<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Sesuai Visi Jokowi, 326 Perusahaan Manufaktur Siap Terapkan Industri 4.0</title><description>Kementerian Perindustrian telah membuat INDI 4.0 yang menjadi indeks acuan untuk mengukur tingkat kesiapan industri manufaktur.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/09/320/2139918/sesuai-visi-jokowi-326-perusahaan-manufaktur-siap-terapkan-industri-4-0</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/12/09/320/2139918/sesuai-visi-jokowi-326-perusahaan-manufaktur-siap-terapkan-industri-4-0"/><item><title>   Sesuai Visi Jokowi, 326 Perusahaan Manufaktur Siap Terapkan Industri 4.0</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/09/320/2139918/sesuai-visi-jokowi-326-perusahaan-manufaktur-siap-terapkan-industri-4-0</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/12/09/320/2139918/sesuai-visi-jokowi-326-perusahaan-manufaktur-siap-terapkan-industri-4-0</guid><pubDate>Senin 09 Desember 2019 20:34 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/09/320/2139918/sesuai-visi-jokowi-326-perusahaan-manufaktur-siap-terapkan-industri-4-0-Qi0sFsGI8W.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Industri 4.0 (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/09/320/2139918/sesuai-visi-jokowi-326-perusahaan-manufaktur-siap-terapkan-industri-4-0-Qi0sFsGI8W.jpg</image><title>Industri 4.0 (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian telah membuat INDI 4.0 yang menjadi indeks acuan untuk mengukur tingkat kesiapan industri manufaktur menuju revolusi industri 4.0. Hasil sementara dari INDI 4.0, sebanyak 326 perusahaan manufaktur telah melakukan assessment dan bersiap untuk bertransformasi menuju revolusi industri 4.0.

&amp;ldquo;Hal ini menunjukkan manufaktur mulai sadar dengan revolusi industri 4.0 sesuai dengan visi Presiden Jokowi yang dicanangkan pada April 2019 saat peluncuran making Indonesia 4.0. Kondisi ini juga mendorong adopsi yang lebih cepat untuk cloud computing, artificial intelligence, machine learning, dan IoT,&amp;rdquo; kata Chairman Aptiknas DKI Jakarta Franky Christian dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (9/12/2019).
Baca Juga: Kecerdasan Buatan Marak di Dunia Usaha, Ini Plus Minusnya
Saat ini, manufaktur Indonesia mulai gencar mengadopsi teknologi digital terbaru dalam revolusi industri 4.0 terutama aritificial intelligence, machine learning, dan internet of things (IoT) yang semua berbasis cloud.

Teknologi digital terbaru itu digunakan untuk menopang inovasi manufaktur sehingga meningkatkan efisiensi sekaligus menggenjot produktivitas, serta mampu mengatur skalabilitas produksi untuk mencapai fleksibilitas dan kegesitan operasional.
Baca Juga: Revolusi Industri 4.0, Lompatan Besar Sektor Manufaktur
Berdasarkan riset perusahaan teknologi informasi, Gartner IoT  Forecast Tools 2018, akan ada 153 ribu benda yang akan terkoneksi dengan  IoT di Indonesia hingga 2020. Pertumbuhan IoT di Indonesia mencapai  rata-rata majemuk (compounded annual growth rate/CAGR) sebesar 19%  sampai akhir 2022.

Chaiman Asosiasi Big Data &amp;amp; AI Indonesia Rudi Rusdiah menilai  penggunaan artificial intelligence, machine learning, dan IoT yang marak  di sektor manufaktur di Indonesia tidak lepas dari berbagai tantangan  ke depan. Salah satu tantangan itu adalah sumber daya manusia (SDM) yang  membutuhkan keahlian tertentu.

&amp;ldquo;Adopsi teknologi digital terbaru seperti artificial intelligence,  machine learning, dan IoT makin tumbuh pesat di sektor manufaktur di  Indonesia. Hal ini merupakan kelanjutan dari sistem otomasi di sektor  manufaktur yang telah berkembang dari 10 tahun lalu, kemudian beralih ke  arah efisiensi dan kegesitan dalam operasi,&amp;rdquo; ujarnya.

Sektor manufaktur membutuhkan solusi teknologi digital untuk  mengefisienkan operasional produksi sehingga lebih terukur dan sesuai  permintaan pasar.
&amp;nbsp;Sementara itu, VP Product Management Cloud &amp;amp; UC Telkomtelstra   Arief Rakhmatsyah menjelaskan dalam revolusi industri 4.0 sektor   manufaktur telah menggunakan IoT dan memanfaatkan banyak sensor di   seluruh lini produksi. Kehadiran sensor yang terhubung dengan IoT   memungkinkan perusahaan manufaktur untuk mencapai efisiensi operasional,   skalabilitas produksi, kegesitan, sekaligus meningkatkan produktivitas   di saat peak season.

&amp;ldquo;Dengan banyaknya inovasi-inovasi dan dibutuhkan agility ketika harus   men-develop banyak hal, itu lebih mudah kita melakukannya di cloud   daripada perusahaan harus berinvestasi di datacenter yang besar, itu   jatuhnya mahal,&amp;rdquo; papar Arief.

Arief menambahkan sektor manufaktur seperti industri pesawat terbang,   automotif, dan lainnya telah menggunakan solusi terdepan ini.   &amp;ldquo;Implementasi sudah diaplikasi ke industri manufaktur pesawat, banyak   sensor dipasang di setiap pesawat sehingga dapat mendeteksi risiko   kerusakan dan perawatan. Demikian juga di automotif, mobil seri mahal   itu penuh sensor, ban kempis sedikit sudah ketahuan. Mobil yang   dipasangi berbagai sensor itu, datanya kemudian dikumpulkan di edge   computing untuk dianalisis dengan machine learning,&amp;rdquo; katanya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian telah membuat INDI 4.0 yang menjadi indeks acuan untuk mengukur tingkat kesiapan industri manufaktur menuju revolusi industri 4.0. Hasil sementara dari INDI 4.0, sebanyak 326 perusahaan manufaktur telah melakukan assessment dan bersiap untuk bertransformasi menuju revolusi industri 4.0.

&amp;ldquo;Hal ini menunjukkan manufaktur mulai sadar dengan revolusi industri 4.0 sesuai dengan visi Presiden Jokowi yang dicanangkan pada April 2019 saat peluncuran making Indonesia 4.0. Kondisi ini juga mendorong adopsi yang lebih cepat untuk cloud computing, artificial intelligence, machine learning, dan IoT,&amp;rdquo; kata Chairman Aptiknas DKI Jakarta Franky Christian dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (9/12/2019).
Baca Juga: Kecerdasan Buatan Marak di Dunia Usaha, Ini Plus Minusnya
Saat ini, manufaktur Indonesia mulai gencar mengadopsi teknologi digital terbaru dalam revolusi industri 4.0 terutama aritificial intelligence, machine learning, dan internet of things (IoT) yang semua berbasis cloud.

Teknologi digital terbaru itu digunakan untuk menopang inovasi manufaktur sehingga meningkatkan efisiensi sekaligus menggenjot produktivitas, serta mampu mengatur skalabilitas produksi untuk mencapai fleksibilitas dan kegesitan operasional.
Baca Juga: Revolusi Industri 4.0, Lompatan Besar Sektor Manufaktur
Berdasarkan riset perusahaan teknologi informasi, Gartner IoT  Forecast Tools 2018, akan ada 153 ribu benda yang akan terkoneksi dengan  IoT di Indonesia hingga 2020. Pertumbuhan IoT di Indonesia mencapai  rata-rata majemuk (compounded annual growth rate/CAGR) sebesar 19%  sampai akhir 2022.

Chaiman Asosiasi Big Data &amp;amp; AI Indonesia Rudi Rusdiah menilai  penggunaan artificial intelligence, machine learning, dan IoT yang marak  di sektor manufaktur di Indonesia tidak lepas dari berbagai tantangan  ke depan. Salah satu tantangan itu adalah sumber daya manusia (SDM) yang  membutuhkan keahlian tertentu.

&amp;ldquo;Adopsi teknologi digital terbaru seperti artificial intelligence,  machine learning, dan IoT makin tumbuh pesat di sektor manufaktur di  Indonesia. Hal ini merupakan kelanjutan dari sistem otomasi di sektor  manufaktur yang telah berkembang dari 10 tahun lalu, kemudian beralih ke  arah efisiensi dan kegesitan dalam operasi,&amp;rdquo; ujarnya.

Sektor manufaktur membutuhkan solusi teknologi digital untuk  mengefisienkan operasional produksi sehingga lebih terukur dan sesuai  permintaan pasar.
&amp;nbsp;Sementara itu, VP Product Management Cloud &amp;amp; UC Telkomtelstra   Arief Rakhmatsyah menjelaskan dalam revolusi industri 4.0 sektor   manufaktur telah menggunakan IoT dan memanfaatkan banyak sensor di   seluruh lini produksi. Kehadiran sensor yang terhubung dengan IoT   memungkinkan perusahaan manufaktur untuk mencapai efisiensi operasional,   skalabilitas produksi, kegesitan, sekaligus meningkatkan produktivitas   di saat peak season.

&amp;ldquo;Dengan banyaknya inovasi-inovasi dan dibutuhkan agility ketika harus   men-develop banyak hal, itu lebih mudah kita melakukannya di cloud   daripada perusahaan harus berinvestasi di datacenter yang besar, itu   jatuhnya mahal,&amp;rdquo; papar Arief.

Arief menambahkan sektor manufaktur seperti industri pesawat terbang,   automotif, dan lainnya telah menggunakan solusi terdepan ini.   &amp;ldquo;Implementasi sudah diaplikasi ke industri manufaktur pesawat, banyak   sensor dipasang di setiap pesawat sehingga dapat mendeteksi risiko   kerusakan dan perawatan. Demikian juga di automotif, mobil seri mahal   itu penuh sensor, ban kempis sedikit sudah ketahuan. Mobil yang   dipasangi berbagai sensor itu, datanya kemudian dikumpulkan di edge   computing untuk dianalisis dengan machine learning,&amp;rdquo; katanya.
</content:encoded></item></channel></rss>
