<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Desas-desus BUMN Ganjal Swasta Jual Avtur, Menko Luhut: Tak Betul</title><description>Harga avtur digadang-gadang menjadi batu sandungan tingginya harga tiket pesawat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/10/320/2140138/desas-desus-bumn-ganjal-swasta-jual-avtur-menko-luhut-tak-betul</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/12/10/320/2140138/desas-desus-bumn-ganjal-swasta-jual-avtur-menko-luhut-tak-betul"/><item><title>Desas-desus BUMN Ganjal Swasta Jual Avtur, Menko Luhut: Tak Betul</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/10/320/2140138/desas-desus-bumn-ganjal-swasta-jual-avtur-menko-luhut-tak-betul</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/12/10/320/2140138/desas-desus-bumn-ganjal-swasta-jual-avtur-menko-luhut-tak-betul</guid><pubDate>Selasa 10 Desember 2019 12:56 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/10/320/2140138/desas-desus-bumn-ganjal-swasta-jual-avtur-menko-luhut-tak-betul-NHGXLFxQyM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Perekonomian Luhut Binsar Pandjaitan (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/10/320/2140138/desas-desus-bumn-ganjal-swasta-jual-avtur-menko-luhut-tak-betul-NHGXLFxQyM.jpg</image><title>Menko Perekonomian Luhut Binsar Pandjaitan (Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Harga avtur digadang-gadang menjadi batu sandungan tingginya harga tiket pesawat. Keberadaan swasta pun diharapkan bisa membuat harga avtur menjadi kompetitif. Pasalnya, selama ini avtur dikelola oleh BUMN. Namun ada desas-desus bahwa keterlibatan swasta sengaja diganjal oleh perusahaan pelat merah. Benarkah?

Ditanya soal kabar burung tersebut, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyatakan, tidak ada upaya untuk menghambat masuknya perusahaan swasta dalam matarantai penjualan avtur di dalam negeri. Hal ini sekaligus membantah keluhan pelaku usaha terkait lambatnya kedatangan pemain baru pada bisnis bahan bakar pesawat tersebut.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ada BUMN yang Ganjal Swasta Jual Avtur?
&quot;Tidak betul,&quot; tegasnya di Kantor Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Selasa (10/12/2019).
&amp;nbsp;
Saat ini atur hanya didistribusikan oleh PT Pertamina (Persero). Sejak isu perusahaan swasta bisa masuk menjadi penyalur avtur pada awal tahun 2018 lalu, ada dua perusahaan yang bersedia yakni PT AKR Corporindo Tbk dan British Petroleum, namun hingga kini belum terealisasikan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Swasta Saingi Pertamina Jual Avtur, Ini Catatan Erick Thohir
Menurut Luhut, pemerintah tengah mengevaluasi distribusi penjualan avtur oleh pihak swasta. Lantaran, diminta untuk memperluas wilayah distribusinya, termasuk menjual avtur hingga ke wilayah Indonesia Timur.

&quot;Seperti sekarang AKR baru tiga tempat enggak fair dong. Jadi kami mau evaluasi, mesti bisa sampai ke Indonesia Timur,&quot; ungkapnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Batal Bahas Harga Avtur, Luhut Gelar Pertemuan dengan Petinggi Golkar 
Pemain baru dalam bisnis penjualan avtur memang bertujuan menghilangkan potensi monopoli harga oleh Pertamina yang menjadi pemain tunggal. Perusahaan energi pelat merah itu disebut-sebut membuat harga avtur dalam negeri tidak kompetitif.Sebelumnya, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI)  Hariyadi Sukamdani menyebut, ada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang  mengganjal perusahaan swasta untuk bisa menjual avtur di Indonesia.

Dia menjelaskan, monopoli penjualan membuat harga avtur tidak  kompetitif yang berimbas pada tingginya biaya operasional maskapai  penerbangan di Indonesia, dan ujung-ujungnya membuat tarif tiket pesawat  menjadi mahal.

Tarif penerbangan yang mahal itu sangat berimbas pada sektor  pariwisata dalam negeri, lantaran masyarakat memilih untuk mengurangi  perjalanan.

&quot;Jadi memang selama ini yang saya lihat ada yang mengganjal, pihak  BUMN-nya ini yang mengganjal semuanya,&quot; kata dia ditemui di Kantor  Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Harga avtur digadang-gadang menjadi batu sandungan tingginya harga tiket pesawat. Keberadaan swasta pun diharapkan bisa membuat harga avtur menjadi kompetitif. Pasalnya, selama ini avtur dikelola oleh BUMN. Namun ada desas-desus bahwa keterlibatan swasta sengaja diganjal oleh perusahaan pelat merah. Benarkah?

Ditanya soal kabar burung tersebut, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyatakan, tidak ada upaya untuk menghambat masuknya perusahaan swasta dalam matarantai penjualan avtur di dalam negeri. Hal ini sekaligus membantah keluhan pelaku usaha terkait lambatnya kedatangan pemain baru pada bisnis bahan bakar pesawat tersebut.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ada BUMN yang Ganjal Swasta Jual Avtur?
&quot;Tidak betul,&quot; tegasnya di Kantor Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Selasa (10/12/2019).
&amp;nbsp;
Saat ini atur hanya didistribusikan oleh PT Pertamina (Persero). Sejak isu perusahaan swasta bisa masuk menjadi penyalur avtur pada awal tahun 2018 lalu, ada dua perusahaan yang bersedia yakni PT AKR Corporindo Tbk dan British Petroleum, namun hingga kini belum terealisasikan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Swasta Saingi Pertamina Jual Avtur, Ini Catatan Erick Thohir
Menurut Luhut, pemerintah tengah mengevaluasi distribusi penjualan avtur oleh pihak swasta. Lantaran, diminta untuk memperluas wilayah distribusinya, termasuk menjual avtur hingga ke wilayah Indonesia Timur.

&quot;Seperti sekarang AKR baru tiga tempat enggak fair dong. Jadi kami mau evaluasi, mesti bisa sampai ke Indonesia Timur,&quot; ungkapnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Batal Bahas Harga Avtur, Luhut Gelar Pertemuan dengan Petinggi Golkar 
Pemain baru dalam bisnis penjualan avtur memang bertujuan menghilangkan potensi monopoli harga oleh Pertamina yang menjadi pemain tunggal. Perusahaan energi pelat merah itu disebut-sebut membuat harga avtur dalam negeri tidak kompetitif.Sebelumnya, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI)  Hariyadi Sukamdani menyebut, ada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang  mengganjal perusahaan swasta untuk bisa menjual avtur di Indonesia.

Dia menjelaskan, monopoli penjualan membuat harga avtur tidak  kompetitif yang berimbas pada tingginya biaya operasional maskapai  penerbangan di Indonesia, dan ujung-ujungnya membuat tarif tiket pesawat  menjadi mahal.

Tarif penerbangan yang mahal itu sangat berimbas pada sektor  pariwisata dalam negeri, lantaran masyarakat memilih untuk mengurangi  perjalanan.

&quot;Jadi memang selama ini yang saya lihat ada yang mengganjal, pihak  BUMN-nya ini yang mengganjal semuanya,&quot; kata dia ditemui di Kantor  Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta.
</content:encoded></item></channel></rss>
