<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Butuh Investasi Rp516,6 Triliun Kembangkan Energi Terbarukan</title><description>Tekad kuat Pemerintah menekan energi berbasis fosil dari tahun ke tahun mendorong masifnya peningkatan pembangkit listrik EBT.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/07/320/2139182/butuh-investasi-rp516-6-triliun-kembangkan-energi-terbarukan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/12/07/320/2139182/butuh-investasi-rp516-6-triliun-kembangkan-energi-terbarukan"/><item><title>Butuh Investasi Rp516,6 Triliun Kembangkan Energi Terbarukan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/07/320/2139182/butuh-investasi-rp516-6-triliun-kembangkan-energi-terbarukan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/12/07/320/2139182/butuh-investasi-rp516-6-triliun-kembangkan-energi-terbarukan</guid><pubDate>Sabtu 07 Desember 2019 20:44 WIB</pubDate><dc:creator>Irene</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/07/320/2139182/butuh-investasi-rp516-6-triliun-kembangkan-energi-terbarukan-8nnbs1arRJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Investasi EBT (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/07/320/2139182/butuh-investasi-rp516-6-triliun-kembangkan-energi-terbarukan-8nnbs1arRJ.jpg</image><title>Investasi EBT (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Tekad kuat Pemerintah menekan energi berbasis fosil dari tahun ke tahun mendorong masifnya peningkatan pembangkit listrik Energi Baru Terbarukan (EBT) yang ditargetkan baurannya akan mencapai 23% pada 2025.
Baca Juga: Gandeng Jerman, RI Kembangkan Listrik dari Energi Terbarukan di 1.000 Pulau
Kementerian ESDM pun memproyeksikan hingga lima tahun mendatang biaya investasi peningkatan pembangkit EBT mencapai USD36,95 miliar atau setara Rp516,6 triliun (kurs Rp14.000 per USD). Hal ini ditegaskan Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Sutijastoto.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi menyatakan, besaran biaya investasi tersebut dimaksudkan sebagai strategi memperluas pangsa pasar energi.
Baca Juga: Total Kapasitas EBT yang Dibangun PLN Capai 7.435 Mw hingga Oktober
&quot;Nilai investasi tersebut bisa membantu meningkatkan pangsa pasar energi di tahun 2025,&quot; kata Agung seperti dilansir situs resmi Kementerian ESDM, Jakarta, Sabtu (7/12/2019).
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/08/20/58466/299027_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pemanfaatan PLTS Atap di Ibu Kota&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Lebih lanjut, Agung merinci nilai investasi tersebut terdiri dari PLT  Panas Bumi sebesar USD17,45 miliar, PLT Air atau Mikrohidro senilai  USD14,58 miliar, PLT Surya dan PLT Bayu senilai USD1,69 miliar, PLT  Sampah senilai USD1,6 miliar, PLT Bioenergi senilai USD1,37 miliar dan  PLT Hybird sebesar USD0,26 miliar.

Jumlah rincian investasi PLT EBT tersebut, imbuh Agung, disesuaikan  berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2019 - 2025.  &quot;(RUPTL) ini mengacu pada asumsi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,5% per  tahun sampai 2020 dan 6,5% pada 2025,&quot; jelas Agung.

Menurut Agung, angka investasi ini secara tidak langsung memberi  dampak pada peningkatan kapasitas bauran pembangkit EBT di Indonesia  menjadi 24.074 megawatt (mw) di tahun 2025 dari 10.335 mw di tahun 2019.

Kalau digambarkan perkembangannya selama lima tahun ke depan,  kapasitas terpasang pembangkit EBT sebesar 11.256 mw pada 2020, 12.887  pada 2021, 14.064 mw pada 2022 dan 2023 menjadi 15.184 mw dan 17.421 mw  pada 2024.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/08/20/58466/299031_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pemanfaatan PLTS Atap di Ibu Kota&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - Tekad kuat Pemerintah menekan energi berbasis fosil dari tahun ke tahun mendorong masifnya peningkatan pembangkit listrik Energi Baru Terbarukan (EBT) yang ditargetkan baurannya akan mencapai 23% pada 2025.
Baca Juga: Gandeng Jerman, RI Kembangkan Listrik dari Energi Terbarukan di 1.000 Pulau
Kementerian ESDM pun memproyeksikan hingga lima tahun mendatang biaya investasi peningkatan pembangkit EBT mencapai USD36,95 miliar atau setara Rp516,6 triliun (kurs Rp14.000 per USD). Hal ini ditegaskan Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Sutijastoto.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi menyatakan, besaran biaya investasi tersebut dimaksudkan sebagai strategi memperluas pangsa pasar energi.
Baca Juga: Total Kapasitas EBT yang Dibangun PLN Capai 7.435 Mw hingga Oktober
&quot;Nilai investasi tersebut bisa membantu meningkatkan pangsa pasar energi di tahun 2025,&quot; kata Agung seperti dilansir situs resmi Kementerian ESDM, Jakarta, Sabtu (7/12/2019).
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/08/20/58466/299027_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pemanfaatan PLTS Atap di Ibu Kota&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Lebih lanjut, Agung merinci nilai investasi tersebut terdiri dari PLT  Panas Bumi sebesar USD17,45 miliar, PLT Air atau Mikrohidro senilai  USD14,58 miliar, PLT Surya dan PLT Bayu senilai USD1,69 miliar, PLT  Sampah senilai USD1,6 miliar, PLT Bioenergi senilai USD1,37 miliar dan  PLT Hybird sebesar USD0,26 miliar.

Jumlah rincian investasi PLT EBT tersebut, imbuh Agung, disesuaikan  berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2019 - 2025.  &quot;(RUPTL) ini mengacu pada asumsi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,5% per  tahun sampai 2020 dan 6,5% pada 2025,&quot; jelas Agung.

Menurut Agung, angka investasi ini secara tidak langsung memberi  dampak pada peningkatan kapasitas bauran pembangkit EBT di Indonesia  menjadi 24.074 megawatt (mw) di tahun 2025 dari 10.335 mw di tahun 2019.

Kalau digambarkan perkembangannya selama lima tahun ke depan,  kapasitas terpasang pembangkit EBT sebesar 11.256 mw pada 2020, 12.887  pada 2021, 14.064 mw pada 2022 dan 2023 menjadi 15.184 mw dan 17.421 mw  pada 2024.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/08/20/58466/299031_medium.jpg&quot; alt=&quot;Pemanfaatan PLTS Atap di Ibu Kota&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
