<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Presiden Jokowi Minta Luhut Tekan Impor Baja hingga Petrokimia</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar impor besi, baja dan petrokimia bisa ditekan terus.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/11/320/2140696/presiden-jokowi-minta-luhut-tekan-impor-baja-hingga-petrokimia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/12/11/320/2140696/presiden-jokowi-minta-luhut-tekan-impor-baja-hingga-petrokimia"/><item><title>Presiden Jokowi Minta Luhut Tekan Impor Baja hingga Petrokimia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/12/11/320/2140696/presiden-jokowi-minta-luhut-tekan-impor-baja-hingga-petrokimia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/12/11/320/2140696/presiden-jokowi-minta-luhut-tekan-impor-baja-hingga-petrokimia</guid><pubDate>Rabu 11 Desember 2019 16:43 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/12/11/320/2140696/presiden-jokowi-minta-luhut-tekan-impor-baja-hingga-petrokimia-ZTwHDJ4k6H.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi Minta Luhut Impor Ditekan (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/12/11/320/2140696/presiden-jokowi-minta-luhut-tekan-impor-baja-hingga-petrokimia-ZTwHDJ4k6H.jpg</image><title>Jokowi Minta Luhut Impor Ditekan (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar impor besi, baja dan petrokimia bisa ditekan terus. Karena hingga saat ini, ketiga barang tersebut menjadi salah satu penyumbang defisit transaksi berjalan dan neraca perdagangan.
Baca Juga: Jokowi Prediksi Indonesia Tak Lagi Impor Bahan Petrokimia dalam 4 Tahun
Berdasarkan data BPS, impor bahan baku atau bahan baku penolong memberikan kontribusi yang besar, yaitu 74,06% dari total impor Januari sampai Oktober 2019. Sedangkan impor barang modal angkanya mencapai 16,6%, dan impor barang konsumsi 9,29%.

&quot;Kalau kita lihat lebih dalam lagi jenis barang bahan baku yang masih besar angka impornya antara lain adalah besi baja yang mencapai USD8,6 miliar, dan industri kimia organik atau petrokimia yang mencapai USD4,9 miliar, dan juga industri kimia dasar,&quot; ujarnya di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (11/12/2019).
Baca Juga: Pemerintah Batasi Penggunaan Baja Impor Mulai 20 Januari
Jika melihat data tersebut, Jokowi meminta agar jajaran menterinya bisa membuka investasi pada barang-barang substitusi impor. Dirinya pun meminta kepada Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk memangkas kebijakan yang menghambat investasi.

&quot;Berarti tadi besi baja, industri petrokimia harus betul-betul, harus dibuka karena ini merupakan substitusi impor. Ini tolong ini jadi catatan BKPM, jadi catatan Pak Menko Maritim dan Investasi (Luhut Binsar Panjaitan),&quot; katanya.



Menurut Jokowi, industri pengolahan ini merupakan kunci untuk  mengatasi defisit neraca perdagangan. Bahkan hal ini bisa mendongkrak  ekspor dan membuka lapangan pekerjaan.

&quot;Dan tumbuhnya industri pengolahan bukan hanya untuk menghasilkan  barang-barang pengganti impor tapi juga akan memberikan nilai tambah  karena membuka lapangan kerja yang cukup besar. Ini yang memang kita  kejar, membuka lapangan kerja,&quot; katanya.

Selain itu, Jokowi juga meminta agar mandatori program Biodiesel 30%  (B30) bisa cepat dilaksanakan. Karena dengan program ini bisa menekan  impor migas.

&quot;Tidak kalah pentingnya percepatan mandatori B30 dalam rangka  menurunkan impor BBM kita. Saya tadi mendengar dari Pak Menteri BUMN  bulan ini sudah bisa kita mulai untuk B30,&quot; kata Jokowi.
</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar impor besi, baja dan petrokimia bisa ditekan terus. Karena hingga saat ini, ketiga barang tersebut menjadi salah satu penyumbang defisit transaksi berjalan dan neraca perdagangan.
Baca Juga: Jokowi Prediksi Indonesia Tak Lagi Impor Bahan Petrokimia dalam 4 Tahun
Berdasarkan data BPS, impor bahan baku atau bahan baku penolong memberikan kontribusi yang besar, yaitu 74,06% dari total impor Januari sampai Oktober 2019. Sedangkan impor barang modal angkanya mencapai 16,6%, dan impor barang konsumsi 9,29%.

&quot;Kalau kita lihat lebih dalam lagi jenis barang bahan baku yang masih besar angka impornya antara lain adalah besi baja yang mencapai USD8,6 miliar, dan industri kimia organik atau petrokimia yang mencapai USD4,9 miliar, dan juga industri kimia dasar,&quot; ujarnya di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (11/12/2019).
Baca Juga: Pemerintah Batasi Penggunaan Baja Impor Mulai 20 Januari
Jika melihat data tersebut, Jokowi meminta agar jajaran menterinya bisa membuka investasi pada barang-barang substitusi impor. Dirinya pun meminta kepada Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk memangkas kebijakan yang menghambat investasi.

&quot;Berarti tadi besi baja, industri petrokimia harus betul-betul, harus dibuka karena ini merupakan substitusi impor. Ini tolong ini jadi catatan BKPM, jadi catatan Pak Menko Maritim dan Investasi (Luhut Binsar Panjaitan),&quot; katanya.



Menurut Jokowi, industri pengolahan ini merupakan kunci untuk  mengatasi defisit neraca perdagangan. Bahkan hal ini bisa mendongkrak  ekspor dan membuka lapangan pekerjaan.

&quot;Dan tumbuhnya industri pengolahan bukan hanya untuk menghasilkan  barang-barang pengganti impor tapi juga akan memberikan nilai tambah  karena membuka lapangan kerja yang cukup besar. Ini yang memang kita  kejar, membuka lapangan kerja,&quot; katanya.

Selain itu, Jokowi juga meminta agar mandatori program Biodiesel 30%  (B30) bisa cepat dilaksanakan. Karena dengan program ini bisa menekan  impor migas.

&quot;Tidak kalah pentingnya percepatan mandatori B30 dalam rangka  menurunkan impor BBM kita. Saya tadi mendengar dari Pak Menteri BUMN  bulan ini sudah bisa kita mulai untuk B30,&quot; kata Jokowi.
</content:encoded></item></channel></rss>
