<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ahok Jadi Komut, Luhut: Sumber Kekacauan Paling Banyak Ada di Pertamina</title><description>Luhut Binsar Panjaitan menyatakan, penunjukkan Ahok menjadi Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) merupakan hal yang tepat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/10/320/2140181/ahok-jadi-komut-luhut-sumber-kekacauan-paling-banyak-ada-di-pertamina</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/12/10/320/2140181/ahok-jadi-komut-luhut-sumber-kekacauan-paling-banyak-ada-di-pertamina"/><item><title>Ahok Jadi Komut, Luhut: Sumber Kekacauan Paling Banyak Ada di Pertamina</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/10/320/2140181/ahok-jadi-komut-luhut-sumber-kekacauan-paling-banyak-ada-di-pertamina</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/12/10/320/2140181/ahok-jadi-komut-luhut-sumber-kekacauan-paling-banyak-ada-di-pertamina</guid><pubDate>Selasa 10 Desember 2019 14:06 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/10/320/2140181/ahok-jadi-komut-luhut-sumber-kekacauan-paling-banyak-ada-di-pertamina-V8eXvlsyEP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Luhut soal Ahok (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/10/320/2140181/ahok-jadi-komut-luhut-sumber-kekacauan-paling-banyak-ada-di-pertamina-V8eXvlsyEP.jpg</image><title>Menko Luhut soal Ahok (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyatakan, penunjukkan Basuki Tjahja Purnama alias Ahok menjadi Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) merupakan hal yang tepat. Menurutnya, Ahok memiliki kapabilitas mengisi jabatan tersebut.

&quot;Pak Ahok itu akan sangat bagus mengawasi Pertamina. Kenapa? Karena sumber kekacauan paling banyak ada di sana, jadi biar saja dia di situ,&quot; ungkap Luhut dalam acara diskusi dengan media di kantornya, Jakarta, Selasa (10/12/2019).
Baca Juga: Presiden Wanti-Wanti Ahok untuk Pangkas Impor hingga Berantas Mafia Migas
Luhut menyakini, dengan masuknya peran Ahok dalam perusahaan energi berplat merah tersebut dapat menyelesaikan persoalan yang ada. Meski, Luhut sendiri tak membeberkan secara detail persoalan apa yang sebenarnya ada di Pertamina.

&quot;Saya bilang Pak Ahok 'itu lihat (persoalan banyak)'. Dia (Ahok) kan senang yang gitu-gituan, soal orang yang enggak suka diperiksa,  yang enggak suka jujur,&quot; kata dia.
Baca Juga: Ditemani Ahok, Bos Pertamina Lapor B30 hingga Kilang ke Jokowi
Sebelumnya, Ahok telah melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait beberapa fokus Pertamina kedepan di bawah arahan Ahok.
&amp;nbsp;Jokowi minta untuk membantu memangkas impor migas yang mana selama  ini menjadi beban dari neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan  (Current Account Defisit/CAD). Salah satunya adalah dengan mempercepat  akselerasi penggunaan dari Biodiesel 20% (B20) dan B30.

Selain itu, mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut juga menitipkan  pesan untuk Ahok mendorong Pertamina bisa meningkatkan produksi  minyaknya (lifting migas). Karena sering kali, target lifting migas yang  dipatok pemerintah sering tak tercapai sedangkan kebutuhan dalam negeri  terus meningkat.

Maka untuk menggenjot lifting, Jokowi meminta Ahok memberantas mafia  migas. Persoalan mafia migas ini memang menjadi isu hangat ketika Ahok  ditunjuk sebagai Komisaris Utama Pertamina.

&quot;Juga diminta untuk pembangunan kilang minyak baru, itu harus dalam  masa 3-4 tahun. Masak kita enggak bisa bangun kilang minyak, kebangetan.  Saya suruh kawal betul agar saya ikuti progresnya sampai mana,&quot; kata  Jokowi.
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menyatakan, penunjukkan Basuki Tjahja Purnama alias Ahok menjadi Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) merupakan hal yang tepat. Menurutnya, Ahok memiliki kapabilitas mengisi jabatan tersebut.

&quot;Pak Ahok itu akan sangat bagus mengawasi Pertamina. Kenapa? Karena sumber kekacauan paling banyak ada di sana, jadi biar saja dia di situ,&quot; ungkap Luhut dalam acara diskusi dengan media di kantornya, Jakarta, Selasa (10/12/2019).
Baca Juga: Presiden Wanti-Wanti Ahok untuk Pangkas Impor hingga Berantas Mafia Migas
Luhut menyakini, dengan masuknya peran Ahok dalam perusahaan energi berplat merah tersebut dapat menyelesaikan persoalan yang ada. Meski, Luhut sendiri tak membeberkan secara detail persoalan apa yang sebenarnya ada di Pertamina.

&quot;Saya bilang Pak Ahok 'itu lihat (persoalan banyak)'. Dia (Ahok) kan senang yang gitu-gituan, soal orang yang enggak suka diperiksa,  yang enggak suka jujur,&quot; kata dia.
Baca Juga: Ditemani Ahok, Bos Pertamina Lapor B30 hingga Kilang ke Jokowi
Sebelumnya, Ahok telah melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait beberapa fokus Pertamina kedepan di bawah arahan Ahok.
&amp;nbsp;Jokowi minta untuk membantu memangkas impor migas yang mana selama  ini menjadi beban dari neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan  (Current Account Defisit/CAD). Salah satunya adalah dengan mempercepat  akselerasi penggunaan dari Biodiesel 20% (B20) dan B30.

Selain itu, mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut juga menitipkan  pesan untuk Ahok mendorong Pertamina bisa meningkatkan produksi  minyaknya (lifting migas). Karena sering kali, target lifting migas yang  dipatok pemerintah sering tak tercapai sedangkan kebutuhan dalam negeri  terus meningkat.

Maka untuk menggenjot lifting, Jokowi meminta Ahok memberantas mafia  migas. Persoalan mafia migas ini memang menjadi isu hangat ketika Ahok  ditunjuk sebagai Komisaris Utama Pertamina.

&quot;Juga diminta untuk pembangunan kilang minyak baru, itu harus dalam  masa 3-4 tahun. Masak kita enggak bisa bangun kilang minyak, kebangetan.  Saya suruh kawal betul agar saya ikuti progresnya sampai mana,&quot; kata  Jokowi.
</content:encoded></item></channel></rss>
