<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Ingin Sektor Pertanian-Perikanan Jadi Motor Penggerak Ekonomi</title><description>Sektor perikanan dan pertanian adalah sektor yang sangat penting dan sangat strategis.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/10/320/2140265/jokowi-ingin-sektor-pertanian-perikanan-jadi-motor-penggerak-ekonomi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/12/10/320/2140265/jokowi-ingin-sektor-pertanian-perikanan-jadi-motor-penggerak-ekonomi"/><item><title>Jokowi Ingin Sektor Pertanian-Perikanan Jadi Motor Penggerak Ekonomi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/10/320/2140265/jokowi-ingin-sektor-pertanian-perikanan-jadi-motor-penggerak-ekonomi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/12/10/320/2140265/jokowi-ingin-sektor-pertanian-perikanan-jadi-motor-penggerak-ekonomi</guid><pubDate>Selasa 10 Desember 2019 16:31 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/10/320/2140265/jokowi-ingin-sektor-pertanian-perikanan-jadi-motor-penggerak-ekonomi-wI4TbOKDbj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi soal Sektor Pertanian-Perikanan (Foto: Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/10/320/2140265/jokowi-ingin-sektor-pertanian-perikanan-jadi-motor-penggerak-ekonomi-wI4TbOKDbj.jpg</image><title>Jokowi soal Sektor Pertanian-Perikanan (Foto: Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, sektor perikanan dan pertanian adalah sektor yang sangat penting dan sangat strategis.
Baca Juga: Jokowi: Kartu Pra Kerja Bukan Menggaji Pengangguran
Karena sektor ini bukan hanya menjadi penyedia bahan pangan bagi 260 juta lebih penduduk Indonesia, tapi juga karena mampu menampung tenaga kerja yang besar dan memiliki kontribusi besar dalam peningkatan kesejahteraan rakyat dan menekan angka kemiskinan.

&amp;ldquo;Karena itu harus ada langkah-langkah terobosan agar kedua sektor ini tumbuh lebih pesat lagi dan menjadi motor penggerak ekonomi kita,&amp;rdquo; kata Presiden Jokowi saat memberikan pengantar pada Rapat Terbatas (Ratas) tentang Akselerasi Penguatan Ekonomi Sektor Pertanian dan Perikanan, di Kantor Presiden, Jakarta, seperti dilansir setkab, Selasa (10/12/2019)
Baca Juga: Dituding Menteri 'Cawe-Cawe' Segala Urusan, Menko Luhut: Otaknya Keliru
Presiden memberikan tiga catatan yang perlu mendapatkan perhatian bersama. Yang pertama, selama ini perhatian kita hanya fokus pada upaya peningkatan produksi pertanian dan perikanan di on farm.

&amp;ldquo;Kita tidak pernah menyentuh off farm-nya, terutama pasca produksi,&amp;rdquo; ujar Presiden seraya menambahkan, petani dan nelayan baru keluar dari aktivitas on farm menuju ke off farm dengan memberikan nilai tambah aktivitas usaha tani dan perikanannya melalui pengolahan produk pertanian dan perikanan maupun pengembangan usaha berbasis pertanian dan perikanan.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/12/10/59860/308180_medium.jpg&quot; alt=&quot;Presiden Jokowi Dorong Ekonomi Keluarga &amp;amp; UMKM agar Naik Kelas&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Yang kedua, lanjut Presiden, untuk masuk ke off farm para petani dan nelayan perlu skema pembiayaan dan juga mendapatkan pendampingan.

Dari sisi pembiayaan, Presiden menjelaskan, pemerintah sudah memiliki  skema KUR (Kredit Usaha Rakyat) yang plafon anggarannya untuk tahun  2020 akan menjadi Rp190 triliiun dengan bunga hanya 6%.

&amp;ldquo;Saya sudah perintahkan KUR agar didesain dengan skema-skema khusus  per cluster, sehingga bisa sesuai dengan kebutuhan grace period produksi  cluster pertanian maupun perikanan,&amp;rdquo; sambung Presiden.

Namun Presiden mengingatkan, pembiayaan harus diikuti dengan  pendampingan-pendampingan baik dalam pengelolaan keuangan, membuat  kemasan yang baik, packaging yang baik, branding yang baik, dan juga  marketing yang baik.
Yang ketiga, menurut Presiden, pemerintah harus mulai  mendorong usaha  mikro, usaha kecil, usaha menengah, petani, nelayan  yang selama ini  bergerak dalam skala ekonomi kecil-kecil untuk  bergabung, berkolaborasi  dalam kelompok-kelompok atau dalam korporasi  besar, sehingga memiliki  nilai ekonomi scale yang besar atau skala  ekonomi yang besar.

&amp;ldquo;Dalam korporasi nanti petani dan nelayan bisa lebih efektif dalam   dapat mendapatkan bahan baku, mengakses modal kerja dan investasi dan   melakukan upaya untuk memasarkan produk mereka agar bisa masuk ke supply   chain nasional maupun global,&amp;rdquo; tutur Presiden Jokowi.

Turut Hadir dalam ratas kali ini Wakil Presiden Ma&amp;rsquo;ruf Amin, Menko   Polhukam Mahfud MD, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko PMK   Muhadjir Effendy, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan,   Mensesneg Pratikno, KSP Moeldoko, Menkeu Sri Mulyani, Menperin Agus   Gumiwang Kartasasmita, Mendag Agus Suparmanto, Mentan Syahrul Yasin   Limpo, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, Menaker Ida   Fauziyah.

Selain itu, hadir pula Mensos Juliari P Batubara, Menteri KUKM Teten   Masduki, Menkominfo Jhonny G. Plate, Menhub Budi Karya Sumadi, Menteri   ATR/Kepala BPN Sofyam Djalil, Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar, Menteri   PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar, Menteri   Ristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia,   Plt. Kepala BPKP Kuswono Soeseno, dan para pejabat eselon 1 di   lingkungan Lembaga Kepresidenan.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, sektor perikanan dan pertanian adalah sektor yang sangat penting dan sangat strategis.
Baca Juga: Jokowi: Kartu Pra Kerja Bukan Menggaji Pengangguran
Karena sektor ini bukan hanya menjadi penyedia bahan pangan bagi 260 juta lebih penduduk Indonesia, tapi juga karena mampu menampung tenaga kerja yang besar dan memiliki kontribusi besar dalam peningkatan kesejahteraan rakyat dan menekan angka kemiskinan.

&amp;ldquo;Karena itu harus ada langkah-langkah terobosan agar kedua sektor ini tumbuh lebih pesat lagi dan menjadi motor penggerak ekonomi kita,&amp;rdquo; kata Presiden Jokowi saat memberikan pengantar pada Rapat Terbatas (Ratas) tentang Akselerasi Penguatan Ekonomi Sektor Pertanian dan Perikanan, di Kantor Presiden, Jakarta, seperti dilansir setkab, Selasa (10/12/2019)
Baca Juga: Dituding Menteri 'Cawe-Cawe' Segala Urusan, Menko Luhut: Otaknya Keliru
Presiden memberikan tiga catatan yang perlu mendapatkan perhatian bersama. Yang pertama, selama ini perhatian kita hanya fokus pada upaya peningkatan produksi pertanian dan perikanan di on farm.

&amp;ldquo;Kita tidak pernah menyentuh off farm-nya, terutama pasca produksi,&amp;rdquo; ujar Presiden seraya menambahkan, petani dan nelayan baru keluar dari aktivitas on farm menuju ke off farm dengan memberikan nilai tambah aktivitas usaha tani dan perikanannya melalui pengolahan produk pertanian dan perikanan maupun pengembangan usaha berbasis pertanian dan perikanan.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/12/10/59860/308180_medium.jpg&quot; alt=&quot;Presiden Jokowi Dorong Ekonomi Keluarga &amp;amp; UMKM agar Naik Kelas&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Yang kedua, lanjut Presiden, untuk masuk ke off farm para petani dan nelayan perlu skema pembiayaan dan juga mendapatkan pendampingan.

Dari sisi pembiayaan, Presiden menjelaskan, pemerintah sudah memiliki  skema KUR (Kredit Usaha Rakyat) yang plafon anggarannya untuk tahun  2020 akan menjadi Rp190 triliiun dengan bunga hanya 6%.

&amp;ldquo;Saya sudah perintahkan KUR agar didesain dengan skema-skema khusus  per cluster, sehingga bisa sesuai dengan kebutuhan grace period produksi  cluster pertanian maupun perikanan,&amp;rdquo; sambung Presiden.

Namun Presiden mengingatkan, pembiayaan harus diikuti dengan  pendampingan-pendampingan baik dalam pengelolaan keuangan, membuat  kemasan yang baik, packaging yang baik, branding yang baik, dan juga  marketing yang baik.
Yang ketiga, menurut Presiden, pemerintah harus mulai  mendorong usaha  mikro, usaha kecil, usaha menengah, petani, nelayan  yang selama ini  bergerak dalam skala ekonomi kecil-kecil untuk  bergabung, berkolaborasi  dalam kelompok-kelompok atau dalam korporasi  besar, sehingga memiliki  nilai ekonomi scale yang besar atau skala  ekonomi yang besar.

&amp;ldquo;Dalam korporasi nanti petani dan nelayan bisa lebih efektif dalam   dapat mendapatkan bahan baku, mengakses modal kerja dan investasi dan   melakukan upaya untuk memasarkan produk mereka agar bisa masuk ke supply   chain nasional maupun global,&amp;rdquo; tutur Presiden Jokowi.

Turut Hadir dalam ratas kali ini Wakil Presiden Ma&amp;rsquo;ruf Amin, Menko   Polhukam Mahfud MD, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko PMK   Muhadjir Effendy, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan,   Mensesneg Pratikno, KSP Moeldoko, Menkeu Sri Mulyani, Menperin Agus   Gumiwang Kartasasmita, Mendag Agus Suparmanto, Mentan Syahrul Yasin   Limpo, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, Menaker Ida   Fauziyah.

Selain itu, hadir pula Mensos Juliari P Batubara, Menteri KUKM Teten   Masduki, Menkominfo Jhonny G. Plate, Menhub Budi Karya Sumadi, Menteri   ATR/Kepala BPN Sofyam Djalil, Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar, Menteri   PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar, Menteri   Ristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia,   Plt. Kepala BPKP Kuswono Soeseno, dan para pejabat eselon 1 di   lingkungan Lembaga Kepresidenan.</content:encoded></item></channel></rss>
