<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Jokowi Bakal Resmikan Tol Balikpapan-Samarinda Sebelum Natal</title><description>Menyambut liburan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, Jalan Tol Balsam khususnya seksi 2,3, dan 4 sepanjang 66 km siap diresmikan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/07/320/2139073/jokowi-bakal-resmikan-tol-balikpapan-samarinda-sebelum-natal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/12/07/320/2139073/jokowi-bakal-resmikan-tol-balikpapan-samarinda-sebelum-natal"/><item><title>   Jokowi Bakal Resmikan Tol Balikpapan-Samarinda Sebelum Natal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/07/320/2139073/jokowi-bakal-resmikan-tol-balikpapan-samarinda-sebelum-natal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/12/07/320/2139073/jokowi-bakal-resmikan-tol-balikpapan-samarinda-sebelum-natal</guid><pubDate>Sabtu 07 Desember 2019 12:39 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/07/320/2139073/jokowi-bakal-resmikan-tol-balikpapan-samarinda-sebelum-natal-xjaOvI3Xqd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tol Balikpapan-Penajam (Foto: PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/07/320/2139073/jokowi-bakal-resmikan-tol-balikpapan-samarinda-sebelum-natal-xjaOvI3Xqd.jpg</image><title>Tol Balikpapan-Penajam (Foto: PUPR)</title></images><description>JAKARTA - Menyambut liburan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, Jalan Tol Balikpapan&amp;ndash;Samarinda (Balsam) khususnya seksi 2,3, dan 4 sepanjang 66 km siap diresmikan. Saat ini secara keseluruhan progres konstruksinya sudah mencapai 97%.

&amp;ldquo;Untuk waktu peresmian diperkirakan pada minggu ke-2, tinggal menunggu jadwal Bapak Presiden,&amp;rdquo; kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono seperti dilansir setkab, Jakarta, Sabtu (7/12/2019).
Baca Juga: Dukung Ibu Kota Baru, Jalan Tol Balsam Siap Diresmikan Sebelum Natal
Sebelumnya pada Rabu 4 Desember 2019 malam, Basuki juga sudah meninjau jalan tol itu dari Balikpapan hingga Samarinda.

Seksi 2,3 dan 4 Jalan Tol Balikpapan&amp;ndash;Samarinda itu, menurut Menteri PUPR, menjadi porsi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT). Sementara untuk seksi 1 dan 5 yang menjadi porsi pemerintah masih dalam proses penyelesaian, karena terdapat masalah teknis adanya pergerakan tanah sehingga dibutuhkan teknik konstruksi yang khusus.
Baca Juga: Tol Balikpapan-Samarinda Fungsional saat Libur Natal hingga Tahun Baru 2020
&amp;ldquo;Untuk seksi 5 saat ini sudah ada keputusan penanganannya, minggu ini akan dibahas desain akhirnya dengan second opinion dari tenaga ahli kami untuk bisa dikerjakan tindak lanjutnya. Setelah desain disepakati akan diserahkan ke BUJT, dan lanjut diserahkan ke PT Wijaya Karya selaku kontraktor untuk bisa dikerjakan penanganan pergerakan tanahnya. Mudah-mudahan bisa diselesaikan sebelum Lebaran 2020,&amp;rdquo; kata Basuki.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/12/06/59836/308018_medium.jpg&quot; alt=&quot;Jokowi Bicara Pemberhentian Dirut Garuda Indonesia&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Sedangkan untuk seksi 1 yang mendapat dukungan APBD, menurut Menteri  PUPR Basuki Hadimuljono, saat ini desain penanganannya sudah diserahkan  dari konsultan dan tinggal menunggu serah terima pekerjaan lapangan dari  Pemerintah Daerah (Pemda) ke BUJT dan kontraktor.

&amp;ldquo;Sehingga secara keseluruhan Jalan Tol Balsam ditargetkan akan beroperasi penuh sebelum Lebaran 2020,&amp;rdquo; kata Menteri Basuki.

Jalan tol yang memiliki nilai investasi sebesar Rp9,9 triliun ini  diharapkan akan mendukung konektivitas untuk pembangunan Ibu Kota Negara  yakni melintasi Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, yang menjadi  salah satu Kabupaten selain Kabupaten Penajam Paser Utara sebagai  kawasan calon IKN di Kaltim yang telah ditetapkan Presiden Joko Widodo  (Jokowi).

Direncanakan dengan adanya jalan tol dapat memangkas biaya logistik  barang dan jasa dan waktu tempuh antara Balikpapan-Samarinda dari  sekitar 3 jam, menjadi 1 jam.

Jalan Tol Balikpapan&amp;ndash;Samarinda juga menjadi akses penghubung Bandara  Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sepinggan. Akses menuju  bandara ini dapat ditempuh dalam waktu 15-20 menit dengan melewati Seksi  V ruas Balikpapan &amp;ndash; Sepinggan yang hanya berjarak sekitar 8 km dari  bandara tersebut.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/12/06/59836/308016_medium.jpg&quot; alt=&quot;Jokowi Bicara Pemberhentian Dirut Garuda Indonesia&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Jalan Tol Balikpapan-Samarinda dibangun sejak November 2016 terdiri   dari 5 seksi, yaitu Seksi I ruas Balikpapan &amp;ndash; Samboja (22,03 Km), Seksi   II ruas Samboja &amp;ndash; Muara Jawa (30,98 Km), Seksi III Muara Jawa &amp;ndash; Palaran   (17,50 Km), Seksi IV Palaran &amp;ndash; Samarinda (17,95 Km), dan Seksi V ruas   Balikpapan &amp;ndash; Sepinggan (11,09 Km).

Dari lima seksi, Kementerian PUPR dan Pemerintah Provinsi Kalimantan   Timur (Kaltim) memberikan dukungan pembangunan konstruksi di Seksi I  dan  Seksi V yang bertujuan meningkatkan kelayakan finansial ruas tol   tersebut.

Pembangunan Seksi 1 menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja   Daerah (APBD) Provinsi Kaltim sebesar Rp 1,5 triliun dan APBN sebesar  Rp  271 miliar, dimana Rp 79,88 miliar diantaranya dialokasikan untuk   pembangunan Jembatan Manggar sepanjang 613 meter.

Sedangkan untuk Seksi V didanai oleh APBN yang berasal dari pinjaman   dari Pemerintah China sebesar Rp 848,55 miliar atau sekitar 8,5% dari   total investasi. Untuk Seksi II-III dan IV, pembangunannya menggunakan   dana Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yakni PT. Jasa Marga   Balikpapan-Samarinda.

Selain Jalan Tol Balikpapan &amp;ndash; Samarinda, Menteri PUPR mengatakan juga   telah merencanakan pembangunan Jalan Tol Balikpapan menuju kawasan Ibu   Kota Negara (IKN). Rencananya pembangunan jalan tol tersebut akan   melalui opsi penugasan kepada PT Jasa Marga Samarinda&amp;mdash;Balikpapan yang   saat ini menangani pembangunan Jalan Tol Balsam untuk mempercepat proses   konstruksi.

Saat ini menurut Basuki rencana jalan tol tersebut sedang dalam tahap   penentuan trase. Selanjutnya proyek tersebut juga akan diprioritaskan   masuk ke dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) agar pembebasan   lahan bisa dipercepat. Ruas tol Balikpapan&amp;mdash;IKN ini dirancang panjangnya   sekitar 60 km.

Adapun untuk nilai investasinya, menurut Basuki, harus disesuaikan   dengan desain perencanaannya. Apabila, tidak membutuhkan konstruksi   melayang atau (elevated) maka investasinya diperkirakan mencapai Rp120   miliar-Rp150 miliar per km
</description><content:encoded>JAKARTA - Menyambut liburan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, Jalan Tol Balikpapan&amp;ndash;Samarinda (Balsam) khususnya seksi 2,3, dan 4 sepanjang 66 km siap diresmikan. Saat ini secara keseluruhan progres konstruksinya sudah mencapai 97%.

&amp;ldquo;Untuk waktu peresmian diperkirakan pada minggu ke-2, tinggal menunggu jadwal Bapak Presiden,&amp;rdquo; kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono seperti dilansir setkab, Jakarta, Sabtu (7/12/2019).
Baca Juga: Dukung Ibu Kota Baru, Jalan Tol Balsam Siap Diresmikan Sebelum Natal
Sebelumnya pada Rabu 4 Desember 2019 malam, Basuki juga sudah meninjau jalan tol itu dari Balikpapan hingga Samarinda.

Seksi 2,3 dan 4 Jalan Tol Balikpapan&amp;ndash;Samarinda itu, menurut Menteri PUPR, menjadi porsi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT). Sementara untuk seksi 1 dan 5 yang menjadi porsi pemerintah masih dalam proses penyelesaian, karena terdapat masalah teknis adanya pergerakan tanah sehingga dibutuhkan teknik konstruksi yang khusus.
Baca Juga: Tol Balikpapan-Samarinda Fungsional saat Libur Natal hingga Tahun Baru 2020
&amp;ldquo;Untuk seksi 5 saat ini sudah ada keputusan penanganannya, minggu ini akan dibahas desain akhirnya dengan second opinion dari tenaga ahli kami untuk bisa dikerjakan tindak lanjutnya. Setelah desain disepakati akan diserahkan ke BUJT, dan lanjut diserahkan ke PT Wijaya Karya selaku kontraktor untuk bisa dikerjakan penanganan pergerakan tanahnya. Mudah-mudahan bisa diselesaikan sebelum Lebaran 2020,&amp;rdquo; kata Basuki.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/12/06/59836/308018_medium.jpg&quot; alt=&quot;Jokowi Bicara Pemberhentian Dirut Garuda Indonesia&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Sedangkan untuk seksi 1 yang mendapat dukungan APBD, menurut Menteri  PUPR Basuki Hadimuljono, saat ini desain penanganannya sudah diserahkan  dari konsultan dan tinggal menunggu serah terima pekerjaan lapangan dari  Pemerintah Daerah (Pemda) ke BUJT dan kontraktor.

&amp;ldquo;Sehingga secara keseluruhan Jalan Tol Balsam ditargetkan akan beroperasi penuh sebelum Lebaran 2020,&amp;rdquo; kata Menteri Basuki.

Jalan tol yang memiliki nilai investasi sebesar Rp9,9 triliun ini  diharapkan akan mendukung konektivitas untuk pembangunan Ibu Kota Negara  yakni melintasi Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, yang menjadi  salah satu Kabupaten selain Kabupaten Penajam Paser Utara sebagai  kawasan calon IKN di Kaltim yang telah ditetapkan Presiden Joko Widodo  (Jokowi).

Direncanakan dengan adanya jalan tol dapat memangkas biaya logistik  barang dan jasa dan waktu tempuh antara Balikpapan-Samarinda dari  sekitar 3 jam, menjadi 1 jam.

Jalan Tol Balikpapan&amp;ndash;Samarinda juga menjadi akses penghubung Bandara  Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sepinggan. Akses menuju  bandara ini dapat ditempuh dalam waktu 15-20 menit dengan melewati Seksi  V ruas Balikpapan &amp;ndash; Sepinggan yang hanya berjarak sekitar 8 km dari  bandara tersebut.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/12/06/59836/308016_medium.jpg&quot; alt=&quot;Jokowi Bicara Pemberhentian Dirut Garuda Indonesia&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Jalan Tol Balikpapan-Samarinda dibangun sejak November 2016 terdiri   dari 5 seksi, yaitu Seksi I ruas Balikpapan &amp;ndash; Samboja (22,03 Km), Seksi   II ruas Samboja &amp;ndash; Muara Jawa (30,98 Km), Seksi III Muara Jawa &amp;ndash; Palaran   (17,50 Km), Seksi IV Palaran &amp;ndash; Samarinda (17,95 Km), dan Seksi V ruas   Balikpapan &amp;ndash; Sepinggan (11,09 Km).

Dari lima seksi, Kementerian PUPR dan Pemerintah Provinsi Kalimantan   Timur (Kaltim) memberikan dukungan pembangunan konstruksi di Seksi I  dan  Seksi V yang bertujuan meningkatkan kelayakan finansial ruas tol   tersebut.

Pembangunan Seksi 1 menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja   Daerah (APBD) Provinsi Kaltim sebesar Rp 1,5 triliun dan APBN sebesar  Rp  271 miliar, dimana Rp 79,88 miliar diantaranya dialokasikan untuk   pembangunan Jembatan Manggar sepanjang 613 meter.

Sedangkan untuk Seksi V didanai oleh APBN yang berasal dari pinjaman   dari Pemerintah China sebesar Rp 848,55 miliar atau sekitar 8,5% dari   total investasi. Untuk Seksi II-III dan IV, pembangunannya menggunakan   dana Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yakni PT. Jasa Marga   Balikpapan-Samarinda.

Selain Jalan Tol Balikpapan &amp;ndash; Samarinda, Menteri PUPR mengatakan juga   telah merencanakan pembangunan Jalan Tol Balikpapan menuju kawasan Ibu   Kota Negara (IKN). Rencananya pembangunan jalan tol tersebut akan   melalui opsi penugasan kepada PT Jasa Marga Samarinda&amp;mdash;Balikpapan yang   saat ini menangani pembangunan Jalan Tol Balsam untuk mempercepat proses   konstruksi.

Saat ini menurut Basuki rencana jalan tol tersebut sedang dalam tahap   penentuan trase. Selanjutnya proyek tersebut juga akan diprioritaskan   masuk ke dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) agar pembebasan   lahan bisa dipercepat. Ruas tol Balikpapan&amp;mdash;IKN ini dirancang panjangnya   sekitar 60 km.

Adapun untuk nilai investasinya, menurut Basuki, harus disesuaikan   dengan desain perencanaannya. Apabila, tidak membutuhkan konstruksi   melayang atau (elevated) maka investasinya diperkirakan mencapai Rp120   miliar-Rp150 miliar per km
</content:encoded></item></channel></rss>
