA - Garuda Indonesia membenarkan adanya pengiriman mobil mewah Ferrari melalui penerbangan maskapai tersebut. Hal ini menyusul viralnya video pesawat pelat merah yang mengangkut Ferrari berwarna merah.
Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia M Ikhsan Rosan menyebut, pengiriman mobil mewah tersebut dilakukan pada Agustus 2018 ke London, Inggris. Sehingga membantah isu mobil Ferrari itu merupakan barang selundupan ke dalam negeri seperti motor gede (moge) Harley Davidson dan sepeda Brompton.
Baca Juga: Istri Bos Garuda Juga Ikut di Pesawat yang Bawa Harley
&quot;Jadi memang sudah ada beberapa kali mobil di kirim ke luar negeri. Video mobil Ferarri itu pengiriman tahun lalu, sekitar Agustus, dengan rute penerbangan dari Jakarta ke London,&quot; ujar Ikhsan kepada Okezone, Jakarta, Sabtu (6/12/2019).

Kejadian berlokasi di luar negeri itu semakin diyakinkan dengan adanya mobil katering makanan dalam video yang bertuliskan Dnata. Itu menunjukkan perusahaan Dnata Group, penyedia layanan pengelolaan bandara yang berpusat di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Perusahaan ini juga aktif beroperasi di London.
Baca Juga: Erick Thohir Dikirimi Banyak Karangan Bunga, Pesannya: Terima Kasih Sudah Selamatkan Garuda
Ikhsan juga memastikan proses pengiriman mobil Ferrari tersebut sudah memenuhi prosedur dan legal. &quot;Pengirimannya kargo biasa, jadi ada orang kirim lewat kargo Garuda. Sudah sesuai ketentuan, enggak ada hubungan sebelumnya (kasus penyelundupan),&quot; ungkap dia.Menurut dia, merupakan hal yang biasa untuk Garuda Indonesia melayani  pengiriman barang berukuran besar ataupun mewah melalui kargo. Kata  dia, seperti pengiriman sepasang hewan Panda Cai Tao dan Hu Chung, dari  China ke Indonesia pada September 2017 lalu.
&quot;Jadi jangankan Ferrari, Panda juga kami pernah bawa,&quot; tutup dia.
Sebelumnya, Garuda Indonesia terkena kasus penyelundupan moge Harley  Davidson dan sepeda Brompton di dalam pesawat A3390-900 seri Neo milik  Garuda Indonesia yang diterbangkan dari Toulouse, Perancis. Kendaraan  Harley tersebut milik Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah  Askhara Danadiputra atau Ari Askhara, yang pada akhirnya dicopot  jabatannya oleh Kementerian BUMN.</description><content:encoded>JAKARTA - Garuda Indonesia membenarkan adanya pengiriman mobil mewah Ferrari melalui penerbangan maskapai tersebut. Hal ini menyusul viralnya video pesawat pelat merah yang mengangkut Ferrari berwarna merah.
Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia M Ikhsan Rosan menyebut, pengiriman mobil mewah tersebut dilakukan pada Agustus 2018 ke London, Inggris. Sehingga membantah isu mobil Ferrari itu merupakan barang selundupan ke dalam negeri seperti motor gede (moge) Harley Davidson dan sepeda Brompton.
Baca Juga: Istri Bos Garuda Juga Ikut di Pesawat yang Bawa Harley
&quot;Jadi memang sudah ada beberapa kali mobil di kirim ke luar negeri. Video mobil Ferarri itu pengiriman tahun lalu, sekitar Agustus, dengan rute penerbangan dari Jakarta ke London,&quot; ujar Ikhsan kepada Okezone, Jakarta, Sabtu (6/12/2019).

Kejadian berlokasi di luar negeri itu semakin diyakinkan dengan adanya mobil katering makanan dalam video yang bertuliskan Dnata. Itu menunjukkan perusahaan Dnata Group, penyedia layanan pengelolaan bandara yang berpusat di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Perusahaan ini juga aktif beroperasi di London.
Baca Juga: Erick Thohir Dikirimi Banyak Karangan Bunga, Pesannya: Terima Kasih Sudah Selamatkan Garuda
Ikhsan juga memastikan proses pengiriman mobil Ferrari tersebut sudah memenuhi prosedur dan legal. &quot;Pengirimannya kargo biasa, jadi ada orang kirim lewat kargo Garuda. Sudah sesuai ketentuan, enggak ada hubungan sebelumnya (kasus penyelundupan),&quot; ungkap dia.Menurut dia, merupakan hal yang biasa untuk Garuda Indonesia melayani  pengiriman barang berukuran besar ataupun mewah melalui kargo. Kata  dia, seperti pengiriman sepasang hewan Panda Cai Tao dan Hu Chung, dari  China ke Indonesia pada September 2017 lalu.
&quot;Jadi jangankan Ferrari, Panda juga kami pernah bawa,&quot; tutup dia.
Sebelumnya, Garuda Indonesia terkena kasus penyelundupan moge Harley  Davidson dan sepeda Brompton di dalam pesawat A3390-900 seri Neo milik  Garuda Indonesia yang diterbangkan dari Toulouse, Perancis. Kendaraan  Harley tersebut milik Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah  Askhara Danadiputra atau Ari Askhara, yang pada akhirnya dicopot  jabatannya oleh Kementerian BUMN.</content:encoded></item></channel></rss>
